KKN MIT Posko 105 Edukasi Siswa SD Kendaldoyong tentang Bahaya Bullying

Mahasiswa KKN UIN Walisongo menyampaikan materi sosialisasi anti-bullying kepada siswa. (dok. KKN UIN Walisongo Posko 105)

Mahasiswa KKN UIN Walisongo menyampaikan materi sosialisasi anti-bullying kepada siswa. (dok. KKN UIN Walisongo Posko 105)

DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 105 menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa SD Kendaldoyong 01, Kabupaten Demak, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Sosialisasi dikemas secara komunikatif dan interaktif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Setelah pembukaan dan perkenalan, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai pertemanan, pengalaman ketika mendapat perlakuan tidak menyenangkan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat teman menjadi korban bullying.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian, ciri-ciri, jenis, dampak, serta cara mencegah bullying. Mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan, pengucilan, maupun tindakan di ruang digital.

Sejumlah contoh yang diberikan kepada siswa antara lain memukul, mendorong, mengambil barang teman secara paksa, mengejek kondisi fisik, memberikan julukan yang tidak disukai, mempermalukan, hingga sengaja mengucilkan teman dari kelompok bermain.

Mahasiswa juga mengajak siswa memahami perbedaan antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Candaan yang membuat seseorang merasa sedih, takut, malu, atau tidak nyaman perlu dihentikan dan tidak boleh dijadikan alasan untuk terus mengganggu teman.

Dalam sesi diskusi, seorang siswa mengaku baru memahami bahwa kebiasaan mengejek teman secara terus-menerus juga dapat termasuk bullying.

“Saya baru tahu kalau mengejek teman terus-menerus juga termasuk bullying. Saya kira bullying itu cuma memukul atau mendorong,” ujar salah seorang siswa.

Mahasiswa kemudian menekankan pentingnya keberanian untuk menghentikan perilaku bullying dengan cara yang aman. Siswa tidak dianjurkan membalas dengan kekerasan, melainkan meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Ketika ditanya mengenai tindakan yang akan dilakukan jika melihat temannya diejek, salah seorang siswa menjawab, “Saya akan bilang jangan mengejek. Kalau masih dilakukan, saya akan bilang ke guru.”

Jawaban tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa dan siswa lainnya. Mahasiswa menjelaskan bahwa membantu korban tidak harus dilakukan dengan berkelahi. Melaporkan kejadian kepada guru atau orang dewasa merupakan langkah yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Salah seorang guru SD Kendaldoyong 01 turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, siswa perlu terus mendapatkan pengingat mengenai cara berteman yang baik karena tindakan mengejek terkadang masih dianggap sebagai candaan.

“Anak-anak memang perlu sering diingatkan tentang cara berteman yang baik. Kadang mereka menganggap mengejek sebagai hal biasa, padahal temannya belum tentu merasa senang. Sosialisasi seperti ini membantu guru mengingatkan kembali dengan bahasa yang lebih dekat dengan dunia anak,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti materi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan contoh perilaku dalam pertemanan, serta mengikuti diskusi yang diberikan mahasiswa.

Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, mahasiswa juga menanamkan nilai empati kepada siswa dengan mengajak mereka memahami perasaan seseorang yang diejek atau dikucilkan. Pesan tersebut disampaikan melalui percakapan dan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 105 berharap siswa SD Kendaldoyong 01 semakin peka terhadap perasaan teman dan mampu membangun kebiasaan positif dalam pergaulan.

Pencegahan bullying diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai larangan, tetapi diterapkan melalui tindakan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, berbicara dengan sopan, tidak mengucilkan teman, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta berani melapor ketika menemukan tindakan yang menyakiti orang lain.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MIT Posko 105 dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang ramah anak, sekaligus mendorong siswa untuk saling menjaga, menghargai, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 27 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru