Pengembangan Kasus Ungkap Jaringan Peredaran Sabu di Dua Lokasi Berbeda Pangkalpinang

PANGKALPINANG,DNID.Co.Id — Satuan Reserse Narkoba Polresta Pangkalpinang membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Selindung, Kecamatan Gabek, Senin (4/5/2026) malam. Seorang pria berinisial Amrinuddin alias Ayi (30) ditangkap bersama total 33,94 gram sabu yang dikemas dalam puluhan paket siap edar dari dua lokasi berbeda.

Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sekolah, Gang depan Masjid Baitul Arofa, RT 004 RW 002. Saat aparat tiba, tersangka berada di dalam rumah dan langsung diamankan tanpa perlawanan. Proses penggeledahan dilakukan terbuka dan disaksikan Ketua RT setempat untuk memastikan transparansi tindakan hukum.

Dari lokasi pertama, polisi menemukan 13 paket kecil sabu yang telah dipersiapkan untuk diedarkan. Temuan ini langsung memicu pengembangan cepat oleh tim. Hasilnya, petugas bergerak ke lokasi kedua yang diduga menjadi titik penyimpanan utama, yakni sebuah pondok di Jalan Perumahan Tamara, RT 001 RW 001.

Di lokasi kedua, aparat kembali menemukan barang bukti dalam jumlah signifikan: 3 paket sedang dan 73 paket kecil sabu. Selain itu, polisi menyita dua unit timbangan digital, plastik kemasan dalam jumlah besar, tas, serta satu unit telepon genggam yang diduga kuat digunakan sebagai alat komunikasi transaksi narkotika.

“Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif selama beberapa waktu. Tersangka diduga kuat berperan sebagai pengedar dengan sistem paket siap edar yang sudah terstruktur,” ujar sumber kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut, Selasa (5/5/2026).

Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan mencapai 86 paket kecil, 2 paket sedang, dan 1 paket besar sabu. Jumlah ini mengindikasikan aktivitas distribusi yang tidak bersifat sporadis, melainkan terorganisir dan berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas di wilayah Pangkalpinang.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa tersangka berstatus sebagai pelajar sekaligus buruh harian lepas. Namun, aparat tidak berhenti pada penangkapan ini. Polisi tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar, termasuk pemasok dan jalur distribusi barang haram tersebut.

“Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan tersangka merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas. Fokus kami adalah memutus mata rantai peredaran hingga ke akarnya,” tambah sumber tersebut.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti diamankan di Mapolresta Pangkalpinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan serangkaian prosedur, termasuk uji laboratorium barang bukti, tes urine terhadap tersangka, serta penyusunan berkas perkara.

Atas perbuatannya, Amrinuddin dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancam hukuman berat, termasuk pidana penjara jangka panjang.

Pengungkapan ini menjadi sinyal keras bahwa peredaran narkotika di Pangkalpinang masih aktif dan menyasar berbagai lapisan masyarakat. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penindakan tegas tanpa kompromi terhadap para pelaku kejahatan narkotika.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 5 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRESTA PANGKALPINANG

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Berita Terbaru