Operasi SAR Cepat Ungkap Fakta Penyelamatan Nelayan di Tengah Badai Laut

PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Seorang nelayan asal Pangkalpinang, Agus Masmutas (60), yang dilaporkan tenggelam setelah kapalnya karam di Perairan Karang Merah, Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, akhirnya ditemukan selamat pada Sabtu (25/4/2026). Korban ditemukan secara tidak terduga oleh nelayan lain yang melintas, mengakhiri ketegangan operasi pencarian yang berlangsung di tengah cuaca ekstrem.

Insiden ini terjadi setelah kapal yang dikemudikan korban dihantam cuaca buruk saat berada di area tangkapan. Berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Agus berangkat melaut dari Pelabuhan Serata Pasir Padi pada pukul 04.00 WIB menuju fishing ground di Perairan Karang Merah.

Sekitar pukul 11.30 WIB, situasi berubah genting. Korban sempat menghubungi rekannya dan mengabarkan bahwa kapalnya karam diterjang angin kencang dan gelombang tinggi. Permintaan tolong itu menjadi sinyal awal dimulainya upaya pencarian darurat.

Dua kapal nelayan yang merupakan rekan korban langsung bergerak melakukan pencarian awal. Namun, upaya tersebut gagal menemukan jejak Agus. Situasi semakin mengkhawatirkan hingga pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang pada pukul 13.15 WIB.

Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, langsung mengerahkan tim penyelamat menuju titik terakhir korban terdeteksi atau Last Known Position (LKP) pada pukul 13.32 WIB.

“Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas dan Bakamla Babel tiba di lokasi pukul 14.48 WIB dalam kondisi hujan dan angin kencang. Kami langsung melakukan penyisiran menggunakan Rubber Boat di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Mikel dalam keterangannya.

Di tengah operasi yang berlangsung intens, titik terang justru datang dari jalur tak terduga. Seorang nelayan yang melintas di kawasan tersebut melaporkan telah menemukan korban bersama kapalnya. Informasi ini langsung ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan.

Pada pukul 16.00 WIB, tim bergerak cepat menuju koordinat 2°1’14.47″S – 106°12’39.64″E. Di lokasi tersebut, korban ditemukan dalam kondisi selamat meski sempat terombang-ambing di laut akibat cuaca buruk.

“Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung kami evakuasi ke Dermaga Serata Pasir Padi,” tegas Mikel.

Proses evakuasi berlangsung cepat. Rombongan tiba di dermaga pada pukul 16.51 WIB, dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi stabil. Tidak ada laporan cedera serius yang dialami korban.

Keberhasilan penyelamatan ini menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas unsur dalam operasi SAR. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, Bakamla Babel, serta nelayan setempat yang turut berperan krusial dalam penemuan korban.

Operasi resmi ditutup pada pukul 17.10 WIB setelah dilakukan debriefing. “Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR kami nyatakan selesai. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja kerasnya,” tutup Mikel.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para nelayan akan ancaman nyata cuaca ekstrem di laut lepas. Di balik akhir yang selamat, tersimpan risiko besar yang nyaris merenggut nyawa.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 25 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS KANSAR PANGKALPINANG

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot
Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 Sep 2026 - 21:53 WITA