Dorong Pemanfaatan Pekarangan, KKN Posko 93 Tanam Beragam TOGA di Tlogoweru
DEMAK — Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 93 bersama warga menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lahan samping Posyandu Pembantu (Pustu) Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN di bidang kesehatan dan lingkungan. Penanaman TOGA dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus mengenalkan berbagai tanaman yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tanaman yang ditanam antara lain temu kunci, lidah buaya, jeruk nipis, daun mint, sambung nyawa, serai, lengkuas, kunyit, dan daun pandan.
Proses penanaman melibatkan enam warga sekitar. Mahasiswa dan warga bekerja sama mulai dari membersihkan lahan, menyiapkan media tanam, hingga menanam berbagai jenis TOGA di area yang telah ditentukan.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan KKN Posko 93, Melinda, mengatakan kegiatan berjalan lancar berkat dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Warga juga ikut membantu dalam proses penanaman TOGA,” ujar Melinda.
Salah seorang warga, Kusmiharsih Mayang, menyambut positif program penanaman TOGA di lingkungan Pustu. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan untuk tanaman yang berguna.
“Menurut saya sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat Desa Tlogoweru,” kata Kusmiharsih.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat, khususnya para ibu, untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah sebagai tempat menanam tanaman obat maupun tanaman yang bermanfaat lainnya.
“Kalau menurut saya, kegiatannya sangat cocok. Nanti ibu-ibu yang lain bisa mencontoh dan memanfaatkan pekarangan rumahnya,” imbuhnya.
Mahasiswa KKN Posko 93 berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat. Keberadaan TOGA di lingkungan Pustu diharapkan tidak hanya memperindah dan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terhadap pemanfaatan tanaman yang berguna bagi keluarga.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah sederhana untuk mendorong budaya memanfaatkan pekarangan secara produktif serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dorong Pemanfaatan Pekarangan, KKN Posko 93 Tanam Beragam TOGA di Tlogoweru
RABU, 26 AGUSTUS 2026
DEMAK — Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 93 bersama warga menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lahan samping Posyandu Pembantu (Pustu) Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN di bidang kesehatan dan lingkungan. Penanaman TOGA dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sekaligus mengenalkan berbagai tanaman yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tanaman yang ditanam antara lain temu kunci, lidah buaya, jeruk nipis, daun mint, sambung nyawa, serai, lengkuas, kunyit, dan daun pandan.
Proses penanaman melibatkan enam warga sekitar. Mahasiswa dan warga bekerja sama mulai dari membersihkan lahan, menyiapkan media tanam, hingga menanam berbagai jenis TOGA di area yang telah ditentukan.
Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan KKN Posko 93, Melinda, mengatakan kegiatan berjalan lancar berkat dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Warga juga ikut membantu dalam proses penanaman TOGA,” ujar Melinda.
Salah seorang warga, Kusmiharsih Mayang, menyambut positif program penanaman TOGA di lingkungan Pustu. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan untuk tanaman yang berguna.
“Menurut saya sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat Desa Tlogoweru,” kata Kusmiharsih.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat, khususnya para ibu, untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah sebagai tempat menanam tanaman obat maupun tanaman yang bermanfaat lainnya.
“Kalau menurut saya, kegiatannya sangat cocok. Nanti ibu-ibu yang lain bisa mencontoh dan memanfaatkan pekarangan rumahnya,” imbuhnya.
Mahasiswa KKN Posko 93 berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat. Keberadaan TOGA di lingkungan Pustu diharapkan tidak hanya memperindah dan memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terhadap pemanfaatan tanaman yang berguna bagi keluarga.
Program tersebut sekaligus menjadi langkah sederhana untuk mendorong budaya memanfaatkan pekarangan secara produktif serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.