Kenang Jasa Pahlawan, KKN MIT 22 Posko 149 Hadiri Tasyakuran HUT RI ke-81 Bersama Warga Sokokidul
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 Posko 149 UIN Walisongo Semarang turut menghadiri malam tasyakuran dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 bersama masyarakat Desa Sokokidul, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Sokokidul tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI yang mempertemukan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam suasana kebersamaan.
Mahasiswa KKN turut hadir dalam momentum malam tasyakuran sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat Desa Sokokidul, sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan tradisi masyarakat selama menjalankan kegiatan KKN.
Rangkaian malam tasyakuran diawali dengan pembukaan dan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Memasuki acara inti, Kepala Desa Sokokidul, Bapak Muhsinin, S.E., menyampaikan sambutan terkait makna peringatan HUT RI serta pentingnya mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.
Dalam sambutannya, Bapak Muhsinin menyampaikan bahwa malam tasyakuran merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tidak serta-merta kita dapatkan. Ada perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk negara kita,” ujar Bapak Muhsinin.
Bapak Muhsinin juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Sokokidul mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya memperingati dan menyambut kemerdekaan. Hal tersebut terlihat dari partisipasi warga dalam memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di masing-masing RT sebagai bagian dari penyambutan HUT RI ke-81.
“Masyarakat Sokokidul sekarang sudah mulai sadar akan pentingnya memperingati kemerdekaan. Salah satunya dengan memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di masing-masing RT sebagai upaya menyambut HUT RI ke-81,” ujarnya.
Partisipasi tersebut merupakan salah satu bentuk sederhana dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Setelah sambutan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Romo Kiai Haji Masmudi Al-Hafidz. Pembacaan tahlil dan doa menjadi bagian penting dalam malam tasyakuran sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang yang telah gugur dalam perjuangan.
Doa dipanjatkan agar amal ibadah para pejuang yang telah mendahului diterima oleh Allah SWT serta diberikan ketenteraman. Selain itu, masyarakat juga memanjatkan doa agar Desa Sokokidul senantiasa mendapatkan rahmat, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT.
Kehadiran mahasiswa KKN MIT 22 Posko 149 dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut merasakan suasana kebersamaan warga dalam memperingati HUT RI ke-81. Azi, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 149, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk semakin mengenal masyarakat Desa Sokokidul.
“Kami senang bisa ikut hadir dan berkumpul bersama warga dalam malam tasyakuran ini. Selama KKN, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk semakin mengenal dan dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Desa Sokokidul,” ungkapnya
Setelah seluruh rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Pemerintah Desa Sokokidul mempersilakan para tamu undangan dan warga untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat dan mahasiswa KKN berkumpul bersama, menikmati hidangan, serta berbincang dalam suasana kekeluargaan.
Malam tasyakuran HUT RI ke-81 tersebut menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Desa Sokokidul untuk memperingati kemerdekaan dengan penuh rasa syukur. Bagi mahasiswa KKN MIT 22 Posko 149, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk memahami nilai kebersamaan yang tumbuh dalam kehidupan sosial warga.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui rasa syukur, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, partisipasi masyarakat, dan kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kenang Jasa Pahlawan, KKN MIT 22 Posko 149 Hadiri Tasyakuran HUT RI ke-81 Bersama Warga Sokokidul
SENIN, 17 AGUSTUS 2026
DEMAK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 Posko 149 UIN Walisongo Semarang turut menghadiri malam tasyakuran dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 bersama masyarakat Desa Sokokidul, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Sokokidul tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI yang mempertemukan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam suasana kebersamaan.
Mahasiswa KKN turut hadir dalam momentum malam tasyakuran sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat Desa Sokokidul, sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan tradisi masyarakat selama menjalankan kegiatan KKN.
Rangkaian malam tasyakuran diawali dengan pembukaan dan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Memasuki acara inti, Kepala Desa Sokokidul, Bapak Muhsinin, S.E., menyampaikan sambutan terkait makna peringatan HUT RI serta pentingnya mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.
Dalam sambutannya, Bapak Muhsinin menyampaikan bahwa malam tasyakuran merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.
“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tidak serta-merta kita dapatkan. Ada perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk negara kita,” ujar Bapak Muhsinin.
Bapak Muhsinin juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Sokokidul mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya memperingati dan menyambut kemerdekaan. Hal tersebut terlihat dari partisipasi warga dalam memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di masing-masing RT sebagai bagian dari penyambutan HUT RI ke-81.
“Masyarakat Sokokidul sekarang sudah mulai sadar akan pentingnya memperingati kemerdekaan. Salah satunya dengan memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di masing-masing RT sebagai upaya menyambut HUT RI ke-81,” ujarnya.
Partisipasi tersebut merupakan salah satu bentuk sederhana dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Setelah sambutan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Romo Kiai Haji Masmudi Al-Hafidz. Pembacaan tahlil dan doa menjadi bagian penting dalam malam tasyakuran sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang yang telah gugur dalam perjuangan.
Doa dipanjatkan agar amal ibadah para pejuang yang telah mendahului diterima oleh Allah SWT serta diberikan ketenteraman. Selain itu, masyarakat juga memanjatkan doa agar Desa Sokokidul senantiasa mendapatkan rahmat, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT.
Kehadiran mahasiswa KKN MIT 22 Posko 149 dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut merasakan suasana kebersamaan warga dalam memperingati HUT RI ke-81. Azi, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 Posko 149, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk semakin mengenal masyarakat Desa Sokokidul.
“Kami senang bisa ikut hadir dan berkumpul bersama warga dalam malam tasyakuran ini. Selama KKN, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk semakin mengenal dan dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Desa Sokokidul,” ungkapnya
Setelah seluruh rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Pemerintah Desa Sokokidul mempersilakan para tamu undangan dan warga untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat dan mahasiswa KKN berkumpul bersama, menikmati hidangan, serta berbincang dalam suasana kekeluargaan.
Malam tasyakuran HUT RI ke-81 tersebut menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Desa Sokokidul untuk memperingati kemerdekaan dengan penuh rasa syukur. Bagi mahasiswa KKN MIT 22 Posko 149, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk memahami nilai kebersamaan yang tumbuh dalam kehidupan sosial warga.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui rasa syukur, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, partisipasi masyarakat, dan kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang.