Satu SPBU Diduga Dikuasai Keluarga Oknum, Polda Sulsel Ditantang Bongkar Mafia Solar

Usai Penangkapan Solar di Kahu dan Awangpone, Nama-Nama Diduga Pengepul Mulai Disebut

Bone, DNID.co.id — Penangkapan ratusan jerigen berisi BBM subsidi jenis solar di Kecamatan Kahu dan Awangpone mulai berdampak langsung terhadap distribusi solar bagi nelayan di Kabupaten Bone.

Sejumlah nelayan mengaku kini lebih mudah mendapatkan jatah BBM setelah aparat bergerak melakukan penindakan.

Salah seorang nelayan yang ditemui mengaku selama ini nelayan kecil kesulitan memperoleh solar subsidi karena diduga dikuasai pengepul dalam jumlah besar setiap hari.

“Kemarin-kemarin kami setengah mati dapat solar di Pertamina karena mereka yang diprioritaskan. Ada yang ambil 40 sampai 70 jerigen per hari. Sementara kami nelayan asli paling banyak hanya 25 jerigen dan itu pun tiga hari baru bisa ambil lagi,” ungkap seorang nelayan kepada DNID.co.id Selasa (5/5/2026).

Dia juga mengungkap praktik pengisian BBM di SPBU yang diduga dilakukan langsung oleh jaringan pengepul atau pelansir.

“Bahkan biasa pengepul atau pelansir sendiri yang isi jerigennya di Pertamina, bukan operator Pertamina. Jadi mereka yang atur sendiri jaringannya,” ujarnya.

Menurutnya, setelah penangkapan solar subsidi di dua kecamatan tersebut, jumlah jerigen pengepul di SPBU mulai berkurang sehingga nelayan tradisional tidak lagi terlalu dibatasi saat pengambilan BBM.

“Sekarang sudah kurang jerigen pengepul di Pertamina, jadi jatah kami sudah tidak dikurangi lagi. Kasihan kami setengah mati urus surat rekomendasi asli nelayan, tapi kami seakan-akan bukan nelayan,” katanya.

Nelayan itu juga mengungkap adanya dugaan praktik penguasaan distribusi solar subsidi oleh pihak tertentu. Ia menyebut terdapat beberapa nama yang diduga rutin mengambil solar dalam jumlah besar setiap hari.

“Yang selalu ambil banyak itu tiga orang, inisial J dan R. Pengambilannya 40 sampai 70 jerigen per hari. Ada juga L, tapi dia cuma diperintah oknum. Bahkan J dan R itu keluarga oknum kalau L Pelansirnya Oknum, satu keluarga kuasai itu Pertamina,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pasca penangkapan BBM subsidi tersebut, sejumlah pihak diduga pengepul telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

“Dipanggil itu J sama R ke Polda terkait penangkapan solar, cuma R tidak pergi, hanya J yang pergi,” lanjut sumber tersebut.

Kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi ini menjadi perhatian serius masyarakat pesisir karena selama ini nelayan kecil mengaku menjadi pihak yang paling terdampak akibat sulitnya memperoleh solar bersubsidi.

Penindakan yang dilakukan aparat di Kahu dan Awangpone dinilai menjadi ujian komitmen Polda Sulsel dalam membongkar jaringan distribusi ilegal BBM subsidi hingga ke aktor utama di lapangan.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat kepolisian terkait kemungkinan penetapan tersangka, mengingat barang bukti berupa ratusan jerigen berisi solar subsidi telah diamankan dan sejumlah nama diduga pengepul telah dipanggil untuk klarifikasi.

Tim media ini masih terus menelusuri perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum dalam distribusi solar subsidi yang diduga tidak tepat sasaran.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 5 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Investigasi lapangan

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 445 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA