BELITUNG TIMUR ,Dnid.Co.Id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belitung Timur mulai mengintensifkan pergerakan politik dengan menyasar generasi muda. Melalui agenda silaturahmi bersama Generasi Z di Cafe Lejuk Coffee, Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Senin malam (4/5/2026), partai berlambang beringin ini terang-terangan membangun basis dukungan sejak dini demi menghadapi kontestasi politik, termasuk Pemilu 2029.
Kegiatan yang digagas oleh jajaran pengurus DPD II Golkar Beltim ini menegaskan arah strategi partai: merangkul anak muda sebagai kekuatan baru. Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rosmawati, menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar ajang kumpul santai, melainkan langkah awal kaderisasi politik yang terencana.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal kami untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak muda agar mulai belajar berpolitik sejak sekarang. Kami ingin merangkul mereka untuk bergabung bersama Partai Golkar,” ujar Rosmawati, menegaskan arah gerakan partai.

Dalam pendekatannya, Golkar tidak menggunakan pola konvensional semata. Rosmawati mengungkapkan, strategi yang digunakan lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan gaya hidup Gen Z, termasuk melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka, seperti olahraga dan ruang nongkrong.
“Kami masuk dari hal-hal yang mereka sukai. Olahraga salah satunya. Ini cara kami membangun kedekatan sekaligus mengenalkan dunia politik tanpa kesan kaku,” katanya.
Tak hanya menyasar kaum laki-laki, Golkar Beltim juga secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendorong keterlibatan perempuan muda dalam politik. Rosmawati menilai, peluang kepemimpinan harus terbuka luas tanpa memandang gender.
“Kami melihat potensi besar dari anak-anak muda ini. Tidak hanya laki-laki, tetapi perempuan juga akan kami rangkul agar dapat berperan aktif di dunia politik,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang partai dalam mencetak kader muda yang siap bersaing di panggung politik. Rosmawati bahkan secara gamblang menyebut pembinaan sejak dini sebagai kunci utama membangun kepemimpinan masa depan, termasuk bagi mereka yang menargetkan posisi strategis seperti kepala desa hingga legislatif.
“Kalau dari sekarang mereka sudah belajar bagaimana menarik massa dan memahami dinamika politik, tentu ke depan akan lebih siap. Kami siap mendukung dan membina mereka agar berhasil mencapai cita-citanya,” ungkapnya.
Di balik pendekatan persuasif tersebut, tersimpan target politik yang cukup ambisius. Golkar Beltim menegaskan telah mulai memanaskan mesin partai jauh sebelum tahapan pemilu dimulai. Fokus utama mereka adalah menambah perolehan kursi legislatif dan memperkuat dominasi di tingkat daerah.
“Kami mulai dari sekarang sudah tancap gas. Target kami adalah menjadi juara dan menambah kursi di DPRD, baik kabupaten maupun provinsi. Dengan kepemimpinan Bapak Nadiarsyah, kami optimistis bisa meningkatkan kekuatan partai,” tegas Rosmawati.
Langkah agresif Golkar Beltim ini menandai persaingan politik yang mulai menghangat lebih awal. Generasi Z, yang selama ini kerap dipandang apatis, kini justru menjadi rebutan sebagai penentu arah kekuatan politik ke depan. Pertanyaannya, apakah pendekatan ini cukup efektif mengubah mereka menjadi mesin suara partai, atau sekadar strategi jangka pendek tanpa dampak signifikan? Waktu akan menjawab.
























