Marak Tawuran Pelajar Di Karo, Ini Kata Komisi A

Ket foto: firman firdaus sitepu komisi A DPRD karo.

Ket foto: firman firdaus sitepu komisi A DPRD karo.

 

Tanah Karo DNID.co.id – Aksi tawuran antar pelajar sekolah di Kabupaten KARO semakin marak. Setiap tawuran, mereka selalu membawa senjata tajam (sajam) seperti celurit, pedang maupun lainnya.

Bukan hanya itu aksi tawuran antar masyarakat dan siswa di wilayah tongging, yang terjadi pada, Senin (20/04/2026), kemarin juga menjadi perhatian.

Hal ini membuat Anggota DPRD Kabupaten Karo, firman firdaus Sitepu yang juga merupakan ketua komisi A Dprd Karo yang membidangi pendidikan angkat bicara.

Menurut politisi Partai Golkar ini, ada beberapa sebab yang mengakibatkan para pelajar tawuran, biasanya mereka salah pergaulan atau kurang perhatian dari orangtua.

“Kalau regulasi di sekolah, saya kira sudah benar tidak mungkin sekolah mengajarkan tawuran,” kata Firdaus saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Karo, Selasa (21/4/2026).

Untuk mencegah aksi tawuran ini, Firdus menyarankan, peran guru dan peran orangtua di rumah harus ditingkatkan, karena waktu anak di rumah lebih banyak ketimbang di sekolah.

“Sebenarnya itu salah Anak harus diarahkan ketika sudah beranjak dewasa jangan dibiarkan begitu saja, jangan serahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah,” kata Ketua Komisi A karo.

Dirinya menambahkan, bahwa dalam kondisi ini kita jangan saling menyalahkan, namun mari sama-sama mendidik anak anak kita baik guru dan orang tua siswa, kembali masuk dan memberikan pemahaman yang baik kepada anak anak kita, karena mendidik mental generasi muda sangat penting.

” Namun demikian kita jangan saling menyalahkan, mari bergandengan tangan kembali tingkatkan perhatian pada anak terlebih anak yang meranjak dewasa”, Ujarnya.

Dia menyebut, belakangan ini anak berkembang dengan fasilitas yang sangat modern. Mereka memanfaatkan smartphone yang difasilitasi dengan internet. Sehingga sangat mudah berinteraksi.

Penggunaan smartphone harus ada pendampingan dari orangtua, walaupun anak sudah SMA/SMK, tapi sebenarnya mereka masih labil. Masih sangat mudah terprovokasi. Sehingga di sini peran orang tua sangatlah penting,” kata Firdaus melanjutkan.

Dia berujar, komunikasi antara orang tua dan anak adalah salah satu kunci pencegahan tawuran pelajar. Orang tua perlu memberitau hal-hal yang harus dihindari dan disikapi dengan baik oleh anak.

Bagaimana kita menjelaskan yang baik dan buruk sebagai orang tua, sehingga anak bisa menangkap atau membentuk persepsi yang tepat.

Bagus juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan dan masyarakat untuk mencegah tawuran maupun berbagai perilaku kekerasan lainnya pada anak usia remaja.

Mestinya, setiap sekolah membentuk dan memiliki tim pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah,tim itu terdiri dari orangtua, guru,tenaga kerja di sekolah, lingkungan sekitar, masyarakat, RT, RW, di mana sekolah itu berada.

“Pemerintah daerah dan psikolog juga dilibatkan, jadi lebih luas cakupannya,”tutup Firman Firdaus Sitepu.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 21 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Julius sp

Editor: Redaksi sumut

Sumber Berita: Wawancara dengan narasumber

Penanggung Jawab: Redaksi sumut

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:54 WITA

Ditbinmas Polda Sulsel Dorong Kolaborasi Polri dan Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Pangkep

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:32 WITA

Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA