Kapolda Sulsel Soroti Ancaman Keamanan dan Gesekan Internal, Brimob Diminta Tak Lengah
Makassar, DNID.co.id – Kesiapan menghadapi eskalasi gangguan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan personel dan kemampuan tempur. Disiplin, dukungan informasi yang akurat, serta soliditas antarsatuan juga menjadi perhatian Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin.
Pesan itu disampaikan saat mengunjungi Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (15/10/2026) pagi.
Di hadapan personel Makosatbrimob, Detasemen Gegana, dan Batalyon A Pelopor, Kapolda menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan sekaligus mencegah perselisihan di lingkungan internal Polri.
Menurut Awal Chairuddin, Brimob memiliki posisi strategis ketika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami eskalasi. Karena itu, kemampuan personel harus terus dipelihara melalui latihan rutin dan berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan keterampilan yang telah dimiliki.
“Keterampilan dan kemampuan yang sudah dimiliki personel Satbrimob Polda Sulsel harus terus dipelihara dan diasah. Jangan sampai kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara (PHH), dan pencarian serta pertolongan atau search and rescue (SAR) yang selama ini dilatih justru menurun. Latihan harus rutin dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan informasi dalam menentukan langkah penanganan gangguan keamanan. Kemampuan teknis dan kesiapan fisik, menurutnya, perlu ditopang informasi yang cepat dan akurat agar respons di lapangan sesuai dengan perkembangan situasi.
Untuk itu, ia meminta seluruh fungsi di lingkungan Polda Sulsel, termasuk intelijen, reserse kriminal, dan pembinaan masyarakat, aktif berkoordinasi serta memberikan informasi yang dibutuhkan Satbrimob.
Koordinasi tersebut diperlukan agar potensi ancaman dapat diantisipasi lebih dini dan pengerahan personel dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di lapangan.
Kapolda juga meminta jajaran Brimob mencermati perkembangan strategis di tingkat regional maupun global yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan di Sulawesi Selatan.
Di luar kesiapan operasional, Awal Chairuddin secara tegas mengingatkan personel agar tidak terlibat perselisihan dengan satuan lain di tubuh Polri.
“Saya tidak ingin melihat ada perselisihan atau gesekan antara Satbrimob Polda Sulsel dengan satuan tugas Polri lainnya. Kita semua adalah satu keluarga besar Polri, harus solid dan saling mendukung, bukan saling bersaing,” ujarnya.
Peringatan tersebut menempatkan soliditas sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Koordinasi yang buruk dan persaingan antarsatuan berisiko mengganggu efektivitas penanganan persoalan keamanan, sementara masyarakat membutuhkan aparat yang bekerja secara terpadu.
Kapolda turut mengingatkan bahwa perilaku personel di lapangan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.
“Kepercayaan publik terhadap Polri sedang diuji. Setiap tindakan kita di lapangan akan dinilai oleh masyarakat. Karena itu, jaga sikap dan profesionalisme,” pesannya.
Menanggapi arahan tersebut, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kemampuan personel, disiplin, dan soliditas satuan.
“Arahan Bapak Kapolda menjadi motivasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel Satbrimob Polda Sulsel untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan memperkuat soliditas dalam pelaksanaan tugas. Kami berkomitmen memelihara kesiapsiagaan personel melalui latihan yang berkelanjutan serta memastikan setiap tugas dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ridwan juga menekankan pentingnya kerja sama dengan satuan lain di lingkungan Polri maupun TNI untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, koordinasi dan hubungan kerja yang harmonis diperlukan agar penanganan situasi kamtibmas berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi tujuan utama.
Kunjungan Kapolda yang dimulai sekitar pukul 06.50 Wita itu dirangkaikan dengan apel bersama personel Satbrimob. Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, termasuk Dirbinmas Kombes Pol. Anang Triarsono dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, serta jajaran pimpinan Satbrimob.
