Aktivis Soroti Ruang Inap Puskesmas Mappakasunggu, Kapus Sebut Dinkes Takalar Akan Benahi

Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar. (Dok:Ist)

Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar. (Dok:Ist)

Takalar, DNID.co.id – Kondisi fasilitas ruang inap di Puskesmas Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa, Abdul Salam. Ia menilai fasilitas tersebut tidak layak dan jauh dari standar pelayanan kesehatan.

Abdul Salam mengungkapkan, ruang inap pasien dalam kondisi memprihatinkan. Ruangan disebut tidak dilengkapi gorden maupun sekat antar pasien. Sirkulasi udara pun terbatas karena hanya tersedia satu kipas angin. Selain itu, dinding ruangan terlihat kotor, penuh coretan, dan menghitam.

“Ruang nginap pasien seharusnya memberikan kenyamanan dan privasi, bukan justru membuat pasien merasa tidak aman dan tidak manusiawi,” ucap Abdul Salam dalam siaran persnya, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kurangnya perhatian dan tanggung jawab pengelola puskesmas, khususnya kepala puskesmas, dalam memastikan fasilitas kesehatan berjalan sesuai standar pemerintah.

Ia juga menyinggung adanya kesan pencitraan, di mana bagian depan puskesmas terlihat rapi, namun ruang inap pasien justru terabaikan.

“Jangan hanya bagian depan puskesmas yang terlihat rapi. Justru ruang nginap pasien yang paling penting, karena di situlah masyarakat dirawat dan bergantung pada pelayanan kesehatan,” ucap Abdul Salam.

Aktivis Mahasiswa, Abdul Salam. (Foto:Salam)

Abdul Salam menegaskan, kondisi itu berpotensi melanggar hak pasien atas privasi, kenyamanan, serta lingkungan perawatan yang bersih dan aman. Ia juga menilai ruangan yang panas dan kurang higienis dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Ia mendesak Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan pembenahan fasilitas, serta meminta adanya tanggung jawab tegas dari kepala puskesmas.

“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Jika fasilitas ruang nginap saja tidak layak, maka kualitas pelayanan kesehatan patut dipertanyakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mappakasunggu, Hj. Rabiah, SKM., mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan di ruang rawat inap. Namun ia memastikan pembenahan akan segera dilakukan.

“Kalau di ruang inap pasien itu memang tidak memakai gorden, kalau gorden dipakai lalu ada tindakan biasanya ada darah dan lainnya, jadi tidak memakai gorden tapi dia punya stiker plastik,” jelas Rabi’ah saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2025).

Ia menambahkan, fasilitas kipas angin di ruang keperawatan sebenarnya berjumlah dua unit, namun satu di antaranya dalam kondisi rusak.

“Kalau ruang keperawatan punya kipas angin dua, 1 rusak dan 1 masih berfungsi. Ada juga di ruang inap tidak mempunyai langit-langit tapi sudah saya lapor dan akan di tindaklanjuti,” tambahnya.

Rabi’ah juga menyebut pihak dinas kesehatan telah melakukan kunjungan dan berkomitmen melakukan pembenahan.

“Kemarin hari Sabtu ada kunjungan Kadis Kesehatan, dan akan dilakukan pembenahan oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Terkait pengelolaan dana BOK, Rabi’ah mengaku dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kepala puskesmas.

“Saya ini kepala puskesmas baru. Baru tiga bulan menjabat Kapus, Alhamdulillah kemarin Kadisku datang dan akan melakukan pembenahan,” tandasnya.

Sorotan ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, khususnya ruang inap, merupakan bagian penting dalam menjamin hak dan keselamatan pasien di tingkat pelayanan dasar.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 13 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Siaran Pers dan Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:44 WITA

Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA