Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Bantaeng, DNID.co.id — Upaya mendorong kesetaraan gender dalam kesehatan reproduksi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan masih menghadapi jalan terjal.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bantaeng melaporkan bahwa hingga triwulan terakhir periode berjalan, partisipasi kaum suami untuk Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi masih bertengger di angka nol akseptor baru.

Kondisi nihil peminat kontrasepsi jangka panjang pria ini berbanding terbalik dengan kepesertaan kaum perempuan. Layanan kontrasepsi bagi istri seperti suntik, implan, dan pil di wilayah Butta Toa selalu memenuhi kuota setiap tahunnya.

Kepala Dinas DPPKB Bantaeng, Fiqih Seftiriyanti, menjelaskan nihilnya capaian akseptor vasektomi ini murni disebabkan oleh faktor psikososial dan benturan mitos di masyarakat awam, bukan akibat minimnya fasilitas medis.

“Kebetulan belum ada kita ini (peminat vasektomi) sama sekali, lebih kuat juga soal agama toh. Alasan lainnya, karena kurang keyakinan dan kami juga tidak bisa paksakan itu. Gak (pria kurang bergairah setelah vasektomi), bahkan kalau pengakuan teman yang sudah laksanakan itu gak masalah, tetap aman kok,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Padahal secara medis, kata Fiqih, vasektomi hanya berupa pemotongan minor saluran sperma tanpa memengaruhi hormon testosteron maupun stamina fisik. Prosedur ini bahkan dinilai jauh lebih aman dan praktis dibandingkan prosedur sterilisasi wanita.

Untuk mendobrak angka nol persen ini, pihaknya memperkuat edukasi berkala dari rumah ke rumah ini dapat mengikis stigma negatif secara perlahan, sehingga perencanaan matang sebuah keluarga tidak lagi diposisikan sebagai kewajiban sepihak bagi kaum perempuan saja.

“Petugas kami di lapangan sampai hari ini aktif melakukan edukasi dari rumah ke rumah. Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa vasektomi tidak menghilangkan gairah atau kejantanan pria di ranjang,” tandasnya.​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 26 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh. Akbar Razak

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: DPPKB Bantaeng

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal
Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien
LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar
Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah
Perkuat Gizi Anak, Gubernur Sulsel Lepas Distribusi Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten/Kota
Direktur RSUD Jeneponto Pastikan IPAL Berfungsi Baik, Kapasitas Masih di Bawah Batas Maksimal
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28 WITA

Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:47 WITA

LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:02 WITA

Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:38 WITA

Perkuat Gizi Anak, Gubernur Sulsel Lepas Distribusi Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten/Kota

Berita Terbaru