84 Personel Satlantas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Bone.
Operasi Ketupat 2026 berlangsung 13 hari, pos terpadu hingga pos pelayanan disiapkan di titik strategis termasuk Pelabuhan Bajoe dan Taman Arung Palakka.
Bone, DNID.co.id – Kepolisian Resor Bone menyiagakan 84 personel untuk mengamankan arus mudik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat-2026” yang digelar di halaman Mapolres Bone, Kamis (12/3/2026).
Apel dipimpin Bupati Bone Andi Asman Sulaiman selaku inspektur upacara dengan dihadiri Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. La Ode Muhammad Idrus, Dandenpom Bone Letkol Cpm Wijaya Ardi, Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Rudi Mandaka, Kepala Basarnas Bone, Kepala Jasa Raharja Bone, serta jajaran pejabat utama dan para Kapolsek di lingkungan Polres Bone.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Bupati Bone, disebutkan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi pengamanan Lebaran tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait di seluruh Indonesia.
“Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri serta libur Lebaran, Polri dengan dukungan TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat-2026 selama 13 hari,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan dalam apel tersebut.
Di wilayah Kabupaten Bone, pengamanan mudik difokuskan pada lima titik pos yang ditempatkan di lokasi strategis jalur transportasi dan pusat aktivitas masyarakat.
Kelima pos tersebut terdiri dari:
1 Pos Terpadu di kawasan Taman Arung Palakka
3 Pos Pengamanan di Bone Trade Center (BTC), Lapri, dan Ajangale
1 Pos Pelayanan di Pelabuhan Bajoe
Pos Terpadu di Taman Arung Palakka dipilih karena menjadi salah satu pintu masuk utama arus pemudik ke Kabupaten Bone, baik dari jalur darat maupun wilayah sekitar.
Sementara itu, Pos Pengamanan ditempatkan di kawasan yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Lebaran, seperti pusat perbelanjaan, kawasan keramaian, serta jalur lalu lintas padat.
Selanjutnya, Adapun Pos Pelayanan di Pelabuhan Bajoe difungsikan untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut, sekaligus memantau pergerakan pemudik yang datang dari wilayah kepulauan.
Kasat Lantas Polres Bone AKP Musmulyadi mengatakan penempatan pos tersebut didasarkan pada potensi peningkatan arus kendaraan dan mobilitas masyarakat selama masa mudik.
Petugas di setiap pos juga disiapkan untuk melakukan respons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas maupun gangguan keamanan.
“Pos ini didirikan dengan mempertimbangkan arus mudik. Jika terjadi kemacetan, petugas di pos terdekat dapat segera melakukan backup untuk mengurai kepadatan,” kata Musmulyadi.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel yang bertugas di pos pengamanan juga akan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk bantuan bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan.
Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, aparat berharap arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama Idul Fitri di Kabupaten Bone dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Operasi Ketupat 2026 berlangsung 13 hari, pos terpadu hingga pos pelayanan disiapkan di titik strategis termasuk Pelabuhan Bajoe dan Taman Arung Palakka.
Bone, DNID.co.id – Kepolisian Resor Bone menyiagakan 84 personel untuk mengamankan arus mudik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat-2026” yang digelar di halaman Mapolres Bone, Kamis (12/3/2026).
Apel dipimpin Bupati Bone Andi Asman Sulaiman selaku inspektur upacara dengan dihadiri Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. La Ode Muhammad Idrus, Dandenpom Bone Letkol Cpm Wijaya Ardi, Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Rudi Mandaka, Kepala Basarnas Bone, Kepala Jasa Raharja Bone, serta jajaran pejabat utama dan para Kapolsek di lingkungan Polres Bone.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Bupati Bone, disebutkan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi pengamanan Lebaran tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait di seluruh Indonesia.
“Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri serta libur Lebaran, Polri dengan dukungan TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat-2026 selama 13 hari,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan dalam apel tersebut.
Di wilayah Kabupaten Bone, pengamanan mudik difokuskan pada lima titik pos yang ditempatkan di lokasi strategis jalur transportasi dan pusat aktivitas masyarakat.
Kelima pos tersebut terdiri dari:
1 Pos Terpadu di kawasan Taman Arung Palakka
3 Pos Pengamanan di Bone Trade Center (BTC), Lapri, dan Ajangale
1 Pos Pelayanan di Pelabuhan Bajoe
Pos Terpadu di Taman Arung Palakka dipilih karena menjadi salah satu pintu masuk utama arus pemudik ke Kabupaten Bone, baik dari jalur darat maupun wilayah sekitar.
Sementara itu, Pos Pengamanan ditempatkan di kawasan yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Lebaran, seperti pusat perbelanjaan, kawasan keramaian, serta jalur lalu lintas padat.
Selanjutnya, Adapun Pos Pelayanan di Pelabuhan Bajoe difungsikan untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut, sekaligus memantau pergerakan pemudik yang datang dari wilayah kepulauan.
Kasat Lantas Polres Bone AKP Musmulyadi mengatakan penempatan pos tersebut didasarkan pada potensi peningkatan arus kendaraan dan mobilitas masyarakat selama masa mudik.
Petugas di setiap pos juga disiapkan untuk melakukan respons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas maupun gangguan keamanan.
“Pos ini didirikan dengan mempertimbangkan arus mudik. Jika terjadi kemacetan, petugas di pos terdekat dapat segera melakukan backup untuk mengurai kepadatan,” kata Musmulyadi.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel yang bertugas di pos pengamanan juga akan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk bantuan bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan.
Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, aparat berharap arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama Idul Fitri di Kabupaten Bone dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.