Remaja 15 Tahun Dilaporkan, Pria 23 Tahun Ditahan

MENTOK, DNID.co.id — Polres Bangka Barat menetapkan seorang pria berusia 23 tahun sebagai tersangka dan menahannya dalam perkara dugaan persetubuhan terhadap anak berusia 15 tahun di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Perkara tersebut terungkap setelah keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana kepada kepolisian.

Kasus bermula pada Rabu (12/8/2026), ketika korban diketahui belum kembali ke rumah setelah pergi bersama tersangka. Keluarga kemudian melakukan pencarian hingga korban ditemukan di wilayah Belinyu pada Jumat (14/8/2026).

Setelah korban kembali bersama keluarga, muncul keterangan yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Keluarga kemudian melaporkan perkara tersebut kepada polisi untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso, membenarkan penanganan perkara tersebut.

“Perkara yang melibatkan anak menjadi perhatian serius kami. Penyidik melakukan penanganan secara profesional dan tetap mengedepankan perlindungan serta kepentingan terbaik bagi korban,” kata Yos, Senin (24/8/2026).

Setelah menerima laporan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Barat berkoordinasi dengan Polsek Jebus. Polisi melakukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk menguji rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

Tersangka kemudian dibawa ke Polres Bangka Barat pada Sabtu (15/8/2026) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan, polisi menetapkannya sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Polisi juga mengamankan pakaian yang dikenakan korban sebagai bagian dari barang bukti dalam proses penyidikan. Namun, rincian materi penyidikan dan kondisi korban tidak diungkapkan untuk menjaga kepentingan terbaik serta perlindungan terhadap anak.

“Tersangka sudah ditahan dan proses hukum masih berjalan. Kami juga memastikan hak-hak korban tetap diperhatikan selama proses penanganan perkara,” ujar Yos.

Uji Fakta dan Akuntabilitas

Penetapan tersangka dan penahanan menunjukkan perkara telah masuk tahap penanganan hukum yang lebih serius. Namun, status tersangka bukan putusan bersalah. Pembuktian tetap menjadi kewenangan proses peradilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penyidik kini berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk melengkapi berkas perkara. Tahap tersebut menjadi penting untuk memastikan alat bukti, keterangan saksi, serta konstruksi perkara telah memenuhi ketentuan sebelum proses hukum berlanjut.

Dalam perkara yang melibatkan anak, penanganan tidak hanya berorientasi pada pembuktian pidana, tetapi juga perlindungan korban. Karena itu, identitas korban dan informasi yang dapat membuka jati dirinya perlu dijaga.

Polres Bangka Barat mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak dan segera melaporkan dugaan tindak pidana yang melibatkan anak kepada aparat berwenang.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian publik mengenai pentingnya respons cepat keluarga dan aparat ketika anak tidak diketahui keberadaannya. Penanganan transparan, perlindungan korban, serta proses hukum yang akuntabel menjadi kunci agar perkara berjalan tanpa mengorbankan hak anak.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 24 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI DNID.CO.ID BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRES BANGKA BARAT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan
Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman
Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:45 WITA

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 08:13 WITA

Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 01:43 WITA

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman

Sabtu, 7 November 2026 - 01:26 WITA

Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WITA

Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena

Berita Terbaru