Bahas Penerimaan Masyatakat Terhadap PLTN, UNS FGD Bersama Kementerian dan Lembaga

Jakarta, Dnid. Co. Id — Rencana pembangunan PLTN Thorcon 500 yang menjadi salah satu isu strategis ketenangan nasional dibahas secara mendalam dalam Forum Group Discussion yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret di Sentral Senayan II, Jakarta pada Rabu 3 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring melalui Zoom ini dihadiri perwakilan Ditjen EBTKE dan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Dewan Energi Nasional, KLHK, BAPPENAS, BAPETEN, PT PLN (Persero), BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, ATR BPN, dan BKPM. Kamis (4/12/2025).

FGD merupakan bagian dari pelaksanaan survei penerimaan masyarakat yang menjadi kerja sama antara PT Thorcon Power Indonesia dengan UNS dan UBB sebagai pelaksana riset. Sebelumnya, tim telah mengumpulkan data lapangan dari 1533 responden pada September sampai Oktober 2025, serta melaksanakan FGD dengan pemerintah daerah Bangka Belitung pada 15 Oktober 2025. Forum nasional ini bertujuan memetakan penerimaan publik dan pandangan para pemangku kepentingan terhadap rencana pembangunan PLTN Thorcon 500.

Ketua tim riset, Drajat Tri Kartono, menyampaikan bahwa survei menunjukkan tingkat penerimaan publik mencapai 85 persen.

“Pengumpulan data lapangan menghasilkan temuan akhir penerimaan masyarakat sebesar 85 persen, dengan instrumentasi sangat menerima 2,94 persen, menerima 50,29 persen, dan netral cenderung menerima 32,49 persen. Sementara itu, jumlah yang tidak menerima adalah 14,29 persen.” Ia menambahkan bahwa angka tersebut lebih tinggi dibandingkan survei 2021 yang mencatat 73 persen.

Mengenai metodologi, ia menegaskan, “Dalam analisis ini, kita menggunakan instrumen Acceptable Level of Acceptance yang dinilai dari lima variabel, yakni goodwill trust, competence trust, benefit perception, risk perception, dan local acceptance.”

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Wira Yuda menegaskan bahwa arah kebijakan sudah mengarah pada percepatan pembangunan PLTN.

“Pada Rapinmas KADIN, Hasyim Djoyohadikusumo, utusan khusus presiden, telah menyampaikan bahwa pembangunan PLTN tidak boleh tertunda lagi. Ini juga disebutkan dalam COP30 yang memasukkan nuklir dalam proyeksi bauran energi nasional masa depan,” ujarnya.

Anggota DEN, Agus Puji Prasetyono, juga menekankan pentingnya memahami persepsi pemegang keputusan.

“Meski yang tidak menerima kecil, bahkan jikapun hanya satu persen, namun bila itu adalah pengambil kebijakan maka dampaknya sangat besar. Karena itu perlu dilakukan survei lanjutan dan penguatan sosialisasi kepada stakeholder kementerian dan lembaga.”

Direktur Pengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN, Nur Syamsi Syam, menyoroti kebutuhan strategi komunikasi publik.

“Saat ini masyarakat masih cukup awam dengan teknologi Thorcon, sehingga harus ada strategi yang jelas dalam penerimaan masyarakat. Masyarakat selalu bertanya terkait manfaat, berapa nilainya, dan bagaimana kajiannya. Kajian tersebut perlu disampaikan dan dijelaskan,” ujarnya.

Dari BKPM, Evita menyampaikan teknis regulasi di BKPM saat ini.

“KBLI lima digit khusus PLTN saat ini belum tersedia, sehingga (merujuk ke penjelasan DEN sebelumnya) masih menggunakan dua KBLI, yaitu instalasi nuklir dan pembangkitan tenaga listrik. BKPM siap bersinergi dalam menyukseskan pembangunan PLTN,” tegasnya.

Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andry Tiaska, menyampaikan perkembangan aspek tata ruang.

“Pembahasan RTRWN terus berjalan, dan progres perizinan KKPRL oleh PT Thorcon telah dibahas bersama dengan KKP untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Dari BAPPENAS, Randy Wrihatnolo mengingatkan perlunya strategi komunikasi publik yang lebih solid. “Perlu dibangun strategi komunikasi publik yang kuat. PLTN ini adalah untuk kebutuhan komersial, bukan riset, dan dalam struktur BAPPENAS terdapat pembidangan terpisah antara PLTN riset dan komersial,” ujarnya.

Perwakilan BRIN, Sudi Ariyanto, menekankan perlunya evaluasi teknologi yang objektif. “Penilaian teknologi proven dan non proven harus dilakukan per jenis teknologi dan tidak dapat dibandingkan begitu saja dengan teknologi lain. Penerimaan masyarakat juga bergantung pada metodologi yang digunakan, sehingga sangat disarankan menggunakan metode yang valid secara ilmiah. Dalam kasus negara lain, PLTN dikampanyekan dengan menekankan manfaat ekonomi sehingga lebih mudah diterima masyarakat,” jelasnya.

Catatan tambahan juga diberikan oleh MEBNI, PLN, serta unit lain di BRIN. Seluruh catatan dan masukan tersebut diproyeksikan untuk melengkapi data penelitian mengenai penerimaan masyarakat, serta digunakan dalam pengembangan strategi komunikasi yang lebih tepat dalam penyampaian informasi terkait rencana pembangunan PLTN, khususnya proyek PLTN Thorcon 500 di Bangka Belitung.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 4 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL DNID. CO. ID

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:21 WITA

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:40 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Berita Terbaru