Setelah penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan silaturahmi bersama pejabat serta perwira jajaran sebelum Kapolda meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.15 Wita.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kapolda Sulsel Soroti Ancaman Keamanan dan Gesekan Internal, Brimob Diminta Tak Lengah
JUMAT, 16 OKTOBER 2026
Makassar, DNID.co.id – Kesiapan menghadapi eskalasi gangguan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan personel dan kemampuan tempur. Disiplin, dukungan informasi yang akurat, serta soliditas antarsatuan juga menjadi perhatian Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin.
Pesan itu disampaikan saat mengunjungi Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (15/10/2026) pagi.
Di hadapan personel Makosatbrimob, Detasemen Gegana, dan Batalyon A Pelopor, Kapolda menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan sekaligus mencegah perselisihan di lingkungan internal Polri.
Menurut Awal Chairuddin, Brimob memiliki posisi strategis ketika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) mengalami eskalasi. Karena itu, kemampuan personel harus terus dipelihara melalui latihan rutin dan berkelanjutan, bukan sekadar mengandalkan keterampilan yang telah dimiliki.
“Keterampilan dan kemampuan yang sudah dimiliki personel Satbrimob Polda Sulsel harus terus dipelihara dan diasah. Jangan sampai kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara (PHH), dan pencarian serta pertolongan atau search and rescue (SAR) yang selama ini dilatih justru menurun. Latihan harus rutin dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan informasi dalam menentukan langkah penanganan gangguan keamanan. Kemampuan teknis dan kesiapan fisik, menurutnya, perlu ditopang informasi yang cepat dan akurat agar respons di lapangan sesuai dengan perkembangan situasi.
Untuk itu, ia meminta seluruh fungsi di lingkungan Polda Sulsel, termasuk intelijen, reserse kriminal, dan pembinaan masyarakat, aktif berkoordinasi serta memberikan informasi yang dibutuhkan Satbrimob.
Koordinasi tersebut diperlukan agar potensi ancaman dapat diantisipasi lebih dini dan pengerahan personel dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di lapangan.
Kapolda juga meminta jajaran Brimob mencermati perkembangan strategis di tingkat regional maupun global yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan di Sulawesi Selatan.
Di luar kesiapan operasional, Awal Chairuddin secara tegas mengingatkan personel agar tidak terlibat perselisihan dengan satuan lain di tubuh Polri.
“Saya tidak ingin melihat ada perselisihan atau gesekan antara Satbrimob Polda Sulsel dengan satuan tugas Polri lainnya. Kita semua adalah satu keluarga besar Polri, harus solid dan saling mendukung, bukan saling bersaing,” ujarnya.
Peringatan tersebut menempatkan soliditas sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Koordinasi yang buruk dan persaingan antarsatuan berisiko mengganggu efektivitas penanganan persoalan keamanan, sementara masyarakat membutuhkan aparat yang bekerja secara terpadu.
Kapolda turut mengingatkan bahwa perilaku personel di lapangan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.
“Kepercayaan publik terhadap Polri sedang diuji. Setiap tindakan kita di lapangan akan dinilai oleh masyarakat. Karena itu, jaga sikap dan profesionalisme,” pesannya.
Menanggapi arahan tersebut, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kemampuan personel, disiplin, dan soliditas satuan.
“Arahan Bapak Kapolda menjadi motivasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel Satbrimob Polda Sulsel untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan memperkuat soliditas dalam pelaksanaan tugas. Kami berkomitmen memelihara kesiapsiagaan personel melalui latihan yang berkelanjutan serta memastikan setiap tugas dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ridwan juga menekankan pentingnya kerja sama dengan satuan lain di lingkungan Polri maupun TNI untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, koordinasi dan hubungan kerja yang harmonis diperlukan agar penanganan situasi kamtibmas berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi tujuan utama.
Kunjungan Kapolda yang dimulai sekitar pukul 06.50 Wita itu dirangkaikan dengan apel bersama personel Satbrimob. Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, termasuk Dirbinmas Kombes Pol. Anang Triarsono dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, serta jajaran pimpinan Satbrimob.
Setelah penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan silaturahmi bersama pejabat serta perwira jajaran sebelum Kapolda meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.15 Wita.