Dari Desa Kimak, Kudan Menjaga Warisan Gambus Agar Tetap Hidup Lintas Generasi

BANGKA, DNID.co.id — Di tengah derasnya perkembangan musik modern, kesenian gambus di Kabupaten Bangka masih berupaya mempertahankan denyutnya. Salah satu yang konsisten mengambil peran itu adalah Kudan alias Saridan, putra Desa Kimak, Kecamatan Merawang, yang terus berkarya sekaligus memperkenalkan musik gambus kepada masyarakat.

Upaya Kudan bukan sekadar memainkan musik tradisional. Ia menempatkan gambus sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dirawat agar tidak kehilangan tempat di tengah perubahan selera dan perkembangan zaman. Dari Desa Kimak, Kudan bersama para pemusik setempat terus memainkan kesenian tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.

Menurut Kudan, gambus memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar hiburan. “Musik gambus bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga keberadaannya,” ujar Kudan.

Pernyataan itu menggambarkan persoalan yang lebih luas dalam pelestarian seni tradisional: bagaimana kesenian daerah tetap hidup ketika generasi muda semakin banyak berhadapan dengan beragam bentuk hiburan dan budaya populer.

Kudan memilih jalur berkarya sebagai salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut. Ia berharap musik gambus tidak berhenti sebagai kesenian yang hanya dikenal di lingkungan tertentu, tetapi dapat berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Melalui kegiatan bermusik, saya berharap kesenian daerah dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, tidak hanya di Bangka Belitung tetapi juga hingga tingkat nasional,” katanya.

Semangat tersebut menjadikan aktivitas bermusik Kudan dan para pemusik di Desa Kimak bukan sekadar kegiatan seni, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada publik.

Gambus sendiri memiliki nilai budaya dan sejarah sebagai salah satu tradisi musik daerah. Keberlangsungannya sangat bergantung pada adanya pelaku seni yang bersedia memainkan, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada generasi berikutnya.

Di titik inilah kiprah Kudan menjadi penting. Ia menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu berlangsung melalui panggung besar atau institusi formal. Dari sebuah desa, musik tradisional dapat terus dimainkan dan diperkenalkan dengan harapan menemukan ruang yang lebih luas.

Bagi Kudan, perjalanan tersebut belum berhenti. Musik gambus dari Desa Kimak diharapkan mampu menembus batas lokal dan mendapat perhatian lebih luas hingga tingkat nasional.

Upaya itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan kesenian tradisional sangat ditentukan oleh keberanian generasi sekarang untuk terus memainkannya. Ketika musik gambus tetap dimainkan, diperkenalkan, dan diwariskan, identitas budaya daerah memiliki peluang untuk terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 19 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: HERWANDI

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif
Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran
Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:04 WITA

Polresta Pangkalpinang Dorong Pemuda Produksi Konten Digital Positif dan Edukatif

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WITA

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Berita Terbaru