Gowa, dnid.co.id — Suasana hangat namun penuh keseriusan mewarnai silaturahmi yang digelar di rumah keluarga korban kasus dugaan pengeroyokan yang berujung penikaman di Desa Garing, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut dihadiri pihak Polsek Tompobulu, Babinsa Koramil Tompobulu, Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Desa Garing, serta keluarga korban. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas penangkapan tiga terduga pelaku yang diamankan aparat pasca insiden yang terjadi pada malam Kamis, 29 April 2026.
Kehadiran aparat bersama FKPM dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi dengan keluarga korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil.
Dalam pertemuan itu, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat kepolisian dalam menangkap para terduga pelaku. Meski demikian, mereka berharap proses hukum tetap dikawal hingga tuntas.
“Kami bersyukur pelaku sudah diamankan. Tapi kami berharap proses hukum berjalan adil dan transparan, sehingga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan hukum,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.
Kapolsek Tompobulu menegaskan komitmen kepolisian untuk menangani perkara tersebut secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Penangkapan sudah dilakukan dan proses hukum akan terus berjalan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban maupun FKPM agar semua pihak mendapatkan kepastian hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil Tompobulu yang turut hadir menyatakan dukungan terhadap langkah kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Kami siap bersinergi bersama kepolisian dan masyarakat untuk menjaga keamanan serta memastikan situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Ketua FKPM Desa Garing menilai silaturahmi tersebut menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
“Kami hadir untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan sekaligus menjaga agar proses penanganan kasus berlangsung terbuka dan adil,” katanya.
Pertemuan berlangsung kondusif dengan semangat kebersamaan dan harapan agar kasus tersebut segera mendapatkan kepastian hukum. Warga berharap sinergi antara aparat kepolisian, TNI, FKPM, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mencegah terulangnya tindak kekerasan di wilayah Tompobulu.
























