Penembokan Lahan Milik Akiong “AW” Roti Hampir Sebulan, Warga Komplek Aan Teler Keluhkan Debu
PANGKALPINANG,DNID.co.id —Aktivitas penembokan lahan di Jalan Tirta Darma II, RT 002/RW 001, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, dikeluhkan warga karena debu dari pekerjaan disebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Pekerjaan yang berlangsung hampir satu bulan itu disebut terjadi sejak pagi hingga sore dan berdampak pada warga di sekitar lokasi, terutama kawasan kontrakan Aan Teler Blok A dan Blok B.( Senin 28/09/2026).
Warga mengaku debu dari aktivitas pekerjaan beterbangan ke pekarangan hingga masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu karena pekerjaan berlangsung berulang selama hampir sebulan.
Dampak paling dirasakan dalam aktivitas rumah tangga. Sejumlah warga mengaku kesulitan menjemur pakaian ketika pekerjaan berlangsung karena khawatir pakaian yang baru dicuci kembali terkena debu.
“Setiap pagi sampai sore ada pekerjaan. Debunya masuk ke rumah dan mengotori halaman. Kami juga jadi tidak bisa menjemur pakaian karena takut terkena debu,” keluh seorang warga.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan sekadar gangguan sesaat. Debu muncul berulang ketika aktivitas penembokan dilakukan, sehingga pekarangan, rumah, pakaian, dan aktivitas harian masyarakat di sekitar lokasi ikut terdampak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pekerjaan tersebut berkaitan dengan lahan milik pengusaha pembuat roti AW Roti yang dikenal warga dengan nama Akiong atau Beni.
Warga menegaskan mereka tidak bermaksud menghentikan pekerjaan maupun melarang pihak terkait menggunakan lahannya. Mereka justru meminta agar aktivitas tersebut tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan permukiman.
Sejumlah warga meminta solusi konkret untuk mengendalikan debu selama pekerjaan berlangsung. Usulan yang disampaikan antara lain penyiraman secara berkala serta pemasangan pembatas atau penutup di sekitar area pekerjaan agar debu tidak mudah menyebar ke permukiman.
“Kami bukan melarang orang bekerja. Silakan pekerjaan dilanjutkan, tetapi tolong dicari solusinya supaya debu tidak masuk ke rumah dan mengganggu warga,” ujar warga lainnya.
Keluhan itu kemudian disampaikan warga melalui tim media. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim media berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Akiong atau Beni S. mengenai aktivitas pekerjaan sekaligus keluhan masyarakat sekitar.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pesan konfirmasi yang disampaikan tim media melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai keluhan tanpa penyelesaian. Mereka meminta adanya komunikasi antara pihak yang melakukan pekerjaan dan masyarakat sekitar untuk mencari langkah yang memungkinkan pekerjaan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan berulang bagi warga.
Bagi masyarakat sekitar, pekerjaan penembokan bukan persoalan yang harus dihentikan. Yang mereka persoalkan adalah dampak debu yang dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari selama pekerjaan berlangsung.
Dengan pekerjaan yang disebut telah berjalan hampir satu bulan, warga meminta solusi segera, terutama langkah pengendalian debu, agar aktivitas penembokan dapat dilanjutkan tanpa terus menimbulkan gangguan bagi lingkungan permukiman.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Penembokan Lahan Milik Akiong "AW" Roti Hampir Sebulan, Warga Komplek Aan Teler Keluhkan Debu
SENIN, 28 SEPTEMBER 2026
PANGKALPINANG,DNID.co.id —Aktivitas penembokan lahan di Jalan Tirta Darma II, RT 002/RW 001, Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, dikeluhkan warga karena debu dari pekerjaan disebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Pekerjaan yang berlangsung hampir satu bulan itu disebut terjadi sejak pagi hingga sore dan berdampak pada warga di sekitar lokasi, terutama kawasan kontrakan Aan Teler Blok A dan Blok B.( Senin 28/09/2026).
Warga mengaku debu dari aktivitas pekerjaan beterbangan ke pekarangan hingga masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu karena pekerjaan berlangsung berulang selama hampir sebulan.
Dampak paling dirasakan dalam aktivitas rumah tangga. Sejumlah warga mengaku kesulitan menjemur pakaian ketika pekerjaan berlangsung karena khawatir pakaian yang baru dicuci kembali terkena debu.
“Setiap pagi sampai sore ada pekerjaan. Debunya masuk ke rumah dan mengotori halaman. Kami juga jadi tidak bisa menjemur pakaian karena takut terkena debu,” keluh seorang warga.
Menurut warga, persoalan tersebut bukan sekadar gangguan sesaat. Debu muncul berulang ketika aktivitas penembokan dilakukan, sehingga pekarangan, rumah, pakaian, dan aktivitas harian masyarakat di sekitar lokasi ikut terdampak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pekerjaan tersebut berkaitan dengan lahan milik pengusaha pembuat roti AW Roti yang dikenal warga dengan nama Akiong atau Beni.
Warga menegaskan mereka tidak bermaksud menghentikan pekerjaan maupun melarang pihak terkait menggunakan lahannya. Mereka justru meminta agar aktivitas tersebut tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan permukiman.
Sejumlah warga meminta solusi konkret untuk mengendalikan debu selama pekerjaan berlangsung. Usulan yang disampaikan antara lain penyiraman secara berkala serta pemasangan pembatas atau penutup di sekitar area pekerjaan agar debu tidak mudah menyebar ke permukiman.
“Kami bukan melarang orang bekerja. Silakan pekerjaan dilanjutkan, tetapi tolong dicari solusinya supaya debu tidak masuk ke rumah dan mengganggu warga,” ujar warga lainnya.
Keluhan itu kemudian disampaikan warga melalui tim media. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim media berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Akiong atau Beni S. mengenai aktivitas pekerjaan sekaligus keluhan masyarakat sekitar.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pesan konfirmasi yang disampaikan tim media melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai keluhan tanpa penyelesaian. Mereka meminta adanya komunikasi antara pihak yang melakukan pekerjaan dan masyarakat sekitar untuk mencari langkah yang memungkinkan pekerjaan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan berulang bagi warga.
Bagi masyarakat sekitar, pekerjaan penembokan bukan persoalan yang harus dihentikan. Yang mereka persoalkan adalah dampak debu yang dinilai telah mengganggu aktivitas sehari-hari selama pekerjaan berlangsung.
Dengan pekerjaan yang disebut telah berjalan hampir satu bulan, warga meminta solusi segera, terutama langkah pengendalian debu, agar aktivitas penembokan dapat dilanjutkan tanpa terus menimbulkan gangguan bagi lingkungan permukiman.