Aktivis Soroti Keterlibatan TNI–Polri dalam Program MBG, Dinilai Melenceng dari Tugas Utama

Makassar, DNID.co.id – Aktivis sekaligus Pemerhati Hak Sipil di Sulawesi Selatan (Sulsel), Rachmat Hidayat, menyoroti keterlibatan TNI dan Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kedua institusi tersebut perlu menegaskan batasan peran masing-masing serta memperkuat kelembagaan teknokrat dan akuntabilitas sipil.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan bahwa tujuan utama program MBG–yakni peningkatan kualitas gizi nasional–tidak terdistorsi oleh konflik kepentingan struktural maupun pendekatan yang tidak sejalan dengan prinsip pelayanan publik.

Aktivis sekaligus Pemerhati Hak Sipil, Rahmat Hidayat. (dok.ist)

Rachmat menegaskan dalam konteks negara demokratis, evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan TNI dan Polri dalam layanan sosial menjadi krusial. Hal ini diperlukan guna menjaga keseimbangan antara efektivitas program dan supremasi sipil dalam sistem pemerintahan.

“Program MBG merupakan program prioritas untuk anak-anak dan ibu hamil. TNI dan Polri seharusnya lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu pertahanan negara serta pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai bahwa dalam praktiknya, kedua institusi tersebut justru terlihat lebih aktif dalam mengurusi program MBG dibandingkan menjalankan tugas utamanya.

“Kegiatan mulai dari pemantauan hingga pembukaan dapur banyak melibatkan TNI dan Polri, bahkan di tengah efisiensi anggaran. Ini menimbulkan kesan bahwa kedua institusi menjadi terlalu dominan,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang ia sebutkan, TNI dan Polri terlibat dalam pengelolaan banyak dapur MBG, bahkan hingga mencapai ribuan unit. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai motif di balik keterlibatan yang dinilai berlebihan tersebut.

Rachmat juga menyinggung sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program MBG, seperti dapur yang belum memenuhi standar, hingga kasus makanan yang tidak layak konsumsi dan dugaan keracunan pada anak sekolah.

“Jika persoalan-persoalan ini terus terjadi, maka perlu dipertanyakan apakah program ini benar-benar dijalankan untuk kepentingan masyarakat atau justru mengarah pada kepentingan tertentu,” tegasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 12 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Umar

Editor: Arief Daeng Sunu

Sumber Berita: Siaran Pers

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Berita Terbaru