Atensi Kapolda Babel, DAS Jada Bahrain Disisir Tambang Ilegal Ditekan

Bangka, Dnid.Co.Id — Lumpur coklat pekat mengalir pelan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrain, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Bekas roda ponton dan sayatan alat berat masih jelas di bantaran. Di titik inilah Polda Kepulauan Bangka Belitung turun langsung, membawa pesan yang tak bisa ditawar: tambang ilegal di DAS harus berhenti sekarang juga.

Langkah tegas itu dipimpin Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel AKBP Iqbal Surbakti, didampingi personel Ditreskrimsus dan jajaran Polres Bangka. Operasi ini bukan patroli seremonial. Ia lahir dari keresahan warga yang melihat sungai—urat nadi kehidupan desa—perlahan sekarat oleh tambang liar.

Negara Hadir di Sungai Luka Demi Masa Depan Warga

Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso menegaskan, penertiban ini merupakan atensi langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Sihombing. Negara, kata Agus, tidak akan bernegosiasi dengan praktik yang merusak ruang hidup publik.

“Ini atensi langsung dari Pak Kapolda agar segera menertibkan aktivitas tambang ilegal di DAS karena mengganggu dan berdampak pada kelestarian lingkungan,” ujar Agus, Kamis (29/1/2026).

Secara hukum, DAS adalah kawasan lindung. Aktivitas penambangan di dalamnya bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi ancaman serius bagi ekosistem, sumber air bersih, dan keselamatan warga. Di Jada Bahrain, dampak itu sudah terasa: air menguning, ikan menghilang, dan kekhawatiran banjir menghantui setiap musim hujan.

Polda Babel bergerak setelah menerima laporan masyarakat. Aparat tidak hanya menegur di lapangan, tetapi juga menggelar pertemuan terbuka dengan para pemangku kepentingan desa. Kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pihak terkait dikumpulkan di lokasi—tepat di dekat sungai yang terluka—untuk menutup celah pembiaran.

“Mereka menggelar pertemuan bersama Kades dan BPD untuk membuat kesepakatan, disertai penandatanganan surat pernyataan agar tidak lagi melakukan penambangan di DAS Desa Jada Bahrain,” kata Agus.

Di balik forum itu, ada ketegangan sosial yang tak kasat mata. Tambang, bagi sebagian warga, adalah jalan cepat bertahan hidup di tengah ekonomi desa yang sempit. Namun bagi yang lain, ia adalah bom waktu: pencemaran air, konflik sosial, dan masa depan anak-anak yang dipertaruhkan. Aparat berdiri di simpang itu—mendengar, tetapi tidak mengalah.

Garisnya ditarik jelas. DAS bukan ruang kompromi. Peringatan hari ini adalah batas terakhir. Jika aktivitas tambang ilegal kembali ditemukan, Polda Babel memastikan penegakan hukum akan berjalan.

“Ini wujud komitmen Polda Babel. Kita minta aktivitas ini segera dihentikan. Jika masih ditemukan, akan kita tempuh upaya penegakan hukum,” tegas Agus.

Langkah ini menjadi sinyal politik-lingkungan yang kuat di Bangka Belitung: negara hadir di wilayah rawan, menutup praktik ilegal yang kerap berkelindan dengan kepentingan ekonomi sesaat. Di tepi Sungai Jada Bahrain, harapan sederhana menggantung—air kembali jernih, hukum berdiri tegak, dan warga tak lagi hidup dalam kecemasan yang mengalir bersama arus sungai.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 29 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLDA BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman
Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar
Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena
Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 02:45 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 01:43 WITA

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman

Sabtu, 7 November 2026 - 01:26 WITA

Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WITA

Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena

Jumat, 6 November 2026 - 22:02 WITA

Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WITA

Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait

Berita Terbaru