Gugat “Klausul Siluman” Asuransi, Pasal 304 KUHD Diuji: Akhiri Praktik Persulit Klaim Nasabah!

JAKARTA,DNID.co.id – Praktik industri asuransi di Indonesia yang kerap menggunakan “jurus” syarat tambahan saat nasabah mengajukan klaim kini berada di ujung tanduk. Pasal 304 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dinilai menjadi celah bagi perusahaan asuransi untuk bertindak sewenang-wenang terhadap hak konsumen.

​Dalam sidang lanjutan yang digelar Rabu (15/4/2026), tim hukum pemohon NG Kim Tjoa dari Eliadi Hulu & Partners Law Firm menegaskan bahwa perkara ini bukan sekadar urusan personal, melainkan upaya memutus rantai ketidakadilan yang menghantui jutaan pemegang polis di Indonesia.

​Kuasa hukum pemohon, Julianus Halawa, membongkar realita pahit di lapangan. Menurutnya, selama ini nasabah sering kali “dipingpong” dengan permintaan dokumen tambahan yang tidak relevan dan tidak pernah tercantum dalam kesepakatan awal (polis).

​”Hari ini agenda mendengarkan keterangan dari Prudential Indonesia dan Panin Dai-ichi Life. Kami melihat perjuangan ini adalah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang sudah menyisihkan keringatnya untuk membayar premi, namun dipersulit saat menagih haknya,” ujar Julianus dengan tegas di Gedung MK.

​Ia menyoroti bagaimana perusahaan asuransi kerap memunculkan syarat baru secara mendadak hanya pada saat risiko (kematian) terjadi. Praktik ini dinilai mengubah hak klaim yang seharusnya bersifat pasti menjadi hak “semu” yang sepenuhnya bergantung pada kebijakan sepihak perusahaan.

​Gugatan ini menyasar pada kelemahan Pasal 304 KUHD yang selama ini hanya mengatur hal-hal administratif seperti identitas dan jumlah premi. Pasal tersebut dianggap gagal karena tidak mewajibkan syarat klaim diatur secara final dan rigid di dalam polis.

​Kekosongan hukum inilah yang dimanfaatkan perusahaan asuransi untuk menyisipkan klausul terbuka. Akibatnya, perusahaan memiliki kuasa absolut untuk menafsirkan atau menambah syarat kapan saja, yang secara langsung menabrak:

​Pasal 28D ayat (1) UUD 1945: Tentang jaminan kepastian hukum yang adil.

​Pasal 28G ayat (1) UUD 1945: Tentang perlindungan harta benda (premi nasabah).

​Pemohon mendesak MK untuk menyatakan Pasal 304 KUHD inkonstitusional bersyarat. Intinya, polis asuransi harus dimaknai sebagai kontrak mati yang syarat klaimnya tidak boleh diutak-atik, ditambah, atau ditafsirkan sepihak oleh penanggung setelah kontrak ditandatangani.

​”Kami ingin MK memastikan bahwa polis adalah janji yang mengikat, bukan jebakan Batman. Jangan sampai uang pertanggungan yang diharapkan menjadi penyambung hidup ahli waris justru hilang karena prosedur yang dibuat-buat,” tambah Julianus.

​Kasus yang menimpa NG Kim Tjoa menjadi lonceng peringatan bagi industri asuransi tanah air. Jika MK mengabulkan permohonan ini, industri asuransi dipaksa untuk bertransformasi menjadi lebih transparan. Tidak ada lagi ruang bagi “syarat siluman” yang muncul di saat nasabah sedang berduka.

Simpan Gambar:

Rabu, 15 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang
Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu
Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya
Tim Ulat Bulu Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Tempilang
Bupati Bantaeng Digugat ke PTUN Makassar, Mutasi Pejabat Dinilai Cacat Prosedur
Rokok Ilegal Luffman Marak Beredar, Potensi Kerugian Negara Membengkak, Pengawasan Disorot
Oknum Pegawai BBWS Pompengan Jeneberang Diduga Sebar Data Pribadi, Nama Astekindo Terseret
Jaringan Narkoba Pangkalpinang Digulung, Pelaku Tak Berkutik
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:48 WITA

Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang

Kamis, 23 April 2026 - 15:34 WITA

Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 12:18 WITA

Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya

Rabu, 22 April 2026 - 14:31 WITA

Bupati Bantaeng Digugat ke PTUN Makassar, Mutasi Pejabat Dinilai Cacat Prosedur

Rabu, 22 April 2026 - 13:05 WITA

Rokok Ilegal Luffman Marak Beredar, Potensi Kerugian Negara Membengkak, Pengawasan Disorot

Rabu, 22 April 2026 - 12:13 WITA

Oknum Pegawai BBWS Pompengan Jeneberang Diduga Sebar Data Pribadi, Nama Astekindo Terseret

Rabu, 22 April 2026 - 10:07 WITA

Jaringan Narkoba Pangkalpinang Digulung, Pelaku Tak Berkutik

Rabu, 22 April 2026 - 08:28 WITA

Pelaku Pencurian Nekat Beraksi, Tertidur di Lokasi dan Langsung Diamankan Polisi

Berita Terbaru