Tak Pindah Gudang! Ini Pola Baru Penimbunan Solar Subsidi LK di Bone Pakai Sistem Gudang Keliling

 

Pengambilan hanya di SPBU Taccipi Ulaweng. Hasil sedotan disimpan di rumah “pasedot”, diangkut pakai pick up putih saat ada pembeli

 

Bone, DNID.co.id — Dugaan praktik penimbunan Biosolar subsidi di Kabupaten Bone disebut belum berhenti. Warga menyebut gudang utama milik LK tidak berpindah, tapi sistem operasinya kini diubah menjadi gudang keliling.

Menurut keterangan warga, cara ini dipakai untuk menghindari pantauan.

“Kata warga Gudang LK tidak berpindah cuman polanya yang berubah. Mobil-mobil yang ikut antri itu nanti disedot untuk dipindahkan ke jerigen. Itu dikumpul di rumahnya yang pasedot dia,” ujar seorang warga kepada DNID.co.id, Rabu (29/7/2026).

Dalam sistem baru ini, hasil sedotan tidak langsung dibawa ke satu titik. Setiap “pasedot” diminta menyimpan di rumahnya masing-masing.

“Masing-masing pasedot simpan di rumahnya. Nanti kalau ada pembeli yang datang baru pergi na jemput itu semua solar-solarnya. Jadi dia pisah-pisah,” lanjutnya.

Warga juga menyebut ada yang disimpan di dekat SPBU.

“Barangnya itu disebar, tidak na kumpulkan satu tempat. Ada juga dia simpan dekat SPBU. Kalau rumahnya pemilik mobil pasedot memungkinkan untuk ditempati solar subsidi, disimpan di situ,” katanya.

“Nanti kalau ada pembeli baru dijemput. Kalau mobil-mobil yang dari Lapri dan yang jauh, tetap dibongkar di rumahnya LK,” tambahnya.

Salah satu ciri kendaraan yang sering terlihat datang menjemput Solar subsidi yang di tampung LK mobil Pic Up Putih.

“Mobil pick up putih yang sering saya lihat ambil barangnya,” ujar warga tersebut.

Mobil itu diduga digunakan untuk menjemput hasil sedotan dari rumah-rumah “pasedot” lalu dibawa ke pembeli.

Warga menegaskan pengambilan Biosolar subsidi hanya dilakukan di satu lokasi.

“Dia itu ambil di SPBU Taccipi, Ulaweng Kabupaten Bone. Kebanyakan mobil-mobil pasedot itu na kasih LK. Jalan terus itu LK,” katanya.

Keterangan ini mengoreksi dugaan sebelumnya yang menyebut ada beberapa SPBU. Berdasarkan informasi terbaru, fokus pengambilan disebut hanya di SPBU Taccipi.

Sebelumnya, dua narasumber juga mengaku masih melihat aktivitas pada Jumat (24/7/2026) malam di Desa Ureng.

“Jalan ji barusan lewat mobilnya ambil solarnya LK di daerah Desa Ureng. Pengambilannya LK di SPBU Ulaweng,” ujar salah satu narasumber.

Pola “gudang keliling” ini dinilai warga mempersulit pengawasan APH. Dampaknya langsung ke masyarakat kecil.

“Kebanyakan itu pa sedot. Banyak juga pakai pelat yang tidak sesuai dengan barcode,” kata Nasir, sopir yang ditemui saat antre di SPBU.

Nelayan dan sopir angkutan disebut paling terdampak karena antrean lebih panjang dan rawan kehabisan pasokan subsidi.

Atas temuan ini, warga mendesak aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan lokasi penampungan, termasuk memeriksa kendaraan pick up putih yang disebut.

BPH Migas juga diminta memeriksa distribusi, sementara Pertamina Patra Niaga didorong mengaudit dan mengevaluasi penyaluran Biosolar subsidi di SPBU Taccipi, Kecamatan Ulaweng.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi di atas masih berdasarkan keterangan sejumlah narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi ke Polres Bone, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU Taccipi, serta pihak “LK” yang namanya disebut dalam keterangan warga.

Apabila telah diperoleh klarifikasi atau hasil penyelidikan resmi, berita ini akan diperbarui dengan tetap menjunjung asas keberimbangan dan praduga tak bersalah.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 29 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WITA

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda Sulsel Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh Personel

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA