Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Makassar, DNID.co.d— Warga di Jalan Tinumbu, lrg 142   Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah menghadapi kondisi kekeringan selama kurang lebih lima bulan.

Sebanyak 456 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.000 warga terdampak akibat terbatasnya akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Baitulmaal Muamalat (BMM) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Sabtu (19/9). Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses air bersih di Kota Makassar.

Pimpinan BMM, Nugrah Yatna Utama, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari upaya BMM untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Kami melihat kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga. Karena itu, BMM berupaya hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Jl. Tinumbu,” ujar Nugrah.

Sementara itu, Ketua RT 06, Dina Mariana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BMM atas bantuan air bersih yang diberikan kepada warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baitulmaal Muamalat yang telah membantu warga kami dengan menyalurkan air bersih. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat karena sudah sekitar lima bulan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Dina.

Dina berharap bantuan serupa dapat terus diberikan selama kondisi kekeringan dan keterbatasan akses air bersih masih berlangsung.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 20 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Yunus

Editor: Mursalim Thahr

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran
FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor
Oknum Honorer Pendidikan S1 di Bone Tertangkap Bawa Sabu di Jalan Merdeka, Dua Rekannya Ikut Diciduk
Rp140 Juta Dibayar ke Pemilik Alat, Bukan Kontraktor, Pengerukan Rp800 Juta Banjir Bone Kini Dipertanyakan Secara Hukum
Surat Kuasa 14 Juli 2026 Seret Lurah Mampotu ke Sengketa Sertifikat Nomor 222, Netralitas Dipertanyakan
Haji Rahmi Mengaku Tak Tahu Uang Rp25 Juta, Kesaksian Haji Lawa dalam Video Viral Dipertanyakan
4 Tahun Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Industri Morowali, AW Disebut Pengendali Jaringan dari Bone
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WITA

Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WITA

Oknum Honorer Pendidikan S1 di Bone Tertangkap Bawa Sabu di Jalan Merdeka, Dua Rekannya Ikut Diciduk

Sabtu, 19 September 2026 - 15:51 WITA

Rp140 Juta Dibayar ke Pemilik Alat, Bukan Kontraktor, Pengerukan Rp800 Juta Banjir Bone Kini Dipertanyakan Secara Hukum

Sabtu, 19 September 2026 - 12:46 WITA

Surat Kuasa 14 Juli 2026 Seret Lurah Mampotu ke Sengketa Sertifikat Nomor 222, Netralitas Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:48 WITA

Haji Rahmi Mengaku Tak Tahu Uang Rp25 Juta, Kesaksian Haji Lawa dalam Video Viral Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 08:46 WITA

4 Tahun Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Industri Morowali, AW Disebut Pengendali Jaringan dari Bone

Berita Terbaru