Kapolrestebes Makassar Lakukan Pembinaan Anak Boca Dibawah Umur Usai Ikut Perang

MAKASSAR, 29/07/2023). Sempat heboh di media sosial (Medsos) aksi sekelompok bocah di Makassar tertangkap kamera CCTV saling kejar-kejaran layaknya sedang perang.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, dekat kantor KPU Kota Makassar, Sabtu (22/7/2023) malam.

delapan bocah yang tertangkap kamera CCTV itu langsung ditangkap pihak Polsek Manggala tidak lama usai videonya viral.

Setelah diamankan, pihak Polsek Manggala memanggil para orangtua bocah itu dan dibuat suatu perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Bukan hanya itu, mereka juga dibawa ke Balla’ Barakka’ kecamatan Manggala yang terletak di Jalan Batua Raya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan, pihaknya memberikan pembinaan kepada para bocah tersebut selama di Balla’ Barakka’.

“(Mereka) Latihan perang-perang, latihan tawuran antar kelompok. Pastinya anak-anak ini kita ambil, kita lakukan pembinaan di rumah singgah Balla’ Barakka’,” ujar Ngajib saat ditemui di Balla’ Barakka’ Jalan Barua Raya, Sabtu (29/7/2023) siang.

Dikatakan Ngajib, kedelapan bocah itu dibina selama satu pekan. Mereka diberikan pembinaan. Baik itu terkait kedisiplinan, keagamaan, dan pelajaran umum.

“Mereka juga tetap sekolah seperti biasa, tapi setelah sekolah mereka kembali ke rumah singgah,” ucapnya.

Tambah Ngajib, tujuan para bocah tersebut dibina untuk diberikan pemahaman terkait perang antar kelompok. Mengubah mindset berpikirnya terkait apa yang mereka lakukan.

“Ini punya tujuan, membina anak-anak ini supaya yang tadinya punya pemahaman terkait dengan perang antar kelompok supaya mereka bisa kembali mentalnya, supaya mereka tidak lagi melakukan perang antar kelompok,” tukasnya.

Ngajib berharap, dengan adanya pembinaan yang diberikan, para bocah itu bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“(Bisa) Mengajak kepada teman-teman yang lain supaya tidak melakukan perang antar kelompok atau perbuatan-perbuatan yang lain melanggar aturan,” tandasnya.

Ngajib mengingat ke belakang, tepatnya pada 1997 dan 1998, di Makassar saat itu menjadi kota yang sangat rawan terjadi aksi perang kelompok.

“Waktu 97, 98, ketika (pertama) saya tugas di sini, perang antar kelompok sudah banyak sekali. Dari pagi, siang, sore, malam. Tapi Alhamdulillah perjalanan di kota Makassar, kegiatan sosial sudah berubah, sekarang sudah sangat berkurang perang kelompok,” ingatnya.

Sebelumnya diberitakan, Media Sosial dihebohkan terkait perang kelompok di Jalan Parinring Raya, Kecamatan Manggala, dekat kantor KPU Kota Makassar, Sabtu (22/7/2023) malam.

Dalam video yang diterima terlihat para bocah yang berjumlah sekitar sepuluh orang membawa senjata tajam (Sajam). Yang paling nampak, sajam jenis celurit.

Kapolsek Manggala Kompol Syamsuardi mengatakan, pihaknya telah mengambil tindakan cepat usai mengetahui informasi tersebut.

Dikatakan Syamsuardi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap sekelompok bocah tersebut.

Sedikitnya delapan orang bocah yang ada dalam video viral tersebut langsung diamankan oleh pihak Polsek Manggala.

“Ini anak-anak ini yang lagi viral, tertangkap kamera CCTV, disebarkan seakan-akan ada tawuran,” ujar Syamsuardi, Minggu (23/7/2023).

Berdasarkan hasil interogasi, para bocah tersebut rupanya hanya sedang bermain-main layaknya sedang tawuran.

“Ternyata mereka hanya bermain-main, iseng. Ada yang bawa pipa berbentuk celurit, dan beberapa juga kayu,” ungkapnya.

Kedelapan bocah yang diamankan, dan antaranya IN (16), MF (14), AB (13), AD (12), FA (14), MA (14), BA (16), dan AL 14).

“Semuanya masih pelajar, yang paling tua kelas XII SMA,” tukasnya.

Setelah diamankan, tutur Syamsuardi, pihaknya memanggil masing-masing orangtua mereka dan diminta untuk memberikan pernyataan.

“Mereka kita amankan di Polsek Manggala untuk diberikan himbauan dan dibina dan dibuatkan pernyataan oleh kedua orang tuanya,” kuncinya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 29 Juli 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Berita Terbaru