Dispensasi Antar Anak Ke Sekolah, Aksi Nyata Kemenag Sinjai Perkuat Ketahanan Keluarga
Sinjai,DNID.co.id — Langkah strategis dalam mendukung penguatan Ketahanan Keluarga dan mengatasi fenomena fatherless menuju Indonesia Emas 2045 kini diwujudkan secara nyata di daerah.
Peniadaan apel pagi pada Senin kemarin (13/7/2026) secara resmi diterapkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai guna memberikan ruang bagi jajarannya dalam menyukseskan program nasional.
Kebijakan khusus tersebut diambil agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag Sinjai mendapatkan dukungan serta fleksibilitas waktu.
Mereka secara resmi diberi Dispensasi untuk melaksanakan aksi nyata mengantar anak ke sekolah pada hari pertama belajar.
Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Menurutnya, kehadiran figur orang tua secara langsung di lembaga pendidikan sangat penting untuk membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan kesiapan mental bagi peserta didik dalam memulai proses pembelajaran.
Suasana di berbagai satuan pendidikan pun terlihat berbeda dari biasanya.
Para pegawai tampak antusias memanfaatkan momentum ini untuk mendampingi buah hati mereka demi memberikan motivasi belajar yang kuat sejak dini.
Salah satu aparatur yang memanfaatkan kebijakan ini adalah Muh. Nuch Hatib, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinjai Utara.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dalam momentum hari pertama sekolah memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam.
“Hal ini menjadi sangat penting karena isu untuk ketahanan keluarga saat ini telah menjadi prioritas utama dari pemerintah. Kita harus pahami bersama bahwa jika fondasi keluarga ini kuat, maka secara otomatis negara juga akan menjadi kuat. Oleh karena itu, kehadiran nyata seorang ayah sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi langsung agar anak-anak tetap bersemangat dan ceria dalam bersekolah,” ungkap Muh. Nuch Hatib.
Melalui implementasi gerakan GAMAS ini, instansi vertikal tersebut berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat luas di Kabupaten Sinjai mengenai pentingnya kolaborasi antara lingkungan rumah dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter serta mutu generasi masa depan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Sinjai,DNID.co.id — Langkah strategis dalam mendukung penguatan ketahanan keluarga dan mengatasi fenomena fatherless menuju Indonesia Emas 2045 kini diwujudkan secara nyata di daerah.
Peniadaan apel pagi pada Senin kemarin (13/7/2026) secara resmi diterapkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai guna memberikan ruang bagi jajarannya dalam menyukseskan program nasional.
Kebijakan khusus tersebut diambil agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag Sinjai mendapatkan dukungan serta fleksibilitas waktu.
Mereka secara resmi diberi dispensasi untuk melaksanakan aksi nyata mengantar anak ke sekolah pada hari pertama belajar.
Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Menurutnya, kehadiran figur orang tua secara langsung di lembaga pendidikan sangat penting untuk membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri, serta memberikan kesiapan mental bagi peserta didik dalam memulai proses pembelajaran.
Suasana di berbagai satuan pendidikan pun terlihat berbeda dari biasanya.
Para pegawai tampak antusias memanfaatkan momentum ini untuk mendampingi buah hati mereka demi memberikan motivasi belajar yang kuat sejak dini.
Salah satu aparatur yang memanfaatkan kebijakan ini adalah Muh. Nuch Hatib, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinjai Utara.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dalam momentum hari pertama sekolah memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam.
"Hal ini menjadi sangat penting karena isu untuk ketahanan keluarga saat ini telah menjadi prioritas utama dari pemerintah. Kita harus pahami bersama bahwa jika fondasi keluarga ini kuat, maka secara otomatis negara juga akan menjadi kuat. Oleh karena itu, kehadiran nyata seorang ayah sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi langsung agar anak-anak tetap bersemangat dan ceria dalam bersekolah," ungkap Muh. Nuch Hatib.
Melalui implementasi gerakan GAMAS ini, instansi vertikal tersebut berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat luas di Kabupaten Sinjai mengenai pentingnya kolaborasi antara lingkungan rumah dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter serta mutu generasi masa depan.