PSU Pilwalkot Palopo dan Harga Demokrasi yang Mahal

Makassar. DNID.co.id–Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilwalkot Palopo 2025 menjadi kenyataan yang harus diterima.

Namun, ada satu pertanyaan besar yang mengemuka: apakah 11,5 miliar rupiah tambahan untuk PSU, yang menambah total anggaran Pilwalkot Palopo menjadi 34,5 miliar rupiah, benar-benar sepadan dengan hasil yang akan diperoleh?

Sebagai kota dengan populasi yang tak seberapa besar, angka 34,5 miliar rupiah jelas bukan jumlah kecil.

Anggaran sebesar itu seharusnya cukup untuk membangun infrastruktur kota, memperbaiki layanan publik, atau bahkan membantu organisasi kepemudaan seperti sekretariat IPMIL Palopo yang kini terbengkalai.

Pada akhirnya, uang rakyat juga yang harus kembali digelontorkan demi menebus kesalahan administratif dan ketidakberesan yang terjadi dalam proses Pilwalkot sebelumnya.

Kini, harapan tertumpu pada PSU yang akan datang. Jika demokrasi harus ditebus dengan harga semahal ini, maka hasilnya tidak boleh mengecewakan.*

PSU harus benar-benar melahirkan pemimpin yang lebih baik untuk Palopo, pemimpin yang tidak sekadar duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga punya kepedulian nyata terhadap warganya—termasuk mahasiswa Palopo di perantauan yang kerap terlupakan dalam pusaran kepentingan politik lokal.

Karena jika tidak, anggaran miliaran itu tak lebih dari sekadar buih demokrasi. Hanya riuh di permukaan, tapi tak membawa manfaat nyata bagi rakyat.

*Asri Tadda*
Makassar, 11 Maret 2025

_Ubur-ubur ikan lele,_
_Masih bisaji diatur le’?_

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 11 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim Tahir

Editor: Admin

Sumber Berita: Asri Tadda

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Berita Terbaru