Penyerang Timnas Malaysia di AFF 2010: Insiden Laser Bantu Kami Juara 

Berita Harian, DNID.co.id – Kompetisi sepak bola tertinggi di Asia Tenggara, Piala AFF, khususnya edisi 2010 mungkin tak akan bisa dilupakan oleh pecinta sepak bola di Indonesia.

Pasalnya, sejak fase grup hingga semifinal, Timnas Indonesia asuhan coach Alfred Riedl waktu itu tampil sangat menjanjikan. Namun, di laga final menghadapi Timnas Malaysia ada kejadian kontroversi yang mungkin paling diingat publik pecinta sepak bola tanah air.

Kejadian tersebut merupakan insiden sinar laser para pendukung Timnas Malaysia yang diarahkan ke pemain Timnas Indonesia.

Pada leg pertama yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, suporter Malaysia terbukti mengarahkan sinar laser kepada kiper timnas Indonesia, Markus Haris Maulana.

Insiden ini dianggap sebagaimana salah satu faktor yang menyebabkan Timnas Indonesia mengalami kekalahan.

Hal ini turut dibenarkan oleh penyerang andalan Timnas Malaysia kala itu, Safee Sali. Menurut, kebangkitan Timnas Malaysia setelah mengalami kekalahan telak 5-1 dari Timnas Indonesia di fase grup.

“Saya harus berterima kasih kepada yang laser. Karena waktunya laser itu kita boleh perform balik. Sebelum (insiden) leser itu, Indonesia masih betul-betul fokus. Setelah insiden leser itu mungkin ada (pemain Indonesia) yang tidak fokus dan kita bisa menang, “ungkapnya saat dikutip dari youtube Sport77 Official, Senin (20/01/2025).

Selain itu, kekalahan 5-1 di fase grup juga menjadi motivasi lebih bagi Timnas Malaysia untuk mengalahkan Timnas Indonesia di partai final.

Timnas Indonesia pun dipaksa menyerah 0-3 pada laga itu. Hasil laga ini sangat membantu Timnas Malaysia meraih gelar juara karena pada leg kedua hanya kalah 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 21 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: YouTube Sport77 Official

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Jelang Porprov Sulsel 2026, KONI Bantaeng Minta Seluruh Cabor Maksimalkan Persiapan Atlet
Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar
Gowa Jadi Pusat Sepak Bola, Sulsel Cup 2026, 12 Tim Berebut Rp200 Juta
Ketua KONI Bantaeng Ajak Panitia Bersatu demi Nama Baik Kontingen di Porprov XVIII
Padang Pariaman Tersingkir dari Semifinal Futsal Porprov XVI Sumbar 2026, Takluk 1-5 dari Kabupaten 50 Kota
Pemain Sepak Bola Kota Padang Dilaporkan Terlambat Mendapat Pertolongan, Kesiapan Ambulans Porprov XVI Sumbar Disorot
Penutupan Porprov XVI Sumbar Dipastikan Digelar di Stadion Utama Sumbar, Padang Pariaman
Hapkido Padang Pariaman Raih Dua Medali Emas dan Satu Perunggu pada Hari Pertama Porprov XVI Sumbar 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:33 WITA

Jelang Porprov Sulsel 2026, KONI Bantaeng Minta Seluruh Cabor Maksimalkan Persiapan Atlet

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:05 WITA

Cegah Perang Kelompok, Appi: FORKOT Jadi Wadah Positif bagi Pemuda Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WITA

Gowa Jadi Pusat Sepak Bola, Sulsel Cup 2026, 12 Tim Berebut Rp200 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:47 WITA

Ketua KONI Bantaeng Ajak Panitia Bersatu demi Nama Baik Kontingen di Porprov XVIII

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:08 WITA

Padang Pariaman Tersingkir dari Semifinal Futsal Porprov XVI Sumbar 2026, Takluk 1-5 dari Kabupaten 50 Kota

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:56 WITA

Pemain Sepak Bola Kota Padang Dilaporkan Terlambat Mendapat Pertolongan, Kesiapan Ambulans Porprov XVI Sumbar Disorot

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:33 WITA

Penutupan Porprov XVI Sumbar Dipastikan Digelar di Stadion Utama Sumbar, Padang Pariaman

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:26 WITA

Hapkido Padang Pariaman Raih Dua Medali Emas dan Satu Perunggu pada Hari Pertama Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru