Breaking News

Radio Player

Loading...

Beredar info, diduga Polrestabes Makassar balas dendam, ini tanggapan Kasatreskrim

Sabtu, 1 Oktober 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Makassar, DNID – Masih ingat Bapak korban kasus pembunuhan terduga pelaku penyalahgunaan narkoba Muhammad Arfandi Ardiansyah yang dilakukan oleh 6 orang oknum personil sat narkoba Polrestabes Makassar?. Kini mendekam dalam rumah tahanan Polrestabes Makassar.

Muh. Jaenal alias Mukram ditahan lantaran dilaporkan dugaan tindak pidana penggelapan beberapa bulan lalu.

Meski telah berdamai dan ganti rugi dengan pelapor, Mukram tetap ditahan dan proses hukumnya tetap dilanjutkan dengan alasan atas perintah pimpinan. Hal ini diungkapkan oleh Penasehat Hukum Mukram, Sya’ban Sartono melalui siaran persnya, jumat(30/09/2022).

ads

Menurut Sya’ban, kliennya telah berdamai dan tindakannya telah dimaafkan sebagaimana surat perdamaian yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak serta surat pernyataan pencabutan laporan polisi oleh pelapor, namun surat pernyataan damai dan pencabutan laporan itu malah tidak digubris penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Klien saya sudah mengembalikan sebagian dananya dan telah dimaafkan dan bahkan sudah berdamai dengan pelapor, permasalahan ini telah disepakati bersama untuk diselesaikan secara kekeluargaan, serta pelapor telah menyatakan untuk mencabut laporannya, namun hal ini tidak direspon” terang Sya’ban kepada media ini.

Sya’ban menduga ada upaya Balas Dendam lantaran pada kasus Anaknya, Mukram pernah menolak berdamai dengan beberapa oknum polisi yang tersangkut pembunuhan Almarhum Muhammad Arfandi Ardiansyah, walaupun pada akhirnya terjadi perdamaian dan penyelesaian secara kekeluargaan.

Sebagai langkah hukum, Kuasa Hukum Mukram telah melayangkan surat aduan ke Bagian Pengawasan Penyidikan (Wasidik) Polda Sulsel untuk dinilai dan ditindaklanjuti.
“Kami telah menyurat ke Bagian Wasidik Polda Sulsel untuk menilai perkara ini, tentunya kami berharap Pendekatan penyelesaian perkara dengan skema keadilan Restoratif itu ditegakkan ke semua pihak, tidak tebang pilih”. Tutup Sya’ban dalam siaran persnya.

Namun tanggapan berbeda disampaikan oleh pihak Polrestabes Makassar, kasus tersebut tetap dalam proses penahanan dan berproses dikarenakan masih ada syarat-syarat yang belum dipenuhi oleh terlapor (mukram) kepada pihak korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP. Reonald T.S. Simanjuntak, SH, S. Ik, MM, kepada awak media mengatakan bahwa ada Salah paham antara pihak kuasa hukum dengan penyidik, namun kedepan kami akan pertemukan pihak korban dengan pihak kuasa hukum terlapor (mukram) agar bisa diwujudkan upaya restorative Justice ( RJ )

“Untuk kasus mukram ini, tidak ada balas dendam, siapa yang bilang balas dendam ? Jadi, si Mukram ini masih belum memenuhi syarat-syarat, atau ganti rugi kepada korban secara penuh, sehingga masih dalam proses,” ungkap Reonald kepada rekan media saat ditemui diruang kerjanya

Reonald menambahkan ” sy jamin tidak ada permasalahan ini dengan masalah Satnarkoba kmrn, sy independen,” tegas perwira dua bunga ini.

Ditempat terpisah, pihak Humas Polrestabes Makassar, AKP. Lando juga menambahkan, upaya RJ selalu ada, soal pengembalian dana memang betul sudah ada sebagian, namun belum seutuhnya, ini yang masih kita upayakan, agar pihak korban dalam upaya RJ merasa aman damai, pihak terlapor juga bisa menyelasaikan secara bertanggung jawab dengan memenuhi syarat-syarat yg dibutuhkan pihak korban.

Simpan Gambar:

Berita Terkait

Presiden Prabowo Apresiasi Polri, Keterlibatan Aktif dalam Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan
Kapolri: Polri Kembangkan Farmapol Pusdokkes Jadi Produsen Food Safety Kit
Akademisi STIE IBEK: Rencana PLTN di Bangka Belitung Harus Dikaji Komprehensif dan Transparan
Polri Siapkan Dapur MBG di Wilayah 3T, Tantangannya Geografis dan Keamanan
Konsolidasi Nasional Buruh: Jumhur Hidayat Desak Penertiban TKA dan Verifikasi Keanggotaan yang Akurat
KSPSI Siap Kawal Carut-Marut HGU Sawit: Lindungi Puluhan Ribu Buruh dari Ancaman Kehilangan Pekerjaan
Rakor Pangan tingkat Kabupaten Poso, Satgas Saber Bareskrim Polri tekankan pada sinergisitas dan kolaborasi
Tinjau Langsung ke Pasar Sentral Poso, Satgas Saber Bareskrim Polri Pastikan Harga dan Stok Pangan Terkendali
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:03 WITA

Presiden Prabowo Apresiasi Polri, Keterlibatan Aktif dalam Pemenuhan Gizi dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:54 WITA

Kapolri: Polri Kembangkan Farmapol Pusdokkes Jadi Produsen Food Safety Kit

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:22 WITA

Akademisi STIE IBEK: Rencana PLTN di Bangka Belitung Harus Dikaji Komprehensif dan Transparan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:21 WITA

Polri Siapkan Dapur MBG di Wilayah 3T, Tantangannya Geografis dan Keamanan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:05 WITA

Konsolidasi Nasional Buruh: Jumhur Hidayat Desak Penertiban TKA dan Verifikasi Keanggotaan yang Akurat

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:55 WITA

KSPSI Siap Kawal Carut-Marut HGU Sawit: Lindungi Puluhan Ribu Buruh dari Ancaman Kehilangan Pekerjaan

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:28 WITA

Rakor Pangan tingkat Kabupaten Poso, Satgas Saber Bareskrim Polri tekankan pada sinergisitas dan kolaborasi

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Tinjau Langsung ke Pasar Sentral Poso, Satgas Saber Bareskrim Polri Pastikan Harga dan Stok Pangan Terkendali

Berita Terbaru

Kesehatan

BGN Tambah Sasaran Penerima MBG untuk Usia 6-59 Bulan, Mulai 2026

Sabtu, 14 Feb 2026 - 10:06 WITA