Resmi Dibuka, OMI Tingkat Kabupaten Pangkep, 315 Siswa Unjuk Talenta dan Prestasi
Pangkep,DNID.co.id — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Pangkep resmi dibuka, Senin (7/9/2026), di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkep. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep.
OMI tahun ini mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026, dan diikuti sebanyak 315 peserta didik dari berbagai jenjang madrasah dan sekolah sederajat se-Kabupaten Pangkep.
Ratusan peserta tersebut terdiri atas 41 siswa jenjang MI/SD, 107 siswa jenjang MTS/SMP, serta 167 siswa jenjang MA/SMA.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Pangkep, H. Ramli Rasyid, menyampaikan OMI merupakan momentum penting dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki.
Menurutnya, kompetisi akademik seperti OMI tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan kepercayaan diri, serta pengembangan kemampuan peserta didik.
“OMI ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan belajar menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Kakan Kemenag Pangkep.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kompetisi dengan penuh semangat serta memberikan kemampuan terbaik. Menurutnya, setiap peserta memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang perlu terus dikembangkan.
Tema OMI tahun ini, lanjutnya, juga memiliki makna strategis dalam membangun generasi madrasah yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang sains, tetapi juga memiliki landasan nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap lingkungan.
Islam, sains, dan ekoteologi diharapkan dapat menjadi bagian yang saling menguatkan dalam membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Harapan kita, melalui OMI ini lahir peserta didik madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, inovatif, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Pangkep juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi peserta didik sekaligus memetakan potensi dan talenta siswa untuk dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat “Islam, Sains, dan Ekoteologi”, sebanyak 315 peserta siap berkompetisi selama tiga hari untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik madrasah masing-masing.(*)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Resmi Dibuka, OMI Tingkat Kabupaten Pangkep, 315 Siswa Unjuk Talenta dan Prestasi
SELASA, 8 SEPTEMBER 2026
Pangkep,DNID.co.id — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Pangkep resmi dibuka, Senin (7/9/2026), di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkep. Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep.
OMI tahun ini mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026, dan diikuti sebanyak 315 peserta didik dari berbagai jenjang madrasah dan sekolah sederajat se-Kabupaten Pangkep.
Ratusan peserta tersebut terdiri atas 41 siswa jenjang MI/SD, 107 siswa jenjang MTS/SMP, serta 167 siswa jenjang MA/SMA.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Pangkep, H. Ramli Rasyid, menyampaikan OMI merupakan momentum penting dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki.
Menurutnya, kompetisi akademik seperti OMI tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan kepercayaan diri, serta pengembangan kemampuan peserta didik.
“OMI ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan belajar menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Kakan Kemenag Pangkep.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kompetisi dengan penuh semangat serta memberikan kemampuan terbaik. Menurutnya, setiap peserta memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang perlu terus dikembangkan.
Tema OMI tahun ini, lanjutnya, juga memiliki makna strategis dalam membangun generasi madrasah yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang sains, tetapi juga memiliki landasan nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap lingkungan.
Islam, sains, dan ekoteologi diharapkan dapat menjadi bagian yang saling menguatkan dalam membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Harapan kita, melalui OMI ini lahir peserta didik madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, inovatif, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Pangkep juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi peserta didik sekaligus memetakan potensi dan talenta siswa untuk dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat “Islam, Sains, dan Ekoteologi”, sebanyak 315 peserta siap berkompetisi selama tiga hari untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik madrasah masing-masing.(*)