PHRI Pangkalpinang Bidik Wisatawan Sumsel Lewat Sales Mission
PANGKALPINANG,DNID.co.id — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang bersama Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang akan menggelar sales mission di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15–18 Oktober 2026. Agenda promosi ini diarahkan untuk memperluas pasar wisatawan, memperkenalkan potensi kuliner, destinasi wisata, dan kekayaan budaya Pangkalpinang, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Cece Dessy, mengapresiasi kolaborasi PHRI dan pemerintah kota tersebut. Ia menilai kedekatan geografis dan hubungan historis antara Bangka dan Sumatera Selatan merupakan modal yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat arus kunjungan wisatawan.
Menurut dia, sales mission menjadi salah satu upaya menawarkan paket wisata kepada calon pengunjung dari Sumatera Selatan. Pemerintah kota berharap promosi itu tidak hanya menarik wisatawan dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.
“Melalui event ‘sales mission’ ini kita tawarkan paket-paket terbaik agar wisatawan dari Sumatera Selatan semakin ramai, bukan hanya Palembang, tapi seluruh daerah di Indonesia yang menjadikan Pangkalpinang sebagai tujuan wisatanya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan promosi lintas daerah sebagai salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata Pangkalpinang. Namun, keberhasilan agenda ini nantinya tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan promosi. Dampaknya juga bergantung pada kemampuan pelaku usaha menawarkan produk yang kompetitif dan mengubah minat calon wisatawan menjadi kunjungan nyata.
Kolaborasi pemerintah kota dan PHRI diharapkan memperkuat pemasaran destinasi sekaligus membuka peluang bagi hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lokal. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari akomodasi dan kuliner hingga layanan pendukung perjalanan.
Ketua PHRI Kota Pangkalpinang, Sumiati, berharap kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mampu menarik masyarakat Sumatera Selatan untuk berwisata ke Pangkalpinang.
Ia menaruh harapan pada promosi tersebut sebagai upaya memperkenalkan potensi kota kepada pasar yang dinilai memiliki kedekatan geografis dan historis dengan Bangka.
Meski demikian, naskah awal belum merinci hotel dan restoran yang terlibat, paket wisata yang akan ditawarkan, target kunjungan, anggaran kegiatan, maupun indikator keberhasilan promosi. Informasi tersebut penting untuk menilai sejauh mana sales mission dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur bagi daerah.
Dengan pelaksanaan pada 15–18 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi PHRI dan pemerintah kota untuk menguji efektivitas promosi langsung di pasar Sumatera Selatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi berlanjut menjadi pemesanan, kunjungan wisatawan, dan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
PHRI Pangkalpinang Bidik Wisatawan Sumsel Lewat Sales Mission
SABTU, 17 OKTOBER 2026
PANGKALPINANG,DNID.co.id — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang bersama Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang akan menggelar sales mission di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15–18 Oktober 2026. Agenda promosi ini diarahkan untuk memperluas pasar wisatawan, memperkenalkan potensi kuliner, destinasi wisata, dan kekayaan budaya Pangkalpinang, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Cece Dessy, mengapresiasi kolaborasi PHRI dan pemerintah kota tersebut. Ia menilai kedekatan geografis dan hubungan historis antara Bangka dan Sumatera Selatan merupakan modal yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat arus kunjungan wisatawan.
“Kita tidak boleh pasif, hubungan kedekatan geografis dan historis antara Bangka dan Sumatera Selatan harus kita maksimalkan,” kata Cece Dessy.
Menurut dia, sales mission menjadi salah satu upaya menawarkan paket wisata kepada calon pengunjung dari Sumatera Selatan. Pemerintah kota berharap promosi itu tidak hanya menarik wisatawan dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.
“Melalui event ‘sales mission’ ini kita tawarkan paket-paket terbaik agar wisatawan dari Sumatera Selatan semakin ramai, bukan hanya Palembang, tapi seluruh daerah di Indonesia yang menjadikan Pangkalpinang sebagai tujuan wisatanya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan promosi lintas daerah sebagai salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pasar pariwisata Pangkalpinang. Namun, keberhasilan agenda ini nantinya tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan promosi. Dampaknya juga bergantung pada kemampuan pelaku usaha menawarkan produk yang kompetitif dan mengubah minat calon wisatawan menjadi kunjungan nyata.
Kolaborasi pemerintah kota dan PHRI diharapkan memperkuat pemasaran destinasi sekaligus membuka peluang bagi hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lokal. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari akomodasi dan kuliner hingga layanan pendukung perjalanan.
Ketua PHRI Kota Pangkalpinang, Sumiati, berharap kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mampu menarik masyarakat Sumatera Selatan untuk berwisata ke Pangkalpinang.
Ia menaruh harapan pada promosi tersebut sebagai upaya memperkenalkan potensi kota kepada pasar yang dinilai memiliki kedekatan geografis dan historis dengan Bangka.
Meski demikian, naskah awal belum merinci hotel dan restoran yang terlibat, paket wisata yang akan ditawarkan, target kunjungan, anggaran kegiatan, maupun indikator keberhasilan promosi. Informasi tersebut penting untuk menilai sejauh mana sales mission dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur bagi daerah.
Dengan pelaksanaan pada 15–18 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi PHRI dan pemerintah kota untuk menguji efektivitas promosi langsung di pasar Sumatera Selatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi berlanjut menjadi pemesanan, kunjungan wisatawan, dan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.