Semarak Peringatan HUT Ke-81 RI di Sekolah Indonesia Makkah: Diwarnai Penampilan Lomba hingga Bazar KKN
MAKKAH — Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak hanya dirasakan di Tanah Air, tetapi juga bergema hingga ke Arab Saudi. Sekolah Indonesia Makkah (SIM) secara rutin menggelar upacara bendera dan rangkaian perayaan Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026).
Peringatan tahun ini berlangsung makin meriah dengan hadirnya Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Arab Saudi dari tiga perguruan tinggi Indonesia, yaitu UIN Walisongo Semarang, UIN Antasari Banjarmasin, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Selain upacara bendera, acara diisi dengan penampilan pemenang lomba 17-an, bazar, hingga pelepasan mahasiswa KKN.
Upacara bendera dimulai tepat pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS) di gedung serba guna SIM. Kepala Sekolah SIM sekaligus Pembina Upacara, Mustofa, dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam mengenai arti kemerdekaan dan rasa syukur atas berdirinya SIM di Tanah Haram.
“Kemerdekaan selama 81 tahun ini membutuhkan perjuangan sungguh-sungguh, semangat juang tinggi, serta pengorbanan untuk mempertahankannya. Kita juga bersyukur Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin berdirinya Sekolah Indonesia Makkah sejak tahun 2000. Tepat pada 17 Juli lalu, sekolah kita memasuki usia ke-26 tahun, dan perayaannya kita selenggarakan bersamaan dengan peringatan HUT RI hari ini,” ujar Mustofa.
Ia menambahkan bahwa saat ini SIM telah menampung 400 peserta didik dan meluluskan banyak alumni yang sukses, baik yang melanjutkan karier di Indonesia, Arab Saudi, maupun negara lain.
Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental. Seluruh peserta upacara—mulai dari guru, siswa, mahasiswa KKN, hingga orang tua siswa—mengenakan pakaian adat daerah dan batik. Gedung serba guna SIM dipadati oleh para wali murid yang sangat antusias menghadiri acara tersebut.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan pertunjukan bakat dari para pemenang lomba 17-an yang dipandu oleh pengurus OSIS. Suasana haru mewarnai penghujung acara saat prosesi pelepasan mahasiswa KKN. Perwakilan dari UIN Antasari Banjarmasin, UPI Bandung, dan UIN Walisongo Semarang menyampaikan pesan, kesan, serta ucapan terima kasih atas kesempatan mengabdi di SIM.
Tak kalah menarik, area bazar kuliner khas Nusantara turut memanjakan para pengunjung dengan sajian seperti lontong pecel, bakso, dimsum, hingga es teh.
Di antara deretan stan makanan, stan mahasiswa KKN UIN Walisongo menarik perhatian khusus. Mereka menghadirkan konsep interaktif berupa pembuatan gelang manik-manik dan gantungan kunci kain flanel secara langsung. Para siswa tidak hanya dapat membeli produk yang sudah jadi, tetapi juga diajak belajar membuat kreasinya sendiri sesuai warna dan model yang diinginkan.
“Setelah upacara selesai, stan kami langsung diserbu. Kami bahkan kewalahan menjaga stan berdua karena para siswi sangat antusias untuk belajar membuat gelang sendiri ketimbang sekadar membeli yang sudah jadi,” ungkap Aqilatunnaja, salah satu anggota tim KKN UIN Walisongo.
Rangkaian acara peringatan HUT ke-81 RI di SIM pun ditutup dengan lancar dan penuh kenangan manis bagi seluruh warga sekolah maupun mahasiswa pengabdi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Semarak Peringatan HUT Ke-81 RI di Sekolah Indonesia Makkah: Diwarnai Penampilan Lomba hingga Bazar KKN
SELASA, 18 AGUSTUS 2026
MAKKAH — Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak hanya dirasakan di Tanah Air, tetapi juga bergema hingga ke Arab Saudi. Sekolah Indonesia Makkah (SIM) secara rutin menggelar upacara bendera dan rangkaian perayaan Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026).
Peringatan tahun ini berlangsung makin meriah dengan hadirnya Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Arab Saudi dari tiga perguruan tinggi Indonesia, yaitu UIN Walisongo Semarang, UIN Antasari Banjarmasin, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Selain upacara bendera, acara diisi dengan penampilan pemenang lomba 17-an, bazar, hingga pelepasan mahasiswa KKN.
Upacara bendera dimulai tepat pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS) di gedung serba guna SIM. Kepala Sekolah SIM sekaligus Pembina Upacara, Mustofa, dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam mengenai arti kemerdekaan dan rasa syukur atas berdirinya SIM di Tanah Haram.
"Kemerdekaan selama 81 tahun ini membutuhkan perjuangan sungguh-sungguh, semangat juang tinggi, serta pengorbanan untuk mempertahankannya. Kita juga bersyukur Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin berdirinya Sekolah Indonesia Makkah sejak tahun 2000. Tepat pada 17 Juli lalu, sekolah kita memasuki usia ke-26 tahun, dan perayaannya kita selenggarakan bersamaan dengan peringatan HUT RI hari ini," ujar Mustofa.
Ia menambahkan bahwa saat ini SIM telah menampung 400 peserta didik dan meluluskan banyak alumni yang sukses, baik yang melanjutkan karier di Indonesia, Arab Saudi, maupun negara lain.
Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental. Seluruh peserta upacara—mulai dari guru, siswa, mahasiswa KKN, hingga orang tua siswa—mengenakan pakaian adat daerah dan batik. Gedung serba guna SIM dipadati oleh para wali murid yang sangat antusias menghadiri acara tersebut.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan pertunjukan bakat dari para pemenang lomba 17-an yang dipandu oleh pengurus OSIS. Suasana haru mewarnai penghujung acara saat prosesi pelepasan mahasiswa KKN. Perwakilan dari UIN Antasari Banjarmasin, UPI Bandung, dan UIN Walisongo Semarang menyampaikan pesan, kesan, serta ucapan terima kasih atas kesempatan mengabdi di SIM.
Tak kalah menarik, area bazar kuliner khas Nusantara turut memanjakan para pengunjung dengan sajian seperti lontong pecel, bakso, dimsum, hingga es teh.
Di antara deretan stan makanan, stan mahasiswa KKN UIN Walisongo menarik perhatian khusus. Mereka menghadirkan konsep interaktif berupa pembuatan gelang manik-manik dan gantungan kunci kain flanel secara langsung. Para siswa tidak hanya dapat membeli produk yang sudah jadi, tetapi juga diajak belajar membuat kreasinya sendiri sesuai warna dan model yang diinginkan.
"Setelah upacara selesai, stan kami langsung diserbu. Kami bahkan kewalahan menjaga stan berdua karena para siswi sangat antusias untuk belajar membuat gelang sendiri ketimbang sekadar membeli yang sudah jadi," ungkap Aqilatunnaja, salah satu anggota tim KKN UIN Walisongo.
Rangkaian acara peringatan HUT ke-81 RI di SIM pun ditutup dengan lancar dan penuh kenangan manis bagi seluruh warga sekolah maupun mahasiswa pengabdi.