Iming-iming Investasi Bodong, Wanita Jeneponto Diduga Tipu Keluarga Ratusan Juta, Korban Akan Lapor Polisi

Rusli, korban investasi bodong saat menunjukkan bukti transfer dan aplikasi NW Sport milik HSR. (Dok:Rusli)

Rusli, korban investasi bodong saat menunjukkan bukti transfer dan aplikasi NW Sport milik HSR. (Dok:Rusli)

Gowa, DNID.co.id – Seorang warga Jeneponto, Rusli (37), mengaku menjadi korban dugaan Penipuan investasi berkedok aplikasi bernama NW Sport. Tak hanya dirinya, istri dan iparnya juga ikut terdampak hingga total kerugian disebut menembus ratusan juta rupiah.

Rusli menceritakan, awalnya ia diajak oleh seorang wanita berinisial HSR untuk bergabung dalam investasi yang disebut sebagai “tabungan saham” dengan keuntungan fantastis.

“Awal mulanya itu bulan Oktober 2025 dia mengajak saya, ‘kanda ayo gabung yuk nabung investasi saham, kalau kita menabung 3 juta kembali 3 juta’ selama sebulan,” ujar Rusli saat ditemui DNID.co.id di Gowa, Kamis (12/2/2026).

Tergiur dengan iming-iming keuntungan 100 persen dalam waktu satu bulan, Rusli mulai mentransfer dana secara bertahap. Ia mengaku bergabung sejak 22 Oktober hingga 6 November 2025.

“Dia menjanjikan saham mengendap 1 bulan itu kembali 100 persen,” katanya.

HSR, terduga pelaku tindak pidana penipuan berkedok Investasi Bodong lewat aplikasi NW Sport. (Dok:Akun Facebook HSR)

Total dana yang telah dikirimkan Rusli mencapai Rp43 juta. Namun alih-alih mendapat keuntungan, dana tersebut justru hilang dari aplikasi.

“Saya gabung sejak 22 Oktober hingga 6 November, total nilainya Rp43 juta,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, terdapat beberapa nomor rekening berbeda yang diarahkan untuk menerima transfer dana. Kejanggalan mulai terasa ketika saldo di aplikasi mendadak raib tak lama setelah transfer terakhir dilakukan.

“Hanya 2 hari sejak transferan terakhir saya, langsung hilang uang sekejap di aplikasinya itu,” ungkap Rusli.

Tak hanya Rusli, istri dan iparnya juga ikut bergabung atas ajakan HSR. Total kerugian keluarga itu disebut mencapai lebih dari Rp100 juta.

“Saya sudah tanya bagaimana pertanggungjawaban mu bagaimana? Kamu bilang kemarin aman-aman, saya pikir kamu keluarga makanya saya tidak segan-segan kirim dana, seandainya kamu bukan keluarga, 100 ribu pun saya gak kirim,” ucapnya dengan nada kecewa.

Rusli mengaku telah berulang kali dijanjikan pengembalian dana, bahkan ditawari sebuah telepon genggam sebagai bentuk itikad baik. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

“Saya capek dijanjikan terus Pak, saya akan laporkan kasus ini ke Polres Gowa atau Polda Sulsel, mungkin banyak juga korban lainnya selain saya sekeluarga,” tegasnya.

Sementara itu, HSR saat dikonfirmasi membenarkan dirinya yang mengajak Rusli dan keluarganya untuk bergabung dalam investasi tersebut. Namun ia mengaku juga menjadi korban dari aplikasi yang sama.

“Memang saya mengajak tapi saya ada i’tikad baik. Cuman saya belum punya uang (pengembalian dana), ini saya janjikan HP ke Pak Rusli, saya masih komunikasi dengan Pak Rusli, saya juga jadi korban Pak dari aplikasi itu,” ujar HSR saat dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp, Kamis (12/2/2026).

Kini Rusli tengah melengkapi berkas untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut ke pihak berwajib. Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan janji keuntungan tidak masuk akal.

“Pesan saya untuk masyarakat diluar hati-hati dengan rayuan investasi menjamin kembali 100 persen seperti ini,” pungkasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 13 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 12:52 WITA

Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027

Berita Terbaru