MUNTOK,DNID.CO.ID — Seorang pria berinisial Ij (25) ditangkap aparat Sat Reskrim Polres Bangka Barat setelah kepergok tertidur di dalam ruang kepala sekolah SMP Muhammadiyah Mentok, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 06.50 WIB. Ia diduga kuat melakukan pencurian di lingkungan sekolah tersebut. Polisi bergerak cepat kurang dari satu jam setelah laporan diterima dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi saat petugas piket sekolah hendak membuka ruang kepala sekolah pada pagi hari. Pintu yang tidak bisa dibuka seperti biasa memicu kecurigaan. Setelah dilakukan upaya membuka paksa, pihak sekolah dikejutkan dengan temuan seorang pria tak dikenal yang tertidur di dalam ruangan tersebut.
Di dekat pelaku, ditemukan satu unit amplifier warna hitam yang diduga hendak dibawa kabur. Selain itu, dua unit speaker merek Acer diketahui sudah berpindah posisi dari tempat semula, mengindikasikan adanya upaya pencurian yang sedang berlangsung.
Pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Sekitar pukul 07.20 WIB, Tim Buser Sat Reskrim Polres Bangka Barat bersama Unit Intelkam tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti tambahan.
Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian di dalam ruang kepala sekolah. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam kasus serupa di wilayah lain.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, membenarkan penangkapan tersebut dan menegaskan bahwa proses hukum tengah berjalan.
“Benar, pelaku sudah kami amankan di Polres Bangka Barat. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, respons cepat aparat merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami pastikan setiap pengaduan masyarakat akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan profesional sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” tegasnya.
Secara investigatif, kasus ini menyoroti celah keamanan di lingkungan pendidikan yang kerap menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan, terutama di luar jam operasional. Minimnya pengawasan dan sistem pengamanan menjadi faktor yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku.
Polres Bangka Barat mengimbau pihak sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan sistem keamanan seperti kunci, penerangan, dan pengawasan lingkungan berjalan optimal. Warga juga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan guna mencegah tindak kriminal sejak dini.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi dunia pendidikan.
























