Patroli malam yang digelar usai laporan warga mencuat menemukan aktivitas sekelompok Remaja di pinggir jalan kawasan Pao-Pao.
Bone, DNID.co.id — Sejumlah remaja yang tengah mengonsumsi minuman tradisional jenis tuak atau ballo di pinggir jalan kawasan Lingkungan Pao-Pao, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, terjaring patroli Satpol PP bersama Pemerintah Kelurahan Panyula, Selasa malam (5/5/2026).
Petugas langsung melakukan pembinaan dan pendekatan persuasif terhadap para remaja yang ditemukan berkumpul di lokasi tersebut.
Operasi itu dilakukan setelah pemerintah kelurahan menerima laporan warga terkait dugaan maraknya aktivitas kenakalan remaja di wilayah Panyula, termasuk dugaan aktivitas ngelem yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat.
Lurah Panyula, Taqwa Alam Rasul, mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah cepat merespons keresahan warga yang mulai khawatir terhadap aktivitas remaja pada malam hari di sejumlah titik lingkungan.
“Ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli rutin guna mencegah aktivitas serupa terulang kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Taqwa, aktivitas para remaja tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan memberi dampak buruk terhadap lingkungan sosial masyarakat jika tidak segera ditangani.
Karena itu, pemerintah kelurahan bersama Satpol PP akan memperketat pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan menjadi tempat berkumpul remaja.
“Kami akan tingkatkan patroli dan pengawasan, khususnya di wilayah yang dianggap rawan,” kata Taqwa.
Patroli tersebut turut melibatkan Kepala Bidang Perda, Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga, staf Perda, hingga personel BKO Satpol PP Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Selain penindakan di lapangan, pemerintah kelurahan juga meminta keterlibatan orang tua dan masyarakat untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
“Peran orang tua dan masyarakat sangat penting demi menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Sebelumnya, warga Kelurahan Panyula mengaku resah dengan dugaan aktivitas remaja ngelem yang disebut terjadi di beberapa titik, mulai dari samping kantor lurah, Lorong Maccili, hingga area bengkel di depan kantor lurah.
Aktivitas itu disebut kerap terlihat setelah salat Isya dan memicu kekhawatiran warga karena berlangsung terbuka di lingkungan permukiman.
























