Terkait Tambang Selam Ilegal,Belasan Penambang Diamankan Polres Bangka Barat 

Muntok,Dnid.Co.Id — Polres Bangka Barat kembali menggerebek aktivitas tambang ilegal jenis Ponton Isap Produksi (PIP) selam di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Muntok, Kamis (7/5/2026). Dalam operasi gabungan yang digelar siang hari itu, polisi mengamankan enam unit ponton selam beserta 19 pekerja dan pemilik ponton yang diduga nekat menambang secara ilegal meski berulang kali diperingatkan aparat.

Penindakan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh personel Sat Polairud dan Sat Reskrim Polres Bangka Barat setelah aparat mendapati aktivitas tambang timah ilegal masih berlangsung di kawasan perairan tersebut. Polisi menyebut praktik tambang ilegal itu terus beroperasi secara terang-terangan dan mengabaikan imbauan penghentian yang sebelumnya telah disampaikan.

Saat petugas tiba di lokasi, sejumlah ponton selam diketahui sedang beroperasi di perairan Keranggan. Aparat kemudian bergerak cepat menghentikan aktivitas penambangan dan mengamankan seluruh pekerja yang berada di atas ponton.

“Upaya imbauan sudah sering dilakukan, namun masih ditemukan aktivitas penambangan ilegal. Oleh karena itu, kami lakukan penertiban dan penindakan tegas terhadap para pelaku,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mewakili Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha.

Dari hasil operasi tersebut, polisi menyita enam unit ponton jenis selam yang diduga digunakan untuk menambang timah secara ilegal di kawasan perairan Muntok. Selain itu, 19 orang yang terdiri dari pekerja dan pemilik ponton langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Seluruh terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke Mako Sat Polairud Polres Bangka Barat sebelum diproses lebih lanjut di Mapolres Bangka Barat. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang diduga menjadi pemodal maupun pengendali aktivitas tambang ilegal tersebut.

Aktivitas tambang ilegal di wilayah perairan Bangka Barat selama ini menjadi sorotan karena dinilai merusak ekosistem laut dan mengancam keselamatan nelayan. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, praktik tambang tanpa izin juga diduga memicu konflik kepentingan di kawasan pesisir.

Meski aparat telah berkali-kali melakukan sosialisasi dan peringatan, praktik tambang ilegal disebut masih terus muncul dengan pola berpindah lokasi untuk menghindari penindakan. Kondisi itu membuat aparat memperketat patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan penambangan ilegal.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan demi menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah perairan Bangka Barat,” tegas Yos.

Selama proses penertiban berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada perlawanan dari para penambang saat aparat melakukan pengamanan ponton maupun evakuasi pekerja ke markas kepolisian.

Polres Bangka Barat memastikan proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Aparat juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal yang terus membandel dan merugikan lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 8 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRES BANGKA BARAT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 07:40 WITA

Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 01:26 WITA

Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Berita Terbaru