Sambut Program Desa Antikorupsi KPK, Coach Addie: Kita Bentuk Komunitas SIDAK  

Jakarta, BeritaQ.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusung program “Desa Antikorupsi” menyusul masifnya korupsi dana desa. Langkah tersebut merupakan respons terhadap kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada korupsi dana desa.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan program tersebut bertujuan untuk mendorong pengelolaan dana desa yang transparan sehingga dapat menekan potensi korupsi.

“Program ini mendorong pengelolaan dana desa yang transparan, melibatkan publik, serta berdaya bagi masyarakatnya,” jelasnya, Rabu (20/5/2022), seperti dikutip dari Antara.

“Hal ini salah satunya untuk menekan potensi korupsi pada pengelolaan dana desa,” sambungnya.

Menyambut Program KPK Tersebut, Aktivis dan Penggiat Media Sosial, Adi Supriadi MM atau yang lebih akrab disapa Coach Addie menanggapi antusias, dan berkoordinasi dengan rekan-rekan seluruh Indonesia untuk membentuk Komunitas Sidak (Siber Investigasi Desa Anti Korupsi.

“Komunitas ini akan diisi oleh Aktivis, Jurnalis, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat yang Peduli terhadap Desa, Pembangunan Desa dan Tindak Penyelewengan Kekuasaan dan Anggaran Desa,” cetus Adi Supriadi kepada Media, Kamis Malam (5/5/2022)

Lebih lanjut, Coach Addie menjelaskan selain korupsi dana desa, Komunitas SIDAK akan menjadi bagian alat kontrol ASN juga Politisi yang melakukan Politik Uang di Desa-Desa, Menurut Adi, Akibat Politik Uang Demokrasi di Indonesia mengalami titik terendah, terpilihnya oligarki pemilik uang atau Politisi yang dikendalikan Pemodal sangat tinggi, sehingga yang terpilih adalah yang punya uang atau boneka Pemilik uang sehingga kualitas pemilu yang seharusnya menghasilkan Politisi yang memang layak terpilih karena integeritas dan idealisme membela kepentingan rakyat tidak terjadi.

“Laporan Korupsi Dana Desa sudah sangat banyak, tetapi tidak berakhir dengan adil, Koruptor tetap bebas sedangkan pelapor jadi tersangkat, bahkan di berbai daerah Aktivis dan Jurnalis seakan-akan sudah putus asa melihat fenomena pembiaran selama ini,” kata Pria yang juga Aktif menjadi Pembicara diberbagai webinar Softskill dan Life Skill di Indonesia ini.
Program utama SIDAK nantinya adalah Edukasi Masyarakat terhadap Anti Korupsi dan Anti Politik Uang di Desa

“Fokusnya Desa, Karena yang paling rawan adalah Desa, tingkat kebutuhan akan uang tinggi, sedangkan potensi menghasilkan uang rendah, potensi Korupsi Di Desa dan Politik Uang tentu sangat rentan di Desa,” tegas Adi Supriadi menambahkan.

Ketika ditanya apakah SIDAK nanti akan meningkat menjadi sebuah Ormas atau LSM, Adi Supriadi menyampaikan bahwa SIDAK sementara berbentuk Komunitas Kepedulian, kedepannya apakah akan berbadan Hukum Yayasan, LSM atau Ormas melihat Perkembangan Kepedulian Masyarakat dan tingkat index korupsi Di Desa dan Index Politik Uang di Desa

“Jika terus turun Index Korupsi di Desa dan Index Akvititas Politik Uang, maka tidak perlu ada lagi Komunitas ini, tetapi jika belum ada perubahan dan tingkat kepedulian masyarakat semakin tinggi maka Kita perlu menjadikannya berbadan hukum LSM atau Ormas, agar tertib,” tutup Adi Supriadi.

 

(Gid)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 6 Mei 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Berita Terbaru