Tim Ahli Indikasi Geografis Lakukan Pemeriksaan Substantif Madu Pelawan Namang Bangka Tengah

Bangka Tengah,DNID.co.id – Tim Ahli Indikasi Geografis (IG)dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham melakukan pemeriksaan substantif terhadap Madu Pelawan Namang Bangka Tengah. Tim tsb beranggotakan Agustinus Pardede, Abdul Rachman,dan Hafid . Kamis (03/10/2024).

Tim disambut langsung oleh Kepala Desa Namang, Zaiwan, yang menyampaikan terima kasih kepada Tim Ahli IG Kemenkumham RI dan Kanwil Kemenkumham Babel yang sudah hadir ke Desa Namang untuk melihat secara langsung Madu Pelawan dan Proses produksinya .

Pada kesempatan ini Zaiwan menjelaskan,

“Hutan Pelawan merupakan Kawasan Hutan Lindung yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Desa Namang tahun 2009. Desa Namang merupakan desa yang memiliki program One Village One Product. Hutan Pelawan juga dijadikan sebagai tempat destinasi wisata untuk memberikan edukasi terhadap lebah madu hutan liar di desa Namang.Kami berharap Madu Pelawan bisa menjadi IG seperti White Paper Muntok (lada putih),”Ungkapnya.

Tim Ahli IG, Agustinus Pardede juga menyampaikan, kehadiran Tim Ahli IG ke desa Namang.

“Kehadiran kami untuk melihat kesesuaian dokumen buku deskripsi IG Madu Pelawan dengan keadaaan di lapangan.
Yang dilihat adalah , cara petani mengambil madu, cara pengolahan , cara mengemas dan memasarkan madu pelawan ini.”Paparnya.

Tim Ahli IG, Abdul Rachman menambahkan terkait Madu Pelawan.

“Sebagaimana informasi dari Kades Namang bahwa Madu Pelawan ini sudah mendunia, namun belum ada pengakuan dari negara sebagai IG terdaftar dan kegiatan pemeriksaan substantif dilakukan sebagai syarat untuk dapat sertifikat IG,”Ujarnya.

Dan untuk mendapatkan IG,Abdul Rachman menyebutkan, ada 3 kriteria untuk mendapatkannya.

“Untuk mendapatkan IG yaitu karakteristik khas madu , yang dilihat dari daerah tersebut, Kualitas madu yang dilihat dari kandungan gizi apakah aman atau tidak untuk dikonsumsi, dan ketiga adalah reputasi dari madu,”Terangnya.

Dari segi spesifikasi dan karakter khusus madu pelawan ini sudah kelihatan,hanya saja perlu sertifikasi Standar Nasional Indonesia dan perlunya pemeriksaan laboratorium terkait keamanan pangan .

Dengan adanya SNI maka brandingnya akan baik , sehingga memberikan kepercayaan bagi konsumen dan membangun image daya saing dengan madu-madu daerah lain.

” Maka perlu peran serta Disperindag untuk membina kualitas madu dan brandingnya “.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Babel, Harun Sulianto pada kesempatan ini juga menuturkan Tim nya akan menindaklanjuti rekomendasi Tim ahli IG dari Ditjen Kekayaan Intelektual tersebut .

” Kami akan lakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait , sehingga madu Pelawan Namang Ini dapat sertifikat IG,” kata kakanwil

Menurut Harun Sulianto , saat ini di Bangka Belitung telah terdapat 2 Indikasi Geografis, yakni Lada Putih Muntok dan Madu Teran Belitung Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Adi Riyanto,Kepala Bappeda Kab. Bangka Tengah,Joko Triadhi, Kepala Desa Namang, Zaiwan, Perwakilan Disperindagkop Provinsi Babel, M.Nazali, Perwakilan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bangka Tengah ,MPIG Madu Pelawan Namang,dan Analis KI Ahli Pertama, Marlinda.(*)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 5 Oktober 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Redaksi DNID Babel

Sumber Berita: Sumber Kakanwil Kemenkumham Babel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri
Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WITA

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 13:46 WITA

Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Berita Terbaru