Akibat Kebocoran Sampah Plastik ke Laut, BRIN Catat Kerugian Negara Ratusan Triliun

DNID.CO.ID-Jakarta. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova, menyebut potensi kerugian negara. Akibat kebocoran sampah plastik ke laut bisa mencapai Rp225 triliun per tahun.

Menurut Reza Cordova, salah sektor yang terpukul akibat sampah plastik ini adalah sektor perikanan. Seperti, perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

“Perikanan tangkap asalnya ini, ikan-ikannya berasal dari terumbu karang, mangrove. Sampah-sampah ini akan menutupi wilayah-wilayah ekosistem kunci menjadi tempat ikan-ikan tersebut,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Sabtu (14/9/24).

Dalam keterangannya ia menjelaskan akibat sampah plastik ini nutrisi makanan untuk ikan-ikan di laut menjadi terganggu. Selain itu, jika ikan-ikan itu tidak bermigrasi maka akan semakin sedikit. “Akibatnya produksi perikanan ini akan menurun. Ini karena sampah plastik,” ujarnya.

Menurutnya, sampah plastik ini juga berdampak pada sisi kesehatan. Terutama, jika sampah plastik ini terfragmentasi menjadi mikro-plastik.

“Ketika itu sudah terjadi masuk ke dalam tubuh manusia. Maka produktivitas akan menurun,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan sampah plastik ini juga berdampak pada sektor transportasi laut. Terutama bagi nelayan yang mencari ikan di tengah laut.

“Banyak nelayan yang merasa ketika mau melaut itu. Propeller kapalnya itu terganggu oleh sampah plastik,” jelasnya.

Sehingga, menurutnya, biaya operasional bagi nelayan juga akan meningkat. Belum lagi, transportasi laut bagi pelayaran juga akan meningkat dengan sampah plastik ini.

Terkait sampah plastik ini, menurut dia, pemerintah juga tidak tinggal diam. Sejumlah hal telah dilakukan pemerintah, seperti, menerbitkan berbagai aturan.

“Yang paling utama ada dua aturan ya. Perpres Nomor 97 Tahun 2017 terkait pengelolaan di darat. Kemudian Perpres Nomor 83 Tahun 2018 terkait pengelolaan sampah yang bocor ke laut,” tutupnya.

Simpan Gambar:

Minggu, 15 September 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi.P

Editor: Redaksi

Sumber Berita: Humas BRIN

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Terbaru, Tujuh Siswa SDN 7 Rumbia Dirujuk ke RSUD Usai Konsumsi MBG
BNN RI Soroti Jalur Rawan Narkoba dan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Daerah
Terbaru Korban MBG, Dua Siswa SDN 7 Rumbia Terpaksa Dirujuk ke RSUD
Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang
Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu
Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Konsumsi MBG, Diduga Ikan Tak Layak Konsumsi
Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya
Tim Ulat Bulu Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Tempilang
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:34 WITA

Terbaru, Tujuh Siswa SDN 7 Rumbia Dirujuk ke RSUD Usai Konsumsi MBG

Kamis, 23 April 2026 - 17:02 WITA

BNN RI Soroti Jalur Rawan Narkoba dan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 15:48 WITA

Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang

Kamis, 23 April 2026 - 15:34 WITA

Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 13:05 WITA

Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Konsumsi MBG, Diduga Ikan Tak Layak Konsumsi

Kamis, 23 April 2026 - 12:18 WITA

Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya

Kamis, 23 April 2026 - 11:58 WITA

Tim Ulat Bulu Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Tempilang

Rabu, 22 April 2026 - 14:59 WITA

DPRD Kabupaten Bantaeng Tetapkan Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025

Berita Terbaru