Makassar, DNID.co.id – Warga di kawasan Jalan Kandea, Kecamatan Bontoala, diliputi keresahan setelah wilayah mereka berulang kali menjadi sasaran serangan geng motor. Dalam sepekan terakhir, tercatat sudah empat kali aksi penyerangan terjadi, terutama pada dini hari saat warga sedang beristirahat.
Menanggapi kondisi tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Bontoala memastikan akan meningkatkan langkah pencegahan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Bontoala, Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar, menegaskan pihaknya siap turun langsung dengan memperkuat patroli dan berkolaborasi lintas wilayah.
“Kami dari Polsek siap melakukan pencegahan dan akan berkolaborasi dengan Polsek Tallo dan Polsek Panakukang dan yang intinya kami akan tingkatkan patroli setiap saat untuk menjaga kondusifitas wilayah kecamatan Bontoala,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada DNID.co.id, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya itu, koordinasi dengan unsur Tripika juga akan diintensifkan agar keamanan lingkungan dapat terjaga secara menyeluruh.
“Kami akan bekerjasama dengan Tripika sehingga masyarakat akan merasa aman, nyaman dan tentram,” pungkas Kapolsek.

Berdasarkan keterangan warga, aksi geng motor tersebut kerap terjadi antara pukul 00.00 hingga 03.00 WITA. Para pelaku disebut membawa senjata berbahaya seperti busur panah hingga airsoftgun, yang menimbulkan ketakutan mendalam di kalangan masyarakat.
Dua wilayah yang paling sering menjadi sasaran adalah kawasan Kandea Baraya di tepi kanal, Kecamatan Bontoala, serta wilayah Bungaejayya di Kecamatan Tallo.
Hariyani Rachman, seorang ibu RW yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa situasi ini telah mengganggu rasa aman warga secara signifikan.
“Minggu ini kami sudah empat kali diserang oleh geng motor. Mereka datang dan menyerang tepat di tengah malam saat warga sedang beristirahat. Kami sangat resah dan takut, karena senjata yang mereka bawa sangat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa melukai siapa saja yang ada di sekitar. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar pihak kepolisian segera bertindak dan rutin melakukan penjagaan serta patroli di sekitar kawasan tepi kanal ini,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap kehadiran aparat dapat lebih ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan.
“Kami berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti keluhan ini dan menjaga keamanan serta keselamatan kami dari serangan geng motor. Kami ingin hidup tenang dan aman di lingkungan sendiri,” harap Hariyani.
Dengan meningkatnya patroli dan sinergi antar aparat, warga kini menaruh harapan besar agar situasi kembali kondusif dan ancaman serangan tidak lagi menghantui lingkungan mereka.
























