Danrem 141/Toddopuli Tutup TMMD Ke-128 di Jeneponto, Pangdam Tekankan Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Jeneponto, DNID.co.id – TMMD Ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Togo-Togo, Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Kamis (21/5/2026).
Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, selaku Inspektur Upacara (Irup). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa yang selama 30 hari menghadirkan pembangunan fisik maupun nonfisik bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan laporan hasil pelaksanaan TMMD oleh Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa selaku Dansatgas TMMD. Selain itu, dilakukan penyematan tanda peserta, penyerahan alat kerja secara simbolis, serta penandatanganan berita acara penyerahan hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, Kapolres Jeneponto, unsur Forkopimda, Kasi Ter Korem 141/Toddopuli, para Dandim jajaran Korem 141/Toddopuli, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin, instansi terkait, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan Danrem 141/Toddopuli, disampaikan bahwa TMMD Ke-128 dilaksanakan serentak sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 di wilayah Kabupaten Selayar, Jeneponto, dan Konawe Utara.
Berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan melalui sinergi TNI, Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat. Program tersebut meliputi pembukaan jalan tani, pembangunan rabat beton, drainase, gorong-gorong, sumur bor, rumah tidak layak huni (RTLH), MCK, rehab masjid, ketahanan pangan, hingga penanganan stunting.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, peternakan, kamtibmas, penggunaan media sosial secara bijak, serta edukasi stunting dan kesehatan masyarakat.
Dalam amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025.
“Pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat dengan selalu hadir membantu masyarakat serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang dapat merusak persatuan bangsa,” demikian pesan Pangdam dalam amanatnya.
Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa.
“Tingkatkan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan NKRI,” lanjut amanat tersebut.
Di akhir amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin turut mengingatkan pentingnya menjaga seluruh hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh personel Satgas TMMD, Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat yang telah bekerja keras dan bersinergi menyukseskan TMMD Ke-128 Tahun 2026.
Penutupan TMMD Ke-128 di Jeneponto tidak hanya menjadi akhir dari program pembangunan, tetapi juga meninggalkan jejak kuat tentang semangat pengabdian, persatuan, dan gotong royong antara TNI dan rakyat demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Danrem 141/Toddopuli Tutup TMMD Ke-128 di Jeneponto, Pangdam Tekankan Kemanunggalan TNI dan Rakyat
KAMIS, 21 MEI 2026
Jeneponto, DNID.co.id – TMMD Ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Togo-Togo, Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Kamis (21/5/2026).
Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, selaku Inspektur Upacara (Irup). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa yang selama 30 hari menghadirkan pembangunan fisik maupun nonfisik bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan laporan hasil pelaksanaan TMMD oleh Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa selaku Dansatgas TMMD. Selain itu, dilakukan penyematan tanda peserta, penyerahan alat kerja secara simbolis, serta penandatanganan berita acara penyerahan hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, Kapolres Jeneponto, unsur Forkopimda, Kasi Ter Korem 141/Toddopuli, para Dandim jajaran Korem 141/Toddopuli, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin, instansi terkait, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan Danrem 141/Toddopuli, disampaikan bahwa TMMD Ke-128 dilaksanakan serentak sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 di wilayah Kabupaten Selayar, Jeneponto, dan Konawe Utara.
Berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan melalui sinergi TNI, Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat. Program tersebut meliputi pembukaan jalan tani, pembangunan rabat beton, drainase, gorong-gorong, sumur bor, rumah tidak layak huni (RTLH), MCK, rehab masjid, ketahanan pangan, hingga penanganan stunting.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, peternakan, kamtibmas, penggunaan media sosial secara bijak, serta edukasi stunting dan kesehatan masyarakat.
Dalam amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025.
“Pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat dengan selalu hadir membantu masyarakat serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang dapat merusak persatuan bangsa,” demikian pesan Pangdam dalam amanatnya.
Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa.
“Tingkatkan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan NKRI,” lanjut amanat tersebut.
Di akhir amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin turut mengingatkan pentingnya menjaga seluruh hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh personel Satgas TMMD, Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat yang telah bekerja keras dan bersinergi menyukseskan TMMD Ke-128 Tahun 2026.
Penutupan TMMD Ke-128 di Jeneponto tidak hanya menjadi akhir dari program pembangunan, tetapi juga meninggalkan jejak kuat tentang semangat pengabdian, persatuan, dan gotong royong antara TNI dan rakyat demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.