Breaking News

Radio Player

Loading...

Studi Menyebutkan Bahayanya Tambang Nikel Bagi Kesehatan

Minggu, 22 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

DNID.co.id – Jakarta. Penambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya menuai sorotan. Daerah yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi laut terpenting di dunia kini terancam eksploitasi industri.

Akan tetapi, di balik kekhawatiran ekologis, ada bahaya lain yang tak kalah serius, yakni dampak kesehatan akibat paparan logam berat nikel.

Sebuah studi berjudul “Nickel: Human Health and Environmental Toxicology” yang dipublikasikan di National Library of Medicine (NLM) mengungkap sederet risiko medis akibat paparan nikel.

ads

Risiko tersebut mulai dari gangguan pernapasan, kerusakan ginjal, hingga kanker paru dan perubahan epigenetik yang dapat merusak DNA manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nikel sendiri merupakan logam transisi yang secara alami terdapat di tanah, air, dan udara. Namun, aktivitas manusia, terutama industri tambang dan manufaktur logam, mempercepat penyebarannya ke lingkungan dalam kadar berbahaya.

Studi menyebutkan, paparan nikel paling umum terjadi melalui tiga jalur, yakni inhalasi partikel udara terutama bagi pekerja tambang dan industri, kontak kulit dengan produk berbahan nikel, dan konsumsi makanan serta air yang terkontaminasi.

Dalam dosis tinggi atau paparan jangka panjang, nikel bersifat toksik dan karsinogenik. Artinya, ia bisa menyebabkan keracunan dan memicu kanker.

Tak hanya itu, para peneliti juga menyebut sejumlah efek kesehatan akibat nikel. Misalnya saja dermatitis kontak yang ditandai dengan ruam dan iritasi kulit.

Nikel juga berdampak pada saluran napas seperti asma, fibrosis paru-paru, kanker paru-paru, hingga masalah kardiovaskular. “Paparan nikel secara terus-menerus dapat menyebabkan stres oksidatif dan disfungsi mitokondria,” tulis studi tersebut.

Mekanisme ini memicu rusaknya sistem energi sel, meningkatnya radikal bebas (ROS), dan pada akhirnya memperbesar risiko kanker serta penyakit degeneratif lainnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, studi ini menunjukkan bahwa paparan nikel dapat mengganggu ekspresi gen tanpa mengubah struktur DNA, suatu proses yang dikenal sebagai perubahan epigenetik. Perubahan ini bisa bersifat permanen dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Simpan Gambar:

Penulis : Andi AP

Editor : Hasriady

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto
Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal
Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota
LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia
LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI
Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang
Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:54 WITA

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:41 WITA

Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:39 WITA

Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:30 WITA

RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:26 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia

Senin, 22 Desember 2025 - 14:22 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:37 WITA

Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:29 WITA

Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:05 WITA