Setelah Ricuh, Pemkab Bone Putuskan Tunda PBB-P2

Bone, DNID.CO.ID – Gelombang demonstrasi ribuan massa yang mengguncang Kabupaten Bone selama sepekan terakhir akhirnya berbuah hasil.

Pemerintah Kabupaten Bone resmi menunda kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sempat memicu penolakan besar-besaran dari masyarakat.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Andi Saharuddin, mewakili Bupati Andi Asman Sulaiman. Selasa (19/08/2025) Malam.

” Sesuai arahan dan perintah ditunda atas petunjuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta arahan pemerintah pusat. Untuk sementara, perhitungan PBB masih akan menggunakan NJOP lama. Bagi yang sudah membayar akan dilakukan penyesuaian,” tegasnya.

Langkah ini menjadi jawaban atas tekanan publik yang terus membesar sejak wacana kenaikan diberlakukan. Penolakan itu mencapai puncaknya Selasa malam, ketika ribuan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum memadati jalan protokol Bone.

Aksi demonstrasi yang berlangsung panas bahkan berujung ricuh, mencatatkan sejarah sebagai protes terbesar dan paling keras sepanjang berdirinya kabupaten ini.

Sejak awal, pemerintah beralasan kenaikan PBB-P2 dilakukan karena NJOP di Bone sudah 14 tahun tidak diperbarui. Bahkan, beberapa wilayah masih tercatat hanya Rp7.000 per meter persegi, jauh tertinggal dari harga pasar.

Kebijakan ini juga disebut sebagai tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar penerimaan daerah lebih proporsional dengan nilai tanah sebenarnya.

Namun, penjelasan itu tidak cukup meredam keresahan publik. Bagi masyarakat, lonjakan pajak hingga ratusan persen dianggap tidak manusiawi, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

” Ini bukan soal angka semata, tapi soal keadilan. Rakyat jelas keberatan,” ujar Ahmad, salah satu peserta aksi.

Dengan keputusan penundaan ini, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lama kembali diberlakukan. Masyarakat yang sudah telanjur membayar dengan tarif baru akan mendapat penyesuaian sesuai kebijakan teknis yang sedang disiapkan pemerintah.

Meski langkah mundur pemerintah disambut dengan lega, dinamika demonstrasi besar-besaran ini meninggalkan jejak mendalam bagi Bone.

Kota yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai saling menghormati kini menyaksikan sebuah babak baru. Rakyat berani bersatu dan bersuara lantang menolak kebijakan yang dinilai merugikan.

Sepanjang sejarah, baru kali ini Kabupaten Bone mengalami demonstrasi sebesar dan sedramatis ini dan hasilnya nyata. Pemerintah dipaksa menunda kebijakan yang sebelumnya dianggap sudah final.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 20 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Admin

Sumber Berita: Sekda Bone, Andi Saharuddin

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 November 2026 - 00:52 WITA

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Berita Terbaru