Nol Emas di MTQ Sulsel, Bone Terjun Bebas dan Pembinaan Dipertanyakan

Dua peserta MTQ memperlihatkan medali yang diraih usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros, Sabtu (19/4/2026). Di tengah euforia kemenangan, capaian Kafilah Bone tanpa medali emas menjadi sorotan tajam dan bahan evaluasi serius pembinaan.

Dua peserta MTQ memperlihatkan medali yang diraih usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros, Sabtu (19/4/2026). Di tengah euforia kemenangan, capaian Kafilah Bone tanpa medali emas menjadi sorotan tajam dan bahan evaluasi serius pembinaan.

Peringkat 14 Jadi Alarm Keras, Seleksi Lemah dan Talenta Lepas ke Daerah Lain

Bone, DNID.co.id Kafilah Kabupaten Bone gagal total meraih medali emas dan terperosok ke peringkat 14 pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros.

Capaian ini bukan sekadar kekalahan, tetapi membuka fakta rapuhnya sistem pembinaan tilawatil Qur’an di daerah yang sebelumnya dikenal sebagai langganan juara.

Penurunan prestasi terjadi tajam dan konsisten. Pada MTQ ke-32 tahun 2022, Bone tampil dominan sebagai juara umum dengan 18 emas, 5 perak, dan 1 perunggu.

Namun pada 2024 di Takalar, posisi merosot ke peringkat delapan dengan hanya 1 emas. Kini, pada MTQ 2026, Bone jatuh lebih dalam, tanpa satu pun emas, hanya 2 perak dan sejumlah posisi harapan.

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Bone, Muhammad Subhan, mengakui capaian tersebut jauh dari target, meski tetap menekankan sisi pembinaan.

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Ini bukan hanya tentang juara, tetapi bagaimana proses pembinaan melahirkan generasi yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Namun di balik pernyataan itu, persoalan mendasar justru terungkap. Sejumlah cabang lomba tidak diikuti karena lemahnya proses seleksi di tingkat kabupaten indikasi bahwa pembinaan tidak berjalan maksimal sejak awal.

“Perlu dilakukan seleksi dengan melaksanakan MTQ tingkat kabupaten lebih awal. Dibutuhkan pula dukungan kebijakan anggaran daerah,” tegas Subhan.

Fakta ini memperkuat kritik bahwa kegagalan Bone bukan terjadi di panggung MTQ, melainkan jauh sebelumnya di tahap pembinaan yang tidak terkelola.

Disamping itu, MTQ yang seharusnya menjadi instrumen strategis syiar Islam dan pembentukan karakter umat justru belum diposisikan sebagai prioritas.

“MTQ bukan sekadar lomba mencari qori-qoriah atau hafidz-hafidzah terbaik. Ini menyangkut dimensi spiritual, sosial, dan karakter. Ketika pembinaan diabaikan, dampaknya bukan hanya pada prestasi, tetapi juga pada kualitas generasi,” menjadi kritik yang menguat di masyarakat.

Ironisnya, di saat pembinaan lokal melemah, sejumlah putra-putri terbaik Bone justru memilih memperkuat daerah lain dan berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Fenomena ini menegaskan kegagalan daerah dalam mempertahankan dan mengembangkan talenta sendiri.

Tidak adanya seleksi berjenjang dan terstruktur disebut sebagai akar masalah.

Tanpa kaderisasi yang jelas, Bone kehilangan regenerasi peserta unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung prestasi.

Padahal, MTQ merupakan agenda rutin Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya mendorong masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya.

Inilah nama nama Kafilah Kabupaten Bone meraih sejumlah penghargaan di berbagai cabang lomba. Di antaranya,

– Luthfiyah Ananda Juara 2 pada cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri,
– Rozin Nasrullah Juara 2 pada cabang Tafsir Bahasa Arab Putra.
– Muh. Najmul Fuad Juara Harapan 1 pada cabang Murattal Remaja Putra.
– Hana Muhayya Juara Harapan 2 pada cabang Hifzh 30 Juz Putri,
– Nurfaizah Jamaluddin Juara Harapan 2 pada Bahasa Indonesia Putri.
– Riska sebagai Juara Harapan 3 cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTI-Q) Putri, dan
– Armita Nurpaisba Juara Harapan 3 cabang Tilawah Dewasa Putri.

Penutupan MTQ di Lapangan Pallantikang, Sabtu malam (19/4/2026), yang dihadiri ribuan warga dan pejabat, kontras dengan hasil yang dibawa pulang kabupaten Bone sebuah alarm keras yang tak bisa lagi diabaikan.

Kegagalan tanpa emas di 2026 kini menjadi titik balik. Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan, anggaran, dan sistem pembinaan dinilai mendesak jika Bone ingin kembali ke jalur juara.

Tanpa langkah konkret, tren penurunan ini bukan hanya berlanjut tetapi berpotensi mengubur reputasi Bone sebagai salah satu kekuatan MTQ di tingkat provinsi maupun nasional.

Simpan Gambar:

Senin, 20 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Wabup Andi Akmal Bayar Rapel 4 Bulan dan Salurkan 139 Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan
Resmi Dilantik, Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Jabat Dandim 0502/Jakarta Utara
Tongkat Komando Dandim 0502/JU Resmi Berganti, Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah
Pemdes dan Polsek Tak Mampu Mediasi, Warga Kanjilo Gowa Akan Adukan Penutupan Akses Jalan ke Bupati dan Dinas PUPR
Sistem Proteksi Kebakaran Kantor BPJS Dipastikan Normal Usai Inspeksi Damkar
BAZNAS Bone Salurkan 114 Paket Gizi untuk Stunting dan Ibu Hamil
Wakil Bupati Rahmat Hidayat Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP RI
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bantaeng Salurkan Benih Unggul ke Petani Lokal
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:37 WITA

Nol Emas di MTQ Sulsel, Bone Terjun Bebas dan Pembinaan Dipertanyakan

Minggu, 19 April 2026 - 16:29 WITA

Wabup Andi Akmal Bayar Rapel 4 Bulan dan Salurkan 139 Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan

Minggu, 19 April 2026 - 16:02 WITA

Resmi Dilantik, Kolonel Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Jabat Dandim 0502/Jakarta Utara

Minggu, 19 April 2026 - 15:03 WITA

Tongkat Komando Dandim 0502/JU Resmi Berganti, Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah

Sabtu, 18 April 2026 - 21:10 WITA

Pemdes dan Polsek Tak Mampu Mediasi, Warga Kanjilo Gowa Akan Adukan Penutupan Akses Jalan ke Bupati dan Dinas PUPR

Sabtu, 18 April 2026 - 09:52 WITA

Sistem Proteksi Kebakaran Kantor BPJS Dipastikan Normal Usai Inspeksi Damkar

Sabtu, 18 April 2026 - 09:22 WITA

BAZNAS Bone Salurkan 114 Paket Gizi untuk Stunting dan Ibu Hamil

Sabtu, 18 April 2026 - 04:44 WITA

Wakil Bupati Rahmat Hidayat Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP RI

Berita Terbaru

Dua peserta MTQ memperlihatkan medali yang diraih usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros, Sabtu (19/4/2026). Di tengah euforia kemenangan, capaian Kafilah Bone tanpa medali emas menjadi sorotan tajam dan bahan evaluasi serius pembinaan.

Serba-Serbi

Nol Emas di MTQ Sulsel, Bone Terjun Bebas dan Pembinaan Dipertanyakan

Senin, 20 Apr 2026 - 14:37 WITA