Breaking News

Radio Player

Loading...

Aktivis Soroti Ruang Inap Puskesmas Mappakasunggu, Kapus Sebut Dinkes Takalar Akan Benahi

Jumat, 13 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar. (Dok:Ist)

Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar. (Dok:Ist)

Takalar, DNID.co.id – Kondisi fasilitas ruang inap di Puskesmas Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa, Abdul Salam. Ia menilai fasilitas tersebut tidak layak dan jauh dari standar pelayanan kesehatan.

Abdul Salam mengungkapkan, ruang inap pasien dalam kondisi memprihatinkan. Ruangan disebut tidak dilengkapi gorden maupun sekat antar pasien. Sirkulasi udara pun terbatas karena hanya tersedia satu kipas angin. Selain itu, dinding ruangan terlihat kotor, penuh coretan, dan menghitam.

“Ruang nginap pasien seharusnya memberikan kenyamanan dan privasi, bukan justru membuat pasien merasa tidak aman dan tidak manusiawi,” ucap Abdul Salam dalam siaran persnya, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kurangnya perhatian dan tanggung jawab pengelola puskesmas, khususnya kepala puskesmas, dalam memastikan fasilitas kesehatan berjalan sesuai standar pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyinggung adanya kesan pencitraan, di mana bagian depan puskesmas terlihat rapi, namun ruang inap pasien justru terabaikan.

“Jangan hanya bagian depan puskesmas yang terlihat rapi. Justru ruang nginap pasien yang paling penting, karena di situlah masyarakat dirawat dan bergantung pada pelayanan kesehatan,” ucap Abdul Salam.

Aktivis Mahasiswa, Abdul Salam. (Foto:Salam)

Abdul Salam menegaskan, kondisi itu berpotensi melanggar hak pasien atas privasi, kenyamanan, serta lingkungan perawatan yang bersih dan aman. Ia juga menilai ruangan yang panas dan kurang higienis dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Ia mendesak Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan pembenahan fasilitas, serta meminta adanya tanggung jawab tegas dari kepala puskesmas.

“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Jika fasilitas ruang nginap saja tidak layak, maka kualitas pelayanan kesehatan patut dipertanyakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mappakasunggu, Hj. Rabiah, SKM., mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan di ruang rawat inap. Namun ia memastikan pembenahan akan segera dilakukan.

“Kalau di ruang inap pasien itu memang tidak memakai gorden, kalau gorden dipakai lalu ada tindakan biasanya ada darah dan lainnya, jadi tidak memakai gorden tapi dia punya stiker plastik,” jelas Rabi’ah saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2025).

Ia menambahkan, fasilitas kipas angin di ruang keperawatan sebenarnya berjumlah dua unit, namun satu di antaranya dalam kondisi rusak.

“Kalau ruang keperawatan punya kipas angin dua, 1 rusak dan 1 masih berfungsi. Ada juga di ruang inap tidak mempunyai langit-langit tapi sudah saya lapor dan akan di tindaklanjuti,” tambahnya.

Rabi’ah juga menyebut pihak dinas kesehatan telah melakukan kunjungan dan berkomitmen melakukan pembenahan.

“Kemarin hari Sabtu ada kunjungan Kadis Kesehatan, dan akan dilakukan pembenahan oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Terkait pengelolaan dana BOK, Rabi’ah mengaku dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kepala puskesmas.

“Saya ini kepala puskesmas baru. Baru tiga bulan menjabat Kapus, Alhamdulillah kemarin Kadisku datang dan akan melakukan pembenahan,” tandasnya.

Sorotan ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, khususnya ruang inap, merupakan bagian penting dalam menjamin hak dan keselamatan pasien di tingkat pelayanan dasar.

Simpan Gambar:

Penulis : Daeng Sunu

Editor : Kingzhie

Sumber Berita : Siaran Pers dan Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab : Ir. Herman Maddaung

Berita Terkait

Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?
Masyarakat Lingkar Tambang Kepung Polres Enrekang, Tuntut Kapolres Dicopot dan IUP Tambang Emas Dicabut
Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum
Saksi Ahli JPU Mendadak Absen, Sidang Kasus Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda
Polisi Telusuri Dugaan Mafia Solar di SPBU Tarowang Jeneponto
Viral Video Penarikan Mobil di Makassar, Oknum TNI Kodam Hasanuddin Bantah Terlibat Debt Collector
Viral! Diduga Mafia BBM Kuasai Nosel SPBU Tarowang Jeneponto, 150 Jerigen Disebut Lolos Tiap Hari
Kapolda Babel Perkuat Layanan 110 Jelang Mudik
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:24 WITA

Hati-hati, Menyemprot Parfum ke Leher Bisa Berisiko bagi Kelenjar Tiroid?

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:51 WITA

Masyarakat Lingkar Tambang Kepung Polres Enrekang, Tuntut Kapolres Dicopot dan IUP Tambang Emas Dicabut

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:20 WITA

Sengketa Parkir RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Belum Usai, CV Ahnaf Siapkan Upaya Hukum

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:35 WITA

Saksi Ahli JPU Mendadak Absen, Sidang Kasus Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:39 WITA

Polisi Telusuri Dugaan Mafia Solar di SPBU Tarowang Jeneponto

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:55 WITA

Viral Video Penarikan Mobil di Makassar, Oknum TNI Kodam Hasanuddin Bantah Terlibat Debt Collector

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:25 WITA

Viral! Diduga Mafia BBM Kuasai Nosel SPBU Tarowang Jeneponto, 150 Jerigen Disebut Lolos Tiap Hari

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:52 WITA

Kapolda Babel Perkuat Layanan 110 Jelang Mudik

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Polres Poso Musnahkan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Tinombala 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 17:44 WITA