Yessy Melania Minta Perusahaan Sawit Tidak Menetapkan Harga TBS Secara Sepihak

Yessy Melania SE

Yessy Melania SE

Melawi, BeritaQ.com – Menanggapi berita mengenai pelarangan Presiden Jokowi tentang pelarangan ekspor, Yessy Melania Minta PKS (Perusahaan Kelapa Sawit) tidak menetapkan harga TBS (Tandan Buah Segar) secara sepihak karena sudah ada Surat Edaran Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ri.

Dikutip dari Indonewsdaily.com, Yessy mengingatkan Gubernur dan dinas Perkebunan Provinsi penghasil Komoditas Sawit harus lebih responsif terhadap gejolak harga TBS dilapangan dan terhadap keresahan Petani Sawit Rakyat.

“Saya mendukung tindakan tegas bagi perusahaan yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi dan mensengsarakan pekebun rakyat” tegas Yessy Melania.

Yessy juga meminta pekebun untuk tetap tenang dan Kondusif menyikapi situasi ini, Saya percaya kebijakan yang diambil presiden Jokowi demi stabilitas dan ketersedian harga minyak goreng didalam negeri.” jelasnya.

Seperti diketahui, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI sudah membuat Surat kepada para Gubernur Provinsi yang memiliki sentra komoditas Sawit untuk mengirimkan Surat Edaran kepada para Bupati yang daerahnya mempunyai PKS untuk tidak menetapkan harga TBS secara sepihak. Sebab penetapan harga TBS ini diatur dengan Mekanisme yang tertuang dalam Pasal 6 Ayat 1 Permentan 01/2018 bahwa Harga Pembelian TBS Pekebun ditetapkan oleh Gubernur.

Pelarangan Ekspor sawit hanya berlaku untuk RBD Palm Oil, RBD Palm Oil dalam tiga pos tarif, CPO tidak termasuk.

“Masalah ini perlu segera disinerjikan kepada Kepala-kepala daerah Provinsi penghasil sawit dan segera diberitahukan ke daerah dan kepada masyarakat agar berita penurunan harga CPO tidak meresahkan masyarakat pekebun kelapa sawit,”pungkasnya.

Simpan Gambar:

Rabu, 27 April 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Seratus Meter dari Kodam, Pendemo Kasus Andrie Yunus di Makassar Dihajar OTK Berambut Cepak
Ambisi Besar Bone di MTQ Sulsel, Juara Umum Harga Mati
Karir Politik Fahmi Adam Usia 25 Tahun Ketua DPRD Gowa Termuda di Indonesia Memiliki Harta Rp6 Miliar
Satreskrim Polres Poso Bongkar Sindikat BBM Subsidi, Nenek 60 Tahun Timbun 1.300 Liter Pertalite Ilegal
Kasus Jual Tanah Orang Lain, Kades Gantarang Jadi Tersangka dan Kini Digugat Warga ke PN Jeneponto
Wabup Andi Akmal Pasluddin Hadir, Soroti Arah Baru Wajo
Lima Jabatan Strategis Polres Bone Resmi Berganti
Rudi Nahkodai PAC Bontoala, Siap Besarkan Nama LGIB di Makassar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:27 WITA

Seratus Meter dari Kodam, Pendemo Kasus Andrie Yunus di Makassar Dihajar OTK Berambut Cepak

Sabtu, 11 April 2026 - 11:21 WITA

Ambisi Besar Bone di MTQ Sulsel, Juara Umum Harga Mati

Jumat, 10 April 2026 - 22:08 WITA

Satreskrim Polres Poso Bongkar Sindikat BBM Subsidi, Nenek 60 Tahun Timbun 1.300 Liter Pertalite Ilegal

Jumat, 10 April 2026 - 21:25 WITA

Kasus Jual Tanah Orang Lain, Kades Gantarang Jadi Tersangka dan Kini Digugat Warga ke PN Jeneponto

Jumat, 10 April 2026 - 13:29 WITA

Wabup Andi Akmal Pasluddin Hadir, Soroti Arah Baru Wajo

Jumat, 10 April 2026 - 12:53 WITA

Lima Jabatan Strategis Polres Bone Resmi Berganti

Jumat, 10 April 2026 - 10:38 WITA

Rudi Nahkodai PAC Bontoala, Siap Besarkan Nama LGIB di Makassar

Kamis, 9 April 2026 - 20:56 WITA

Mencuat Dugaan Pemalsuan Adminduk di Dukcapil Makassar, Warga Dinyatakan Meninggal Padahal Masih Hidup

Berita Terbaru

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara simbolis menyerahkan bendera kafilah kepada perwakilan peserta pada acara pelepasan Kafilah MTQ Kabupaten Bone di Aula La Tea Riduni, Watampone

Serba-Serbi

Ambisi Besar Bone di MTQ Sulsel, Juara Umum Harga Mati

Sabtu, 11 Apr 2026 - 11:21 WITA