Bone, DNID.co.id — Dugaan aktivitas remaja menghirup lem atau ngelem di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, makin meresahkan warga. Aktivitas itu disebut kerap terlihat pada malam hari setelah salat Isya di sejumlah titik permukiman warga.
Lokasi yang disebut sering menjadi tempat berkumpul para remaja itu berada di samping kantor lurah di pinggir jalan raya, Lorong Maccili, hingga depan kantor lurah tepatnya di area bengkel yang dikenal sebagai kandang mobil milik salah satu warga.
Warga mendesak pemerintah kelurahan dan pihak terkait segera turun tangan melakukan penanganan dan pembinaan terhadap para remaja yang terlibat.
“Jangan cuma dibiarkan. Harus ada pembinaan dan tindakan supaya ada efek jera,” ujar salah seorang warga AHR, Senin (4/5/2026).
Keresahan warga muncul karena aktivitas tersebut dinilai bukan lagi kenakalan biasa.
Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, kebiasaan ngelem juga dikhawatirkan memicu persoalan sosial lain dan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak di sekitar lokasi.
“Kalau terus dibiarkan, anak-anak lain bisa ikut-ikutan. Mereka lihat langsung hampir setiap malam,” kata warga lainnya.
Lanjut, AHR juga menilai aktivitas tersebut mulai mencoreng citra lingkungan Panyula di mata masyarakat luar.
Mereka khawatir daerah tersebut dicap tidak aman dan orang tua dianggap gagal mengawasi anak-anak mereka.
“Ini merusak citra lingkungan. Orang jadi anggap daerah ini tidak aman, bahkan orang tua dinilai tidak mampu mendidik anak, padahal kami sudah berupaya semaksimal mungkin,” ujar AHR lagi.
Menurutnya, dampak kebiasaan menghirup lem sangat serius bagi masa depan generasi muda. Remaja yang terlibat disebut rentan kehilangan semangat belajar, sulit diarahkan, hingga berpotensi menjadi beban keluarga dan masyarakat.
Karena itu, warga meminta penanganan tidak hanya sebatas razia sesaat. Mereka berharap ada langkah berkelanjutan melalui pengawasan, edukasi, pembinaan, hingga program kegiatan positif bagi remaja di lingkungan tersebut.
Masyarakat juga meminta pihak kelurahan ikut aktif menyusun program bersama warga sebagai langkah pencegahan agar aktivitas serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan maraknya aktivitas remaja ngelem di Kelurahan Panyula.
























