TPG Segera Cair, Rp46 Miliar Disiapkan Jelang Idulfitri
Edy Saputra Syam Kepala BKPSDM Bone dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone
Plt Kadis Pendidikan Bone pastikan pencairan tahap lanjutan segera direalisasikan setelah melalui proses administrasi, menyusul desakan DPRD agar hak guru dibayarkan sebelum lebaran.
BONE, DNID.co.id — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, memastikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan segera dicairkan.
Berdasarkan informasi dari pihak keuangan daerah, pembayaran direncanakan terealisasi besok setelah seluruh tahapan administrasi keuangan rampung.
“Insya Allah, cair besok,” kata Edy Saputra Syam, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Bone, Rabu (4/3/2026) malam.
Edy menjelaskan bahwa proses pencairan TPG memang harus melalui mekanisme administrasi dan verifikasi keuangan daerah sebelum dana ditransfer ke rekening masing-masing guru. Tahapan ini meliputi penyesuaian dokumen, penerbitan surat perintah pencairan dana, hingga proses transfer oleh kas daerah.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul desakan Komisi IV DPRD Kabupaten Bone yang meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) segera membayarkan TPG sebelum Hari Raya Idulfitri.
DPRD menilai pembayaran sebelum lebaran sangat penting mengingat meningkatnya kebutuhan ekonomi para guru di bulan Ramadan.
“Atas nama aspirasi masyarakat, Komisi IV minta TPG dibayarkan sebelum lebaran, apalagi saat ini kebutuhan guru sangat banyak,” ujar anggota Komisi IV, A. Muh. Salam akrab disapa Lilo, AK.
Lilo mengungkapkan, banyak guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone mempertanyakan kepastian jadwal pencairan, terutama menjelang Idulfitri.
Aspirasi serupa juga disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Seheruddin, yang menyebut guru-guru di wilayah Bone Utara berharap pembayaran segera direalisasikan.
Secara anggaran, total dana untuk pencairan tahap selanjutnya mencapai Rp46 miliar. Angka tersebut merupakan bagian dari total sekitar Rp80 miliar tambahan penghasilan guru tahun 2025 yang disalurkan dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, pemerintah daerah telah mencairkan sekitar Rp34 miliar. Sisa Rp46 miliar kini disiapkan untuk tahap lanjutan.
Sebelumnya, keterlambatan pembayaran TPG disebut terjadi akibat kendala administrasi dan proses keuangan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan publik, khususnya dana pendidikan, sangat bergantung pada ketepatan prosedur dan kelengkapan dokumen.
Secara edukatif, TPG merupakan hak guru bersertifikasi sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme dan kinerja mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ketepatan waktu pencairan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan guru, tetapi juga pada stabilitas proses belajar-mengajar di daerah.
Dengan adanya kepastian dari Plt Kepala Dinas Pendidikan, para guru diharapkan segera menerima haknya sebelum perayaan Idulfitri, sekaligus memastikan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kesejahteraan tenaga pendidik.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
TPG Segera Cair, Rp46 Miliar Disiapkan Jelang Idulfitri
KAMIS, 5 MARET 2026
Plt Kadis Pendidikan Bone pastikan pencairan tahap lanjutan segera direalisasikan setelah melalui proses administrasi, menyusul desakan DPRD agar hak guru dibayarkan sebelum lebaran.
BONE, DNID.co.id — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, memastikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan segera dicairkan.
Berdasarkan informasi dari pihak keuangan daerah, pembayaran direncanakan terealisasi besok setelah seluruh tahapan administrasi keuangan rampung.
“Insya Allah, cair besok,” kata Edy Saputra Syam, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Bone, Rabu (4/3/2026) malam.
Edy menjelaskan bahwa proses pencairan TPG memang harus melalui mekanisme administrasi dan verifikasi keuangan daerah sebelum dana ditransfer ke rekening masing-masing guru. Tahapan ini meliputi penyesuaian dokumen, penerbitan surat perintah pencairan dana, hingga proses transfer oleh kas daerah.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul desakan Komisi IV DPRD Kabupaten Bone yang meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) segera membayarkan TPG sebelum Hari Raya Idulfitri.
DPRD menilai pembayaran sebelum lebaran sangat penting mengingat meningkatnya kebutuhan ekonomi para guru di bulan Ramadan.
“Atas nama aspirasi masyarakat, Komisi IV minta TPG dibayarkan sebelum lebaran, apalagi saat ini kebutuhan guru sangat banyak,” ujar anggota Komisi IV, A. Muh. Salam akrab disapa Lilo, AK.
Lilo mengungkapkan, banyak guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone mempertanyakan kepastian jadwal pencairan, terutama menjelang Idulfitri.
Aspirasi serupa juga disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Seheruddin, yang menyebut guru-guru di wilayah Bone Utara berharap pembayaran segera direalisasikan.
Secara anggaran, total dana untuk pencairan tahap selanjutnya mencapai Rp46 miliar. Angka tersebut merupakan bagian dari total sekitar Rp80 miliar tambahan penghasilan guru tahun 2025 yang disalurkan dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, pemerintah daerah telah mencairkan sekitar Rp34 miliar. Sisa Rp46 miliar kini disiapkan untuk tahap lanjutan.
Sebelumnya, keterlambatan pembayaran TPG disebut terjadi akibat kendala administrasi dan proses keuangan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan publik, khususnya dana pendidikan, sangat bergantung pada ketepatan prosedur dan kelengkapan dokumen.
Secara edukatif, TPG merupakan hak guru bersertifikasi sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme dan kinerja mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ketepatan waktu pencairan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan guru, tetapi juga pada stabilitas proses belajar-mengajar di daerah.
Dengan adanya kepastian dari Plt Kepala Dinas Pendidikan, para guru diharapkan segera menerima haknya sebelum perayaan Idulfitri, sekaligus memastikan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kesejahteraan tenaga pendidik.