Eko Wahyudi PNG Bawa Tanete Riattang FC Pecahkan Rekor di Bone Beramal Cup
Eko Wahyudi, Manager Tanete Riattang FC sekaligus owner Putra Noling Group, berdiri di area bench pemain saat mendampingi timnya dalam laga Bone Beramal Cup 2026 di Stadion Lapatau, Bone
Skor Telak 8-1 di Stadion Lapatau Jadi Sorotan, Mental Pemain Tanete Riattang FC Disebut Berubah Drastis Usai Laga Panas Bone Beramal Cup 2026
Bone, DNID.co.id — Tanete Riattang FC tampil superior dan mencetak rekor skor terbesar sementara di ajang Bone Beramal Cup 2026 setelah membantai Patimpeng dengan skor telak 8-1 di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026).
Kemenangan besar tersebut langsung mengantar Tanete Riattang memastikan tiket ke babak delapan besar sekaligus menjadi salah satu penampilan paling mencolok sepanjang turnamen tahun ini berlangsung.
Manager Tanete Riattang, Eko Wahyudi, mengaku bersyukur atas hasil gemilang yang diraih timnya.
Eko menyebut kemenangan tersebut bukan sekadar soal banyaknya gol, tetapi menjadi momentum penting untuk membangun mental dan kepercayaan diri para pemain menghadapi pertandingan berikutnya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa memecahkan rekor skor terbesar di Bone Beramal Cup 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan untuk tim dan masyarakat Tanete Riattang,” ujar Eko Wahyudi usai pertandingan.
Eko yang juga owner Putra Noling Group (PNG) mengatakan sejak awal dirinya melihat semangat dan motivasi pemain begitu tinggi untuk tampil maksimal di hadapan ribuan suporter yang memenuhi Stadion Lapatau.
“Kami melihat anak-anak bermain penuh semangat sejak menit awal. Mereka tampil disiplin, fokus, dan menjalankan instruksi dengan baik. Itu yang membuat permainan bisa berjalan efektif,” katanya.
Menurut Eko, kemenangan telak tersebut memberi dampak besar terhadap kondisi mental pemain yang sebelumnya terus mendapat tekanan untuk tampil konsisten di turnamen bergengsi antar kecamatan tersebut.
“Ini bukan hanya kemenangan soal skor besar. Yang paling penting adalah mental pemain sekarang semakin kuat. Kepercayaan diri mereka mulai tumbuh karena bisa tampil konsisten sampai akhir pertandingan,” jelasnya.
Ia menilai performa agresif yang diperlihatkan Tanete Riattang menjadi sinyal bahwa timnya siap bersaing lebih jauh dalam perebutan gelar Bone Beramal Cup 2026.
“Kalau mental pemain bagus, permainan juga akan ikut berkembang. Kami ingin menjaga momentum ini supaya anak-anak tetap percaya diri menghadapi laga berikutnya,” tambahnya.
Bermain dengan kostum putih hijau, Tanete Riattang langsung mengambil alih permainan sejak peluit awal dibunyikan.
Duet lini depan Romario dan Yunus terus menekan pertahanan Patimpeng yang tampak kesulitan keluar dari tekanan.
Gol pembuka lahir lewat aksi Romario yang memanfaatkan kecepatannya menembus lini belakang lawan sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang Patimpeng.
Tak lama berselang, Yunus berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Tanete Riattang terus mendominasi permainan setelah Alif mencetak gol ketiga melalui penyelesaian matang memanfaatkan umpan rekannya.
Dominasi permainan membuat Patimpeng semakin tertekan. Rifal kemudian mencetak gol keempat sebelum Romario kembali membobol gawang lawan dan membawa Tanete Riattang unggul 5-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Tanete Riattang tidak menurun.
Rifal kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memperbesar keunggulan menjadi 6-0.
Berselang beberapa menit Yunus juga ikut menyumbangkan gol tambahan yang membuat skor berubah menjadi 7-0.
Patimpeng berusaha memberi perlawanan dan memperkecil ketertinggalan melalui gol Aswan sehingga skor berubah menjadi 7-1.
Namun pesta gol Tanete Riattang ditutup Romario yang kembali mencetak gol sekaligus memastikan hattrick dalam laga tersebut.
Skor 8-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Manager Tanete Riattang, Eko Wahyudi, menegaskan timnya tidak ingin cepat puas meski berhasil mencatat kemenangan terbesar sementara di Bone Beramal Cup 2026.
“Kami tetap harus evaluasi. Jangan sampai pemain terlena dengan kemenangan besar ini. Perjalanan masih panjang dan lawan berikutnya tentu lebih berat,” tegasnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan suporter yang terus memenuhi Stadion Lapatau selama pertandingan berlangsung.
“Atmosfer luar biasa. Dukungan suporter sangat terasa dan itu menjadi energi tambahan bagi pemain di lapangan,” katanya lagi.
Selain laga yang berlangsung meriah, antusiasme masyarakat kembali menjadi perhatian utama di Bone Beramal Cup 2026.
Tribun barat Stadion Lapatau terlihat penuh sejak sebelum kick off dimulai. Bahkan tribun terbuka di sisi timur stadion mulai dipadati penonton yang datang memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaannya.
Atmosfer pertandingan Tanete Riattang kontra Patimpeng disebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang pelaksanaan Bone Beramal Cup 2026 tahun ini.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Eko Wahyudi PNG Bawa Tanete Riattang FC Pecahkan Rekor di Bone Beramal Cup
RABU, 13 MEI 2026
Skor Telak 8-1 di Stadion Lapatau Jadi Sorotan, Mental Pemain Tanete Riattang FC Disebut Berubah Drastis Usai Laga Panas Bone Beramal Cup 2026
Bone, DNID.co.id — Tanete Riattang FC tampil superior dan mencetak rekor skor terbesar sementara di ajang Bone Beramal Cup 2026 setelah membantai Patimpeng dengan skor telak 8-1 di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026).
Kemenangan besar tersebut langsung mengantar Tanete Riattang memastikan tiket ke babak delapan besar sekaligus menjadi salah satu penampilan paling mencolok sepanjang turnamen tahun ini berlangsung.
Manager Tanete Riattang, Eko Wahyudi, mengaku bersyukur atas hasil gemilang yang diraih timnya.
Eko menyebut kemenangan tersebut bukan sekadar soal banyaknya gol, tetapi menjadi momentum penting untuk membangun mental dan kepercayaan diri para pemain menghadapi pertandingan berikutnya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa memecahkan rekor skor terbesar di Bone Beramal Cup 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan untuk tim dan masyarakat Tanete Riattang,” ujar Eko Wahyudi usai pertandingan.
Eko yang juga owner Putra Noling Group (PNG) mengatakan sejak awal dirinya melihat semangat dan motivasi pemain begitu tinggi untuk tampil maksimal di hadapan ribuan suporter yang memenuhi Stadion Lapatau.
“Kami melihat anak-anak bermain penuh semangat sejak menit awal. Mereka tampil disiplin, fokus, dan menjalankan instruksi dengan baik. Itu yang membuat permainan bisa berjalan efektif,” katanya.
Menurut Eko, kemenangan telak tersebut memberi dampak besar terhadap kondisi mental pemain yang sebelumnya terus mendapat tekanan untuk tampil konsisten di turnamen bergengsi antar kecamatan tersebut.
“Ini bukan hanya kemenangan soal skor besar. Yang paling penting adalah mental pemain sekarang semakin kuat. Kepercayaan diri mereka mulai tumbuh karena bisa tampil konsisten sampai akhir pertandingan,” jelasnya.
Ia menilai performa agresif yang diperlihatkan Tanete Riattang menjadi sinyal bahwa timnya siap bersaing lebih jauh dalam perebutan gelar Bone Beramal Cup 2026.
“Kalau mental pemain bagus, permainan juga akan ikut berkembang. Kami ingin menjaga momentum ini supaya anak-anak tetap percaya diri menghadapi laga berikutnya,” tambahnya.
Bermain dengan kostum putih hijau, Tanete Riattang langsung mengambil alih permainan sejak peluit awal dibunyikan.
Duet lini depan Romario dan Yunus terus menekan pertahanan Patimpeng yang tampak kesulitan keluar dari tekanan.
Gol pembuka lahir lewat aksi Romario yang memanfaatkan kecepatannya menembus lini belakang lawan sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan penjaga gawang Patimpeng.
Tak lama berselang, Yunus berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Tanete Riattang terus mendominasi permainan setelah Alif mencetak gol ketiga melalui penyelesaian matang memanfaatkan umpan rekannya.
Dominasi permainan membuat Patimpeng semakin tertekan. Rifal kemudian mencetak gol keempat sebelum Romario kembali membobol gawang lawan dan membawa Tanete Riattang unggul 5-0.
Memasuki babak kedua, tekanan Tanete Riattang tidak menurun.
Rifal kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memperbesar keunggulan menjadi 6-0.
Berselang beberapa menit Yunus juga ikut menyumbangkan gol tambahan yang membuat skor berubah menjadi 7-0.
Patimpeng berusaha memberi perlawanan dan memperkecil ketertinggalan melalui gol Aswan sehingga skor berubah menjadi 7-1.
Namun pesta gol Tanete Riattang ditutup Romario yang kembali mencetak gol sekaligus memastikan hattrick dalam laga tersebut.
Skor 8-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Manager Tanete Riattang, Eko Wahyudi, menegaskan timnya tidak ingin cepat puas meski berhasil mencatat kemenangan terbesar sementara di Bone Beramal Cup 2026.
“Kami tetap harus evaluasi. Jangan sampai pemain terlena dengan kemenangan besar ini. Perjalanan masih panjang dan lawan berikutnya tentu lebih berat,” tegasnya.
Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan suporter yang terus memenuhi Stadion Lapatau selama pertandingan berlangsung.
“Atmosfer luar biasa. Dukungan suporter sangat terasa dan itu menjadi energi tambahan bagi pemain di lapangan,” katanya lagi.
Selain laga yang berlangsung meriah, antusiasme masyarakat kembali menjadi perhatian utama di Bone Beramal Cup 2026.
Tribun barat Stadion Lapatau terlihat penuh sejak sebelum kick off dimulai. Bahkan tribun terbuka di sisi timur stadion mulai dipadati penonton yang datang memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaannya.
Atmosfer pertandingan Tanete Riattang kontra Patimpeng disebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang pelaksanaan Bone Beramal Cup 2026 tahun ini.