Diduga Oknum Binmas Sebarkan Informasi Hoax, Kades di Bantaeng Akan Tempuh Jalur Hukum

Dnid.co.id, Bantaeng – Diduga Binmas Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan menyebarkan informasi hoax terkait dugaan pernikahan Kepala Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.

Informasi itu beredar luas di sosial media hingga menjadi konsumsi pemberitaan oleh media lokal.

Akibat berita hoax itu membuat Kepala Desa Bontolojong, Sabir merasa geram dan kecewa dengan ulah oknum Binmas tersebut.

Sabir menegaskan bahwa informasi yang telah beredar itu tidak benar adanya alias hoax.

“Informasi yang tersebar luas itu tidak lah benar,” tegas Sabir kepada DNID pada Sabtu (23/08/2025).

Perihal informasi yang beredar itu, Sabir maupun perempuan yang berinisial L keberatan.

“Perempuan yang diduga menikah dengan saya itu mau melapor ke polisi terkait berita/informasi hoax,” terangnya.

Sabir menambahkan perempuan yang disebut itu merupakan asal Desa Bonto Marannu Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng. ” L sendiri merupakan warga desa tetangga yaitu desa Bontomarannu,” ujarnya.

Sabir juga menjelaskan oknum yang telah mencoreng nama baiknya adalah mantan Binmas di Desa Bontolojong telah diganti beberapa hari yang lalu.

Dirinya juga menduga bahwa eks Bhabinkamtibmas Bontolojong melakukan hal tak terpuji dikarenakan adanya kerja sama bersama lawan politik untuk menjatuhkan dirinya,

“Mungkin dia mengira karena perpindahannya itu karena keinginan saya. karena ada memang beberapa warga yang nah temani lawan politik saya yang bikin gaduh di masyarakat,” cetusnya.

Lanjutnya, Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rana untuk pergantian Bhabinkamtibmas,

“Itukan rana nya kepolisian, bukan rana saya. dan saya pastikan akan melaporkan karena saya tidak terima nama baik saya tercoreng,” tegasnya Kades Bontolojong.

Kades Bontolojong juga berharap agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan informasi yang menggiring opini,

“Saya berharap agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan informasi yang tidak benar, dan kami akan mengambil tindakan untuk melaporkan,” harap Sabir dalam momentum itu.

Terpisah Kasi Humas Polres Bantaeng enggan berkomentar. Begitu juga
Kasi Paminal serta Kanit Paminal. Sekedar diketahui

Simpan Gambar:

Sabtu, 23 Agustus 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ITS

Editor: Admin

Sumber Berita: Narasumber

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Selidiki Kasus Pencurian HP, Tim Pegasus Jeneponto Malah Ciduk Wanita Simpan Sabu di Bawah Jok Mobil
Cegah Tindak Kriminal dan Barang Berbahaya, Polsek Pamona Selatan Gelar Patroli Dialogis di Pasar Tradisional
Tiga Oknum Polda-Polres Barru Diduga Peras Pemuda Puluhan Juta Usai Dituduh Terlibat Narkoba
Kasus Busur Panah di Walenrang Tuntas, Tiga Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Kapolres Palopo Turunkan 20 Personel Brimob di Dua Titik Rawan Tawuran
Barang Bernilai Ratusan Juta Diduga Keluar Diam-diam Dari Kawasan Smelter Sitaan Negara
Aroma Permainan Kotor di Smelter Rajawali Sadai, Penangkapan Diduga Berakhir Negosiasi
Manipulasi Dokumen Nelayan Terbongkar, Ribuan Liter Solar Subsidi Nyaris Disalahgunakan Pelaku
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:46 WITA

Selidiki Kasus Pencurian HP, Tim Pegasus Jeneponto Malah Ciduk Wanita Simpan Sabu di Bawah Jok Mobil

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:29 WITA

Cegah Tindak Kriminal dan Barang Berbahaya, Polsek Pamona Selatan Gelar Patroli Dialogis di Pasar Tradisional

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:21 WITA

Tiga Oknum Polda-Polres Barru Diduga Peras Pemuda Puluhan Juta Usai Dituduh Terlibat Narkoba

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:57 WITA

Kasus Busur Panah di Walenrang Tuntas, Tiga Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:27 WITA

Kapolres Palopo Turunkan 20 Personel Brimob di Dua Titik Rawan Tawuran

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:58 WITA

Barang Bernilai Ratusan Juta Diduga Keluar Diam-diam Dari Kawasan Smelter Sitaan Negara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:38 WITA

Aroma Permainan Kotor di Smelter Rajawali Sadai, Penangkapan Diduga Berakhir Negosiasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:54 WITA

Manipulasi Dokumen Nelayan Terbongkar, Ribuan Liter Solar Subsidi Nyaris Disalahgunakan Pelaku

Berita Terbaru