Penumpukan Penonton di Stadion Lapatau Disorot, Warga Minta Tak Terulang di Semifinal
Keterangan Foto:
Suasana penumpukan penonton di pintu masuk Stadion Lapatau Matanna Tikka saat laga Bone Beramal Cup 2026, Jumat (15/05/2026). Sejumlah penonton terlihat berdesakan setelah akses masuk sempat tertutup dan memicu sorotan terkait pengaturan tribun serta sistem pengamanan stadion.
Antusiasme penonton membludak hingga terjadi penumpukan di pintu stadion, warga mulai mempertanyakan sistem pengamanan dan pengaturan tribun jelang laga semifinal yang diprediksi lebih padat.
Bone, DNID.co.id — Penumpukan penonton di area pintu masuk Stadion Lapatau Matanna Tikka saat laga perempat final Bone Beramal Cup 2026, Jumat (15/05/2026), menjadi sorotan publik.
Warga meminta kejadian tersebut tidak kembali terulang pada pertandingan semifinal maupun final demi keselamatan dan kenyamanan penonton.
Pantauan di lokasi kemarin, ratusan penonton terlihat berdesakan di salah satu pintu masuk tribun barat setelah akses sempat tertutup sementara.
Kondisi itu membuat antrean panjang penonton yang telah membeli tiket menumpuk di luar stadion.
Situasi sempat memicu kepanikan kecil di area pintu masuk karena banyak penonton berusaha mencari akses lain agar bisa masuk menyaksikan pertandingan.
Kepadatan meningkat ketika penonton dari berbagai arah berkumpul di satu titik akses stadion.
“Mohon jadi perhatian panitia, jangan ditutup pintu masuk seperti yang terjadi kemarin di bagian barat. Banyak penonton yang sudah beli karcis tapi tidak bisa masuk, rawan terjadi kerusuhan. Untung ada satu pintu yang terbuka setelah ramai-ramai didorong penonton,” ujar salah seorang penonton.
Penonton lainnya menilai kondisi tersebut cukup berbahaya karena terjadi dorong-dorongan di area pintu masuk stadion.
Disamping itu mereka juga khawatir jika tidak dievaluasi, situasi serupa bisa memicu insiden keselamatan pada pertandingan berikutnya yang diperkirakan akan dipadati lebih banyak penonton.
Menurut warga, antusiasme masyarakat terhadap Bone Beramal Cup 2026 harus diimbangi dengan pengaturan kapasitas stadion dan manajemen penonton yang lebih tertata.
“Kalau kapasitas tempat sudah penuh, panitia jangan menjual karcis lagi. Sekadar saran untuk panitia supaya jalannya pertandingan tetap aman dan terkendali, ini juga demi keselamatan bersama,” lanjutnya.
Selain persoalan kapasitas, warga juga menyoroti sistem tiket yang dinilai belum efektif karena belum ada pemisahan antara tribun terbuka dan tribun tertutup.
Akibatnya, banyak penonton kebingungan setelah berada di area stadion dan diarahkan berpindah pintu masuk.
“Harusnya karcis itu dibedakan mana khusus tribun terbuka dan mana tribun tertutup supaya mudah dikoordinir. Kalau karcis sama, orang sudah terlanjur di pintu tribun tertutup baru diarahkan ke terbuka pasti kecewa karena jauh memutar,” katanya.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Panitia Bone Beramal Cup 2026, Edy Saputra Syam, mengaku pihak panitia terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan, termasuk pengaturan penonton dan akses masuk stadion.
“Kami berusaha semaksimal mungkin, belajar dari evaluasi penyelenggaraan pertandingan kemarin, dan mohon sarannya saudara,” ujar Edy Saputra Syam.
Warga berharap panitia pelaksana segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait akses pintu masuk, kapasitas tribun, sistem penjualan tiket, hingga pola pengamanan stadion agar kejadian kemarin tidak kembali terulang saat semifinal dan final berlangsung.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Penumpukan Penonton di Stadion Lapatau Disorot, Warga Minta Tak Terulang di Semifinal
SABTU, 16 MEI 2026
Antusiasme penonton membludak hingga terjadi penumpukan di pintu stadion, warga mulai mempertanyakan sistem pengamanan dan pengaturan tribun jelang laga semifinal yang diprediksi lebih padat.
Bone, DNID.co.id — Penumpukan penonton di area pintu masuk Stadion Lapatau Matanna Tikka saat laga perempat final Bone Beramal Cup 2026, Jumat (15/05/2026), menjadi sorotan publik.
Warga meminta kejadian tersebut tidak kembali terulang pada pertandingan semifinal maupun final demi keselamatan dan kenyamanan penonton.
Pantauan di lokasi kemarin, ratusan penonton terlihat berdesakan di salah satu pintu masuk tribun barat setelah akses sempat tertutup sementara.
Kondisi itu membuat antrean panjang penonton yang telah membeli tiket menumpuk di luar stadion.
Situasi sempat memicu kepanikan kecil di area pintu masuk karena banyak penonton berusaha mencari akses lain agar bisa masuk menyaksikan pertandingan.
Kepadatan meningkat ketika penonton dari berbagai arah berkumpul di satu titik akses stadion.
“Mohon jadi perhatian panitia, jangan ditutup pintu masuk seperti yang terjadi kemarin di bagian barat. Banyak penonton yang sudah beli karcis tapi tidak bisa masuk, rawan terjadi kerusuhan. Untung ada satu pintu yang terbuka setelah ramai-ramai didorong penonton,” ujar salah seorang penonton.
Penonton lainnya menilai kondisi tersebut cukup berbahaya karena terjadi dorong-dorongan di area pintu masuk stadion.
Disamping itu mereka juga khawatir jika tidak dievaluasi, situasi serupa bisa memicu insiden keselamatan pada pertandingan berikutnya yang diperkirakan akan dipadati lebih banyak penonton.
Menurut warga, antusiasme masyarakat terhadap Bone Beramal Cup 2026 harus diimbangi dengan pengaturan kapasitas stadion dan manajemen penonton yang lebih tertata.
“Kalau kapasitas tempat sudah penuh, panitia jangan menjual karcis lagi. Sekadar saran untuk panitia supaya jalannya pertandingan tetap aman dan terkendali, ini juga demi keselamatan bersama,” lanjutnya.
Selain persoalan kapasitas, warga juga menyoroti sistem tiket yang dinilai belum efektif karena belum ada pemisahan antara tribun terbuka dan tribun tertutup.
Akibatnya, banyak penonton kebingungan setelah berada di area stadion dan diarahkan berpindah pintu masuk.
“Harusnya karcis itu dibedakan mana khusus tribun terbuka dan mana tribun tertutup supaya mudah dikoordinir. Kalau karcis sama, orang sudah terlanjur di pintu tribun tertutup baru diarahkan ke terbuka pasti kecewa karena jauh memutar,” katanya.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Panitia Bone Beramal Cup 2026, Edy Saputra Syam, mengaku pihak panitia terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan, termasuk pengaturan penonton dan akses masuk stadion.
“Kami berusaha semaksimal mungkin, belajar dari evaluasi penyelenggaraan pertandingan kemarin, dan mohon sarannya saudara,” ujar Edy Saputra Syam.
Warga berharap panitia pelaksana segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait akses pintu masuk, kapasitas tribun, sistem penjualan tiket, hingga pola pengamanan stadion agar kejadian kemarin tidak kembali terulang saat semifinal dan final berlangsung.