Tanah Karo DNID.co.id – Kelangkaan pupuk subsidi yang telah berlangsung sekitar satu bulan di Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Munte, membuat para petani jagung cemas. Tanaman jagung yang sudah ditanam terancam gagal panen akibat tidak mendapat pemupukan dasar pada masa tanam kali ini.
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Munte yang terdiri atas ketua kelompok tani, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta kepala desa setempat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Karo, Selasa (21/4/2026). Mereka meminta anggota dewan membantu menyelesaikan persoalan pupuk subsidi yang dinilai sangat mendesak.
“Sudah satu bulan jagung kami tanam, dan sudah saatnya dilakukan pemupukan dasar. Tolong bantu kami, masyarakat petani jagung di Kecamatan Munte yang saat ini sangat membutuhkan pupuk subsidi,” ujar perwakilan warga Desa Munte di hadapan Ketua Dprd karo, Iriani Br Tarigan, yang didampingi Ketua Komisi B, Lenny Pury Chlefes, serta sejumlah anggota dewan lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Karo berkoordinasi dengan Ketua Komisi A yang membidangi Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Para warga yang hadir pun mendapat janji bahwa DPRD akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang instansi terkait serta melibatkan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Karo. Langkah ini diambil guna mengungkap secara jelas penyebab terhambatnya distribusi pupuk subsidi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Agustinus Jaya Bangun, yang didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) terkait, menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk subsidi di sejumlah kecamatan disebabkan oleh bencana alam di Aceh beberapa waktu lalu. Penjelasan itu merujuk pada surat jawaban dari Pupuk Indonesia (PI) yang diterima pihaknya sehari sebelumnya.
“Untuk saat ini, jatah pupuk subsidi untuk Kecamatan Munte baru sekitar 259 ton dari total alokasi sebesar 4.000 ton untuk musim tanam tahun 2026,” jelas Agustinus.
Diskusi terbatas antara perwakilan masyarakat Kecamatan Munte dan Komisi B DPRD Karo juga dihadiri oleh sejumlah anggota dewan, antara lain Raja Urung Mahesa Tarigan, Ferianta Purba, Etrif Bepura Tarigan, Miltra Sembiring, Endamia Kaban, Jun Adi Arief Bangun serta seluruh pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Karo.
























