BONE, DNID.co.id – Sejarah baru tercipta di Kabupaten Bone. Untuk pertama kalinya dalam dunia balap Sulawesi Selatan, drag race digelar di bawah cahaya lampu sorot malam hari.
Ajang bertajuk “Kapolres Cup Drag Night” ini langsung mencuri perhatian publik dan mencetak rekor dengan jumlah peserta hampir 600 Starter melampaui target awal yang hanya 400.
Perhelatan ini bukan event biasa. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, ajang ini diinisiasi oleh Pemkab Bone, IMI, dan DMS Otomotif Club, dengan sokongan penuh komunitas lokal, sponsor besar, dan tentu saja, dukungan Kapolres Bone sendiri.
“Antusias peserta luar biasa. Ini bukan sekadar event balap, ini sejarah,” tegas H. Ridwan Rahman, SE dari IMI Sulsel. Ia mengaku terkejut dengan lonjakan jumlah peserta dari seluruh penjuru Sulsel, termasuk Makassar, Luwu, dan Bone sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya jumlah peserta, konsep balapan malam ini jadi magnet utama. Dipimpin oleh Wawan Hirawan selaku pimpinan lomba, ajang ini di-setting sebagai night race pertama di Sulsel, menyuguhkan suasana gelap berpadu gemerlap lampu dan dentuman mesin.
“Sensasinya beda. Penonton pun bisa lebih menikmati atmosfer balap. Ini bukan hanya tentang kecepatan, tapi juga tentang hiburan dan pengalaman,” kata Wawan.
Panitia menyiapkan hadiah khusus bagi Juara Umum motor dan mobil, masing-masing akan diganjar uang tunai Rp 10 juta, mengukuhkan ajang ini bukan sekadar tempat adu gas, tapi juga arena berburu gengsi dan prestasi.
Kelas drag bike penuh persaingan. Mulai dari kelas Sport 2-Tak 155cc, Bebek Tune Up 200cc, hingga Matic 250cc, semuanya dipanaskan oleh pembalap lokal dan regional. Tak ketinggalan, kelas Bracket Time (8–10 detik) siap menjaring pembalap paling konsisten.
Kategori roda empat tak kalah gila. Mobil-mobil bergigi tajam adu cepat di kelas Modified Stock, Diesel, Bracket, hingga kelas lokal BOSOWASI (Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai).
Yang menarik, kelas Street Diesel hingga OMR Brio dan Jazz jadi favorit dengan deru turbo yang memecah malam. Kelas-kelas ini jadi bukti bahwa balap bukan milik Jakarta saja—Indonesia Timur pun bisa menggetarkan lintasan.
Ridwan menyatakan bahwa konsep night race ini patut dijadikan role model event otomotif skala regional.
“Bone bisa jadi pusat otomotif Sulawesi Selatan jika konsisten. Kami ingin menjadikan event ini sebagai agenda tahunan yang ditunggu-tunggu,” ucapnya.
Selanjutnya Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah daerah. “Dukungan Bupati dan seluruh pihak di Bone sangat luar biasa. Kami dari IMI Sulsel benar-benar mengapresiasi,” tambahnya.
Ajang ini bukan hanya tentang siapa tercepat. Ini tentang bagaimana Bone menggebrak panggung otomotif, membangun identitas, dan menunjukkan bahwa dari daerah pun bisa lahir event bergengsi, profesional, dan spektakuler.
Dan malam ini, Bone menyalakan mesin sejarahnya.
Penulis : Ricky
Editor : Admin
Sumber Berita : Redaksi Sulsel